Setidaknya, ada Aku

400 65 31
                                        

Song Mino tidak tahu, dalam hidupnya akan datang masa ini. Masa dimana kehidupannya seperti berhenti secara mendadak. Seolah waktu nya di dunia dipaksa untuk berhenti seketika. Nafas nya tercekat ditenggorokan, aliran darahnya terpompa beberapa kali lipat dari biasanya. Sudut matanya berkedut menandakan adanya gelombang cairan hangat yang siap meledak tapi Mino berusaha menahannya sekuat ia bisa. Yang justru malah membuat jantungnya berdetak kencang.

Mungkin inilah rasanya ketika separuh nyawa mu dipaksa dilepaskan. Setengah nyawamu dipaksa untuk hilang dari ragamu. Rasanya sakit. Dan pedih.

Melihat Irene yang begitu gemetar dan sulit bernafas seperti itu rasanya membuat paru-paru Mino juga ikut sakit. Ia bahkan bisa merasakan apa yang tengah perempuannya itu rasakan. Kesakitan itu begitu rupa. Ia seolah dipaksa untuk ikut mengalami apa yang tengah Irene rasakan.

Suara tepukan mengusik kediaman Mino, pria Song itu menolehkan kepalanya dan menyeringai dengan wajah sulit ditebak sementara Kang Seulgi masih menatap kearah ruangan IGD dengan wajah sembab.

"Berdoa No ... Aku yakin istri kamu itu bisa melewati semuanya" Sahut Seunghoon dengan nada suara sesantai mungkin. Song Mino menarik nafasnya dan menghempaskannya begitu rupa. Mencoba mencerna kalimat hiburan barusan.

"Rasanya pasti sakit" Gumam Mino ketika melihat dokter yang bersiap dengan jarum suntiknya. Seulgi menahan nafasnya dan Seunghoon kemudian menganggukan kepalanya.

"Jangan tinggalin Irene No .... Bantu dia ngelewatin masa-masa kaya gini"

Mino yang mendengarnya kemudian menolehkan kepalanya. Satu tarikan pada alisnya menandakan ada yang begitu ingin ia tahu. Lee Seunghoon menatapnya dan kemudian mendengus.

"Waktu kedua orang tua Irene meninggal dia bahkan hampir melewati batas nya. Itulah kenapa orang tua Seulgi dan Seulgi sendiri selalu merasa cemas dengan gangguan ini"

"Hyung ...."

"Aku titip dia ya No, gimanapun juga Irene udah aku anggep adek aku sendiri" Sahut Seunghoon pelan, seringai halus tercipta dari ujung bibirnya begitu ia mengeluarkan kalimat barusan. Pria Lee itu kemudian beranjak mendekati kekasihnya dan mengulurkan satu tangannya memeluk bahu Seulgi yang gemetar.

"Its okay ... Dia kuat, kaya kamu" Bisiknya yang hanya dibalas anggukan lemah dari kepala Seulgi.

Sementara Mino kemudian mengerjap, menahan nafasnya begitu melihat perempuannya yang sejak tadi histeris mulai terlelap.

🌼

Aroma antibiotik dengan cepat menguar memenuhi indera penciuman milik Mino. Ruangan yang didominasi oleh warna putih dan biru itu menampilkan beberapa gambar-gambar asing yang bahkan tidak Mino pahami. Pria Song itu hanya menunduk sesekali memaksa kepalanya untuk tetap tenang sekalipun jantungnya seperti menggelepar karena rasa tidak tenang yang tidak juga hilang.

"Song Mino-ssi?"

Mino yang mendengar namanya dipanggil perlahan menoleh kearah pintu masuk yang kemudian ditutup lagi. Dokter muda itu menatapnya sekilas dan kemudian melempar senyuman tipisnya seraya menurunkan masker putih yang sejak tadi ia gunakan. Mino yang melihatnya sontak menganggukan kepalanya begitu dokter itu duduk lagi dihadapannya.

"Suaminya Irene kan?"

"Iya .... " Balas Mino singkat. Dokter muda itu mendudukan tubuhnya dan menarik nafasnya kuat-kuat. Menyodorkan satu tangannya kearah Mino yang langsung menyambutnya.

"Park Seojoon..." Sahutnya memperkenalkan diri. Mino mengangguk mendengarnya tanpa menjawab lagi karena Dokter Park baru saja memanggilnya dengan nama lengkapnya.

HARU [ Mino x Irene ] FINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang