Ruang Kenangan

438 82 56
                                        

Ada beberapa kenyataan dalam hidup yang tidak harus diungkap ke permukaan. Ada beberapa hal dalam hati yang tidak harus dikeluarkan, ada beberapa kisah dan cerita yang sebaiknya hanya menjadi pengisi relung terdalam. Karena tidak semua orang bisa menerima kenyataan dari sebuah utasan waktu yang berbentuk kenangan.

Tidak semua bisa menerima kisah masa lalu dari pasangannya masing-masing. Begitu juga prinsip yang dipegang Mino dalam hidupnya. Sekalipun hubungannya dengan Soojung hanya bagian dari masa lalu ia tahu tidak harus mengungkap semua kejadian itu dan menyajikannya dalam bentuk cerita yang harus diutarakan. Terlebih pada Irene, pada istrinya. Pada belahan jiwanya. Partner hidupnya.

Mino sadar, semanis apapun kenangan masa lalu akan terasa pahit dihati pasanganmu. Kisah romansa masa lalu akan selalu menjadi momok menyakitkan dihati pasanganmu. Mino sadar akan hal itu tapi ia juga mulai mengerti kalau kediamannya justru hanya akan membuat kesalah pahaman yang semakin menajam diantara keduanya.

Semakin ia diam semua prasangka dalam diri istrinya akan semakin menguar. Membentuk tuduhan-tuduhan dan berakhir dengan rasa sakit hati. Dan Mino memilih mengakhiri drama tidak berkesudahan mengenai mantan ini dengan cepat.

Ia hanya ingin hidupnya berjalan dengan Irene. Bukan dengan kisah masa lalunya.

"Sayang ... Maaf bukannya aku ga mau cerita, tapi aku rasa ini hanyalah bagian ga penting dalam hidup aku. Soojung cuma masa lalu dan aku ga mau ngungkit masa lalu karena aku udah sama sekali move on dari dia"

Bae Irene mendongakan kepalanya, menatap manik suaminya yang menatapnya dengan tulus. Mino bahkan mengeratkan jemari tangannya, seolah memberikan Irene bukti kalau ia memang serius dengan ucapannya.

"Aku mengerti sayang ... Maaf"

"Ga usah minta maaf Rene, aku tahu kamu pasti kecewa karena aku ga pernah ceritain masalah ini. Aku tahu kamu pasti marah kan karena nyembunyiin masalah ini dari kamu.. Aku tahu--"

"Sstt... Udah, udah penjelasannya sayang" Seru Irene dengan jemari yang kemudian menempel pada bibir suaminya. Mino yang sontak terdiam mengulurkan satu tangannya menurunkan jemari lentik itu dan menggenggamnya dengan erat. Satu alis Mino terangkat begitu Irene kemudian mengulas senyuma  manisnya, sikap manjanya nya bahkan kembali muncul begitu perempuan itu mulai menyenderkan kepalanya dibahu Mino.

"Aku belum cerita Rene ..."

"Ga usah"

"Bukannya kamu nemuin Jinu-hyung pagi-pagi karena ingin tahu cerita Soojung?" Tanya Mino sedikit bingung dengan perubahan yang begitu cepat terjadi.

Irene sejenak melepaskan diri dari bahu suaminya, bahu kukuh favoritnya sebagai tempat untuk sekedar bersandar dikala penat.

"Itu kan kemarin sayang ... Hari ini, aku udah ga perduli lagi sama kisah masa lalu kamu"

"Beneran?" Tanya Mino mencoba memastikan kalimat Irene barusan. Perempuan itu menganggukan kepalanya dan tersenyum kecil kearah Mino.

"Selama kamu sayang sama aku, itu udah cukup" Sahutnya dengan lembut. Mino yang mendengarnya hanya mengulas senyuman lembutnya sekalipun dikepalanya terlintas beribu pertanyaan bingung yang kini mendera.

Perempuan memang mahluk yang sulit ditebak arah fikirannya.

🌼

Selalu ada pelangi setelah hujan, selalu ada mentari setelah badai. Dan selalu ada kehangatan setelah kericuhan yang terjadi. Mino setuju akan peribahasa ini. Setelah kejadian kemarin hubungannya dengan Irene semakin hangat. Membaik secara perlahan.

Sekarang ia mengerti kenapa ada peribahasa yang menyebutkan kalau cemburu itu tanda cinta.

Melihat sendiri bagaimana drop nya mood Irene kemarin akhirnya membuat Mino mengetahui sejauh mana perasaan cinta itu hadir diantara mereka. Mengikat kuat hubungan pernikahan ini begitu rupa. Melihat bagaimana tidak sukanya Irene kemarin dan sikap gegabah nya yang malah membuat janji dengan Kim Jinu merupakan salah satu bukti.

HARU [ Mino x Irene ] FINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang