Jangan pernah mengatakan perpisahan kalau kau sendiri tidak sanggup menghadapi kenyataan kalau dirimu bahkan tidak bisa hidup sendirian.
Nyata nya berpisah berarti sendiri.
Dan Mino tahu, ini kesalahan paling fatal dalam eksistensi nya sebagai seorang manusia, seorang laki-laki dewasa yang sudah seharusnya bisa berfikir dua kali saat hendak memutuskan sesuatu. Mino tahu, ini sangat-sangat salah dan tidak bisa dimaafkan.
Tapi semuanya sudah terlambat. Mino bukan penguasa waktu yang bisa memutar balikan waktu agar kejadian kemarin tidak terjadi. Ia bahkan tidak bisa menarik setiap kalimat-kalimat yang sudah ia ucapkan pada Irene. Pada istrinya.
Yang pasti sudah sangat membencinya.
"Kau ini punya otak atau tidak sih No?!" Oceh Jinu begitu pria itu sampai di apartemen Mino dan melihat dengan kedua mata nya sendiri bagaimana jatuhnya kehidupan Song Mino yang sesungguhnya.
Ternyata bukan pailit yang membuatnya jatuh. Tapi perkataan egosentris laki-laki nya lah yang nyata membuatnya hancur.
Mino yang masih duduk dengan mata menerawang mengabaikan kalimat Jinu yang mungkin sudah memasuki tahapan umpatan paling menyakitkan yang ia bisa. Sementara Kim Jinu hanya menahan nafasnya melihat sosok Mino yang seperti mayat hidup. Jiwanya kosong, dengan tatapan mata yang tidak tentu arah. Pria Kim itu mendudukan dirinya disamping Mino dan menepuk bahunya dengan pelan. Tepukan halus itu hanya mampu membuat Mino menolehkan kepalanya sekilas kearahnya.
"No ... Jangan gini lah. Kamu ini kan laki-laki No, kalo kamu ngerasa ga bisa hidup tanpa Irene pergi dan minta maaf" Sahutnya lagi. Kali ini dengan nafas yang menghempas memburu ditelinga.
"Udahlah hyung ... Udah terlambat"
"Makanya kalo ngomong difikir dulu!" Sentak Jinu akhirnya. Tidak tahan lagi dengan emosi yang menggunung dikepalanya. Sementara Mino yang mendengarnya hanya mengacak rambutnya dengan sikap frustasi.
🌼
Kang Seulgi mengerjapkan kedua matanya yang perih. Ia juga ingin menangis tapi sepertinya itu bukan sesuatu yang tepat dilakukan saat ini. Bagaimana bisa ia menangis sementara ia harus menenangkan Irene yang sejak tadi bahkan tidak berhenti menangis.
Beruntung ibu dan ayahnya sedang pergi ke Ilsan, mengunjungi neneknya selama beberapa hari ini jadi kemungkinan masalah ini semakin kisruh tidak akan terjadi.
"Rene ... Udah, kamu istirahat aja dulu ya" Sahut Seulgi akhirnya, ia bingung memberikan kalimat penghiburan seperti apa pada Irene saat ini. Masalah rumah tangga bukan wilayahnya jadi seingin apapun Seulgi membantu ia sendiri tidak yakin dengan ucapannya nanti.
Irene yang masih menangis kemudian mendongak, mengusap air mata yang jatuh di pipinya, kesedihan dengan jelas tercetak diwajahnya. Kekalutan dan semua emosi berkumpul dikepalanya dan ia hanya bisa menumpahkan semuanya dengan tangisan.
"Seul ... Hiksss... Nasib aku ko kaya gini yaa" Sahut Irene yang kembali menangis. Sementara Seulgi hanya mampu menarik nafasnya berat.
🌼🌼
Satu minggu berlalu dan Irene masih dengan terpaksa tinggal kembali dirumah yang menjadi keluarga keduanya. Beruntung ia masih memiliki Seulgi, bibi Kang dan paman Kang yang akan selalu ada untuknya. Irene tahu masih banyak yang menyayanginya, masih ada keluarga yang akan selalu ada untuknya.
Berhari-hari Irene menangis, menangisi Mino dan rasa sakit hatinya yang bahkan terlalu menyakitkan walaupun hanya sekedar diucapkan. Irene tidak tahu kenapa Mino bisa dengan mudahnya mengatakan cerai hanya karena kesalahan yang seharusnya bisa dimaafkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
HARU [ Mino x Irene ] FIN
FanfictionBagi Mino menikah itu bagian akhir perjalanan cinta nya, tapi bagi Irene justru perjalanan ini baru saja dimulai. Nyatanya menikah tidak cukup hanya dengan cinta. story of Mino and Irene HARU December, 2019 ©ziewaldorf
![HARU [ Mino x Irene ] FIN](https://img.wattpad.com/cover/209009764-64-k703561.jpg)