-Luke Brooks-
"Rain....." aku menatap gadis yang tengah berdiri di bawah hujan dan menghadap kearah makam yang berjajar di depan nya.
Makam kakaknya,adiknya,ibunya,dan ayahnya.
Dia berdiri di bawah hujan,tidak mau kuberi payung,dan malah menyiksa dirinya seperti ini.
Aku tau apa alasan nya,mungkin ia tidak mau aku melihatnya menangis. mungkin ia ingin menyamarkan air matanya dengan air hujan.
"Jika aku juga mati,maka ini akan menjadi lengkap." ucapannya membuat ku terhenyak.
"Rain,kau tuh ngomong apa sih? kau tidak akan mati. tidak akan." ucapku tegas. Ia menoleh kearahku sebentar,lalu membuang wajah dengan kembali menatap kearah makam keluarganya.
"Semua manusia akan mati,Luke." jawabnya tak kalah tegas nya.
"Aku tau. tapi kau tidak akan mati sekarang. Kau akan mati nanti,di ranjang mu saat kau sudah berusia 150 tahun." ucapku.
"Buat apa hidup selama itu jika tak ada lagi orang yang kusayangi di dunia ini?" ucapannya membuatku terdiam. "Mereka keluargaku,Luke. walaupun orang tua ku jarang memperlakukan aku dengan baik,mereka tetap orang tua ku,orang yang mengantarkan aku ke dunia. Dan lihat Windy,Windy ku yang mungil,manis dan tak berdosa juga mati meninggalkan aku,sama seperti Sunny yang meninggalkan ku." ucapnya nanar.
"Mereka tidak meninggalkan mu,Rain. Sunny ada di dekatmu,Sunny ada sebagai matahari yang selalu menemani langkahmu ketika kau berjalan,Rain. dan Windy,Windy selalu ada mengikutimu,Windy bagai angin yang akan selalu ada,mengikutimu,dan menyejukkan mu." ucapku lagi.
Ia terdiam,memejamkan mata,dan kemudian ia menangis dengan bersuara. Tangisan yang tadinya sunyi berubah menjadi tangisan yang memilukan hati siapapun yang mendengar.
"Rain.. mungkin kau pikir bahwa tak ada lagi orang yang kau sayangi hidup disini. Tapi ingat,Rain. ada orang yang menyanyangimu,dan kami ingin melihatmu tinggal,kami ingin melihatmu bertahan,kami ingin melihatmu bahagia,Rain. Jika kau lupa,ada aku disini. Aku menyanyangi mu. dan jangan lupakan Luke Hemmings yang sangat mencintaimu." ucapku. walaupun aku sakit hati ketika menyebut nama Hemmings,namun aku tak bisa berbohong pada Rain. Hemmings memang mencintainya,dan Rain berhak bahagia bersama orang yang ia cintai.
"Luke juga meninggalkanku. Aku yakin itu." ucapnya pelan,ia menghapus air matanya.
Aku terdiam dan berjalan mendekatinya.
"Dia tidak akan meninggalkanmu,Rain. aku jamin,ia pasti menunggu mu." ucapnya. Rain kembali menggeleng dengan keras kepalanya.
"Tidak. ia pasti sudah berangkat ke London,meninggalkan aku,gadis yang tidak pernah beruntung ini." ucapnya.
"Tidak,Rain. ia menunggumu."
"Luke,ini sudah jam enam sore,penerbangan nya jam tiga siang. Ia pasti sudah meninggalkan aku." ucapnya.
"Kalau begitu,bagaimana jika kita ke bandara sekarang untuk membuktikan apakah dia akan meninggalkan mu atau dia tetap menunggumu?" tantangku,Rain menatapaku dengan mata yang memerah.
"Stop talking nonsense,will you?" ucapnya dingin,membuatku terdiam.
Kami terjebak keheningan yang cukup lama hingga akhirnya ia membuka suara. "Aku tidak tau apakah aku bisa meninggalkan tempat ini.." Isaknya,ia bahkan terjatuh duduk di atas tanah yang basah terkena hujan. Aku berjongkok,menyesuaikan tinggi dengan dirinya.
"Let the rain washed away all your pain." ucapku,aku meletakkan payun itu di tanah sampingku,sehingga aku sekarang ini juga basah terkena hujan.
"Rain,kau berhak bahagia. Dan Luke adalah bagian dari kebahagiaan mu. pergilah bersamanya,Rain. tinggalkan kota yang menyedihkan ini,buka lembaran baru dengan Luke,di tempat impian mu,dan bersama sumber kehabagiaanmu." ucapku sambil mengusap rambut Rainella yang basah.
"It's too late..." isaknya.
Aku menggelengkan kepala. "it's never too late to make things right." ucapku. Rain menatapku,dan aku balas menatapnya. "Dia menunggumu,Rain. dia bilang padaku bahwa dia akan selalu menunggumu." ucapku lagi.
Rain tersenyum menatapku.
"You know what,Luke? kau sudah seperti pengganti Sunny untukku. mungkin kau adalah malaikat yang Sunny kirim untukku." ucapnya,membuatku tersenyum dan memeluknya erat.
"Kau berhak bahagia,Rain." gumamku.
Rain berhak bahagia.
Dan jika Luke Hemmings lah yang bisa membuatnya bahagia,maka aku akan dengan senang hati melepasnya.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Looking for Rainella
फैनफिक्शन"Dimana kau? Maafkan aku,Rainella. Aku tidak menyangka bahwa semua nya akan seperti ini. Maafkan aku,Rain. Sekarang aku kembali,aku akan mencoba untuk memperbaiki mu,memperbaiki hubungan kita. Maafkan kebodohan ku,Rain." - Luke Hemmings "But darling...
