Everyone deserved their own happy ending.

12K 1K 94
                                        

"Nak,ayolah,kau harus segera naik ke pesawat. Kau harus pergi sekarang." lelaki pirang yang tengah terduduk di kursi bandara itu menatap ayah nya yang sedang berdiri di hadapannya. Ia menatap ayah dan ibunya bergantian,lalu menggeleng.

"Aku menunggu seseorang." ucap lelaki itu. Ayah dan ibu dari lelaki itu saling pandang,dan kemudian kembali menatap putra bungsu nya.

"Aku tau,son. tapi ini sudah enam jam kau menunggu,mungkin dia memang benar-benar tidak bisa pergi sekarang... kau har----"

"Aku tidak mau pergi tanpa dia,mum." potong lelaki pirang itu. ibunya menghela napas dalam dan duduk di sampingnya. Wanita itu mengelus rambut putra bungsu nya penuh perhatian dan penuh rasa sayang.

"I know,Luke. I know. tapi kau harus pergi sekarang. masa depan menantimu." Ucap sang ibu.

"Rain adalah bagian dari masa depanku,mum." ucap Luke. ia menyembunyikan wajah nya di dalam telapak tangan. ia merasa sangat lelah,kecewa,khawatir,dan sakit hati,ia sakit karena gadis pujaan nya tak datang. ia lelah karena sudah menunggu selama enam jam namun gadis itu tak muncul juga.

Ia lelah.

Ia hancur.

"Luke..." ibu Luke menatap putra nya yang frustasi itu,lalu menghela napas dalam.

"Luke,dengarkan aku. mungkin ada sesuatu yang membuat Rain tidak bisa datang,tapi itu bukan berarti dia tidaj mau pergi denganmu. beri ia waktu,Luke. dan aku janji,aku akan membawanya kembali padamu lagi,ok?" Ucap Liz,ibu dari Luke yang sedang berusaha untuk menghibur anaknya itu.

"I can't leave without her." ucap Luke dengan suara parau.

"Yes you can." Andy,ayahnya menepuk bahu Luke,berusaha memberikan dukungan untuk anaknya itu.

"Pergilah sekarang,Luke. jangan membuat teman-teman mu kecewa..dan bukankah ini semua impianmu? kenapa kau berhenti sekarang?" ucap ayah nya lagi. Luke terdiam,meresapi ucapan kedua orangtua nya,lalu menghela napas dalam.

"Mum...berjanjilah padaku untuk mengajaknya menemuiku.." ucap Luke setelah ia terdiam cukup lama. Kedua orang tua nya tersenyum lega,dan ibu Luke mengangguk mengiyakan permintaan anaknya itu.

Aku janji,Luke. sekarang,cepat masuk ke dalam terminal. Jangan mentang-mentang kau dapat kebebasan kau jadi seenaknya begitu." ucap Liz dengan nada yang biasa ia gunakan untuk memarahi Luke,membuat Luke tersenyum kecil.

Sekali lagi,Luke menatap ke seluruh arah bandara,berharap bahwa gadis berambut coklat itu muncul secara tiba-tiba disana.

Namun,ia tak menemukan sosok yang ia cari.

Ia menghela napas,kecewa,dan kemudian memeluk erat ibu dan ayahnya,mengingatkan kedua orang tua nya untuk mencari dan menjaga Rain,mengingatkan ibu nya bahwa ia memiliki hutan janji pada Luke untuk mengantarkan Rain pada nya.

Dan setelah mengucapkan selamat tinggal pada kedua orang tua nya,Luke pun berbalik arah dan mulai berjalan memasuki area terminal keberangkatan.

Setiap langkah yang ia tempuh terasa berat baginya.

Setiap langkah yang ia tempuh membuatnya teringt tentang Rain.

Luke teringat senyuman Rain,tawa Rain,tangisan Rain,segala kenangan yang ia lakukan di saat masih ada kebahagiaan di matanya,juga kenangan disaat kebahagiaan itu meredup dari diri gadis nya itu.

Ia menarik napas dalam,dan ketika ia nyaris memasuki gerbang terminal,ia pun tiba-tiba ingin kembali menoleh ke belakang,untuk memastikan kehadiran Rain,untuk memastikan bahwa ia akan merindukan tempat ini,merindukan gadisnya,merindukan orang-orang yang ia sayangi.

Dan tepat saat ia menoleh,ia mendapati gadis berambut coklat yang berdiri di depan nya dengan nafas yang tersenggal-senggal,menandakan bahwa ia baru saja berlarian.

Sebelum Luke sempat berkata apa-apa,gadis itu melompat kearahnya dan mencium bibir nya.

Luke yang reflek menangkap gadis itu pun merasa kaget. ia tidak menyangka bahwa ini semua benar-benar terjadi. ia kira ini semua hanya khayalan nya,hanya imajinasi nya yang terlalu merindu,namun saat bibir yang ia rindukan itu mengecup bibirnya,ia tau bahwa itu semua nyata.

Luke mengalungkan lengan nya ke tubuh gadis berambut coklat itu,menariknya agar semakin mendekat kepadanya,seolah tak mau lagi terpisahkan dari nya.

"I thought i lost you..." bisikan kecil itu muncul dari sang gadis,yang kini memejamkan mata nya. Luke menggeleng kuat,mengelus pipi sang gadis dengan penuh kelembutan dan rasa sayang.

"Tidak,akulah yang berpikir bahwa aku kehilangan kau,Rainella Summer." ucap Luke lembut. Rain membuka matanya,kini kedua mata biru itu beradu.

"Kau menunggu ku?" ucap Rain pelan,Luke terdiam dan mengangguk.

"Kenapa?" tanya Rain. "Kenapa kau mau repot-repot menunggu ku?" tambahnya.

"Karena aku mencintaimu." ucap Luke singkat,dan jujur. Rain terdiam,merasa bersalah.

"Maafkan aku,Luke.. aku tadi... pergi ke makam keluargaku." kerongkongan Rain terasa tersekat saat ia mengatakan hal itu,dan perkataan Rain tadi sanggup membuat Luke terdiam kaget.

"Maksudmu...." Rain mengangguk,menandakan bahwa apapun ucapan yang akan keluar dari mulut Luke adalah kenyataan pahit yang baru terjadi pada dirinya.

"I'm sorry,baby..." bisik Luke,ia menarik Rain ke pelukannya dan mengecup keningnya.

"That's not your fault..." gumam Rain pelan.

"Seandainya saja aku ada di sana untukmu..." Luke memejamkan mata,dan tanpa sadar ia menggertakan gigi nya. ia kesal,ia kesal pada diri nya sendiri karena ia tak ada di saat Rain membutuhkannya.

"Luke,that's okay. kau tidak tau hal itu,jujur,aku juga baru tau.." ucap Rain. ia menarik napas dan melepaskan diri dari pelukan Luke.

"Luke Brooks menyuruhku pergi denganmu,Luke. Ia bilang,aku harus keluar dai kota yang kejam ini,menghapus kenangan pahit,dan membuka lembaran baru bersama mu." ucap Rain sambil menatap mata biru pria yang ia cinta itu. "Dia bilang,aku berhak bahagia. dan....kau,adalah kebahagiaan ku yang tersisa." ucap Rain,ia memejamkan matanya,dan kemudian ia merasakan tangan Luke yang menangkup pipinya.

"Dia benar,kau berhak bahagia,Rain. dan aku,aku janji akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia." ucap Luke penuh ketulusan.

"Everyone deserves their own happy ending. especially you, You deserve a happy ending,my queen." ucap Luke,ia kembali mencium bibir gadis pujaan nya,dan gadis itu,mencium kembali lelaki yang ia cinta.

Dan untuk pertama kalinya semenjak kepergian Luke,semenjak semua permasalahan yang ia lewati beberapa bulan terakhir ini,Rain kembali menjadi dirinya.

Ia kembali menjadi gadis yang membuat Luke jatuh cinta padanya.

Ia kembali merasa bahagia,bersama cinta pertama dan terakhir nya.

Ia kembali merasa bahagia,karena dimana pun Luke berada,maka di situlah kebahagiaan menanti nya.

And after all,she have her own happy ending.

Because she deserve it.

*****

A/n

Tadaaaaa

Looking for Rainella resmi tamat deh yaaaaaaa

Makasih buat teman-teman yang sudah bacaaa,sudah vote,sudah comment,sudah follow jijah,makasih banyak yaaa.

Ini dari awal emang ending nya udah aku rencanain gini:3 terus target emang cuma 30 chapt,gapapa yaa jangan bete yaa :3

Semoga kalian suka cerita iniiiii.
Sekali lagi,

MAKASIH BANYAK TEMAN-TEMAN.

Yang mau nanya-nanya,cus monggo tanya aja ntar jijah jawab.

Udah gitu dulu,sampai ketemu di buku yang lain yaaa,muah

Love you lots! <3

Looking for RainellaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang