-• Luke Robert Hemmings •-
"Jangan tinggalkan aku,Rain." ucapku parau sambil terus memeluk Rain yang baru saja keluar dari toilet wanita. Aku terus memeluk nya,menyembunyikan wajahku di rambut dan lehernya,menghirup aroma khas Rainella yang tidak pernah berubah.
"I've gone from place to place,trying to bring you back. I've walked for days and days,because i can't face the fact that nothing is better than you." ucapku sendu tepat di telinga nya,aku tidak melepaskan pelukan ku,aku tetap memeluknya walaupun ia tidak balas memeluk ku.
"Maafkan aku,Sayang..."
"What the hell you doing here?" Rain melepaskan pelukan ku,dan menatap ku dengan mata yang terkesan dingin itu,aku menggenggam tangan kanan nya dengan satu tangan ku,sedangkang tangan satu nya lagi aku letakkan di dagu Rain,membuat ia menatapku.
"Aku datang karena aku harus menemukan mu." ucapku. "Dan memperbaiki semua yang terjadi di masa lalu." Jawabku sambil balas menatapnya,aku menatapnya dengan tatapan penuh cinta,tatapan penuh sayang,namun ia menatapku dengan tatapan yang tidak bisa ku baca.
Tiada ekspresi di dalam mata biru nya itu.
"Tidak ada yang perlu di perbaiki,Luke." jawab Rain,aku menggeleng.
"Tentu saja ada. Aku ingin memperbaiki hubungan kita. Rain,walaupun aku saat itu mengatakan bahwa kita harus berpisah karena kita terhalang jarak dan waktu,kau harus tau bahwa aku masih mencintai mu. Aku masih mencintai mu hingga saat ini. Aku tidak bisa berhenti mencintai mu,Rainella Summer. aku tau,aku bodoh karena aku sudah menyia-nyiakan mu,aku bodoh karena sudah meninggalkan mu,aku sangat bodoh. Maafkan aku Rain,aku ingin memperbaiki hubungan kita,aku ingin memperbaiki mu,broken angel..." Ucapku sambil menangkup kedua pipinya,ia menatapku tepat di manik mata.
"Memperbaiki aku? untuk apa? agar kau bisa merusak ku lagi?" ucapnya dingin,aku menggeleng kuat-kuat mendengar ucapannya.
"Rain---"
"Dan jangan khawatir,Luke Hemmings. Aku sudah memperbaiki dan membangun kembali hati ku yang sudah hancur berantakan. dan biar ku beritahu,damaged people are dangerous,they know they can survive." ucap Rain datar,aku terdiam dan menatapnya,aku mengusap pipinya dan mencium puncak kepala nya.
"Aku tidak akan menghancurkan mu,Rain. aku akan melindungi mu,aku akan selalu menemani mu,jangan tinggalkan aku.. Beri aku kesempatan,Rain.." Gumamku sambil terus mengecup puncak kepala nya.
Ia diam,dan kemudian mendorong ku pelan.
"Lupakan aku,Luke. Aku tidak baik untuk mu. aku bukan Rain yang kau cinta."
"Kau adalah Rain yang sama dengan Rain yang ku cinta. Kau adalah Rain dan aku mencintai mu.." ucapku sambil menangkup pipinya,ia tidak menatap balas mataku dan menoleh ke arah lain. Aku mengangkat dagunya dan menatap mata nya lembut.
"Rain. aku mencintai mu. Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi,Rain?"
Ia tidak balas menatap mataku tapi ia menjawab pertanyaan ku.
"Tidak." jujur,hatiku sakit mendengar nya,namun aku tidak akan percaya begitu saja.
"Tatap mata ku dan katakan bahwa kau tidak mencintai ku." ucapku,ia diam sejenak,dan kemudian ia menatap mataku.
Ada emosi yang tidak terbaca disana.
Rain menjadi seperti es yang susah dipecahkan.
"Aku. Tidak. mencintai mu." ucap nya sambil menatapku lekat-lekat.
Tanpa sadar aku melepaskan tangan ku yang memegang dagu nya.
Ekspresi dingin Rain benar-benar membuatku yakin jika ia tidak mencintaiku...
"Sekarang,kembali lah mengejar impian mu dan tinggalkan gadis berandal ini." ucapnya. sekilas,aku dapat melihat matanya yang berkaca-kaca,namun kemudian ia membalikkan badan dan berjalan pergi meninggalkan aku.
Apakah kau akan merelakannya pergi begitu saja,Luke? apa kau akan membiarkan ia pergi begitu saja?
Aku mendengar suara hati ku yang berbicara padaku, dan kemudian memutuskan untuk bertindak.
Rain mungkin hanya menutup dirinya dariku.
Ia tidak mungkin melupakan ku egitu saja.
Ia mungkin hanya ingin agar aku berjuang untuknya.
"Rain." aku memanggil nama Rain,dan ia berhenti melangkah, namun tidak berbalik menghadapku.
"You could break my heart into tiny little pieces and i'd still pick them up and put them in your hand." Ucapku.
Rain tidak berbalik,namun ia sedikit menoleh padaku,dan kemudian ia kembali berjalan.
Jika aku tidak mengenal Rain,mungkin aku akan mengira bahwa ia menolakku lagi.
Namun aku mengenal nya,dan aku tau betul bahwa itu pertanda dari Rain.
Jika ia diam,iti berarti ya.
Itu cukup menandakan bahwa Rain ingin melihatku berjuang untuknya.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Looking for Rainella
Fiksi Penggemar"Dimana kau? Maafkan aku,Rainella. Aku tidak menyangka bahwa semua nya akan seperti ini. Maafkan aku,Rain. Sekarang aku kembali,aku akan mencoba untuk memperbaiki mu,memperbaiki hubungan kita. Maafkan kebodohan ku,Rain." - Luke Hemmings "But darling...
