Malam ini memang penuh dengan cahaya bintang, bulan yang berada pada fase purnama benar-benar terlihat menyatu dengan gemerlapnya sinar bintang. Malah yang begitu indah.
Seharusnya.
Suara deruman mesin mobil yang akhirnya berhenti mengusik kediaman Irene. Tanpa menunggu lagi tangan kecilnya mendorong pintu mobil dan bersiap untuk turun kalau saja tangan suaminya tidak menahan lengannya. Nafas Mino memburu, terasa begitu bersahutan dengan setiap tekanan emosi yang seolah siap dihempaskan tapi Irene tidak perduli.
"Sayang ... Please, jangan marah" Sahut Mino, untuk yang kesekian kalinya meminta wanita nya ini tidak menuruti egosentris sisi feminis nya. Irene mematung dikursinya, membiarkan tangan Mino yang awalnya mencekalnya dengan erat mengendur begitu saja.
"Aku .... Ga marah" Balas Irene akhirnya, setelah kediaman berpuluh-puluh menit yang ia lakukan hampir saja membuat Mino mati kutu.
"Aku tahu kamu marah, tapi Rene .... "
"Oke aku marah No, aku... Marah dan sekaligus kecewa sama kamu" Sahutnya cepat-cepat, bergegas turun meninggalkan Mino yang kini mematung menatap punggung kecil itu berlalu begitu saja.
Sungguh akhir dari makan malam yang sangat buruk.
Beberapa jam sebelumnya
Wajah Irene sedikit terkejut, susah payah perempuan itu menahan rasa kaget yang disentakkan begitu saja dari barisan kalimat yang santai diucapkan.
Mantan.
Mino mengeratkan pelukannya, mencoba mengalihkan atensi Irene dari perempuan yang sungguh tidak tahu malu yang kini dengan santai tersenyum seolah apa yang baru saja ia katakan tidak memberikan arti apa-apa bagi yang mendengar.
Oh come on Mino rasanya ingin memaki Soojung saat ini juga. Benar-benar perempuan keras kepala.
"Oh mantan" Balas Irene akhirnya. Melirik kearah Mino dengan tatapan terkejut nya, pria nya itu hanya memasang wajah datarnya tanpa menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Irene mencelos dalam hati. Ujung hatinya bahkan terasa sedikir tercabik saat mengetahui sedikir fakta menyakitkan ini.
Kenapa ia sama sekali tidak mengetahui hal ini.
"Tapi kita udahan baik-baik ko, ya kan No?" Tanya Soojung lagi, semakin membabi buta dengan pertanyan-pertanyaan santainya. Sementara Mino hanya menatapnya tanpa ekspresi, Irene diam-diam melirikkan matanya kearah suaminya dan menyeringai. Tanpa bisa mengatakan apapun, keduanya seolah terjebak pada situasi canggung yang bahkan tidak bisa mereka hindarkan.
"Syukurlah, ahh... Senang bertemu denganmu Soojung-shii" Sahut Irene akhirnya, mengulas senyuman terbaiknya dan menaikkan clutch bag nya dengan sikap sedikit arogan. Mino yang mendengarnya menoleh sekilas kearah Irene yang tengah melempar senyuman manis kearah Soojung yang kemudian berpamitan. Meninggalkan kesan yang baik, keduanya bahkan berbasa basi untuk bisa saling bertemu kembali dilain waktu walaupun Mino mengerti hal itu justru sesuatu yang tidak sama sekali mereka inginkan.
Wanita memang memusingkan.
****
Sinar matahari yang menyeruak melalui jendela kamar yang terbuka perlahan mengusik lelap nya tidur milik Song Mino. Pria tampan dengan piyama tidurnya itu perlahan mengerjap dan menyibak selimut yang membungkus tubuhnya, mengulurkan satu tangannya meraih seseorang yang biasanya akan menjadi sasaran pelukannya dipagi hari. Mino mengulurkan tangannya, menggerakan jemarinya kesegala arah dan perlahan membuka kedua matanya.
"Rene?"
Butuh beberapa detik bagi Mino untuk akhirnya bisa bangun dari kantuk yang mendera. Pria Song itu kemudian duduk diatas kasurnya, mengacak rambut pirangnya dan menguap sesekali sebelum akhirnya menggosok pangkal hidungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HARU [ Mino x Irene ] FIN
FanfictionBagi Mino menikah itu bagian akhir perjalanan cinta nya, tapi bagi Irene justru perjalanan ini baru saja dimulai. Nyatanya menikah tidak cukup hanya dengan cinta. story of Mino and Irene HARU December, 2019 ©ziewaldorf
![HARU [ Mino x Irene ] FIN](https://img.wattpad.com/cover/209009764-64-k703561.jpg)