******
Pria tampan ini sedang asyik memainkan game online di ponselnya.
Hari ini adalah hari Minggu. Hari dimana para pekerja, pelajar, libur melaksanakan kegiatan serta aktivitasnya.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu kamar Haikal menggangu ketenangan dirinya yang sedang asyik bergulat dengan ponsel itu. Ia menghentikan sejenak game nya, Haikal menatap malas pintu itu, kemudian dengan malas pula Haikal membukakan pintu kamarnya.
Nampak di sana, sang pengetuk pintunya adalah kakaknya sendiri, Ghita.
"Kenapa?" Tanya Haikal.
Tanpa menyauti pertanyaan Haikal, Ghita segera saja masuk kedalam kamar Haikal.
"Di ajarin lancang emangnya lo ya sama ayah?" Cibir Haikal Kesal
Ghita menatap Haikal dengan malas,
"Permisi Haikal!! Gue mau masuk ke kamar loo!" Cicit Ghita, meminta izin dengan berpura-pura.
Haikal menaikan satu alisnya,
"Ngapain lo kesini?" Tanya Haikal datar.
Ghita masih sibuk mencari sesuatu di dalam kamar Haikal, Ghita tak mengindahkan pertanyaan Haikal.
"Chargeran dong, gue minjem chargeran lo, chargeran gue rusak" cecar Ghita.
Haikal dengan malas mengambil chargeran miliknya diatas nakas tempat tidurnya.
Drrtt!drrtt!
Ponsel Haikal berdering, tanda ada telpon masuk.
Ghita melirik ponsel Haikal, kemudian membaca nama orang yang sedang menelpon ke ponsel adiknya.
Mata Ghita melotot sempurna. kala ia mengetahui siapa yang sedang menelpon adiknya ini.
"HAIKALL!! CEWEK LO NELPON NII ANJING!!" teriak Ghita girang.
Haikal mengernyitkan keningnya, kemudian meraih ponselnya lalu mengecek siapa yang tengah menelponnya ini.
Haikal memutar bola matanya malas, dengan tak punya hatinya, Haikal segera merijek panggilan yang menurut nya tak penting itu.
Haikal melirik sekilas kakaknya, nampak dari raut wajah ghita sedang berbinar bahagia menatap Haikal.
"Lo kenapa?" Bingung Haikal pada eskpresi wajah kakaknya.
"HAIKAL INI SERIUS? LO PUNYA CEWEK NJING? YA ALLAH TERIMAKASIH!! TERNYATA ADIK GUE NORMAL! DIA MAU JUGA SAMA CEWEK!!" Tanya Ghita lebay.
Haikal berdecak kesal dengan tingkah aneh kakaknya.
"Kal, Lo kalo punya pacar kasih tau mamah sama ayah lah janga-"
"Dia bukan pacar gue." Potong Haikal cepat.
Seketika Ghita memasang raut wajah bingung,
"Bukan cewek lo?" Tanya Ghita heran
Haikal menaikan sebelah alisnya,
"Yah elah, gue pikir yang tadi itu cewek lo." Tutur ghita.
"Siapa siapa tuh tadi? Kesya? eh siapa Keysa ya?" Goda ghita
Haikal memasang raut wajah malas ke arah kakaknya itu.
"Padahal gue berharap banget tau nggak! Kalo lo itu punya pacar!"
"Lo sih! Jadi anak dingin banget! Bingung gue sama mamah, dulu waktu hamilan lo, kayanya mama sering nyemilin es batu, makanya lo jadi dingin kaya gini" cerocos Ghita
"Buruan cari pacar! Udah 40 tahun lo ngejomblo!" Cicit Ghita.
"Umur gue baru 17 tahun, nyet!" Umpat Haikal tak terima.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLS [1] My ice boy
Teen Fiction[SELESAI] Akan ku sejajarkan langkah ku dan langkahnya. Akan ku kejar dirinya hingga dapat. Dan akan ku cairkan hatinya yang sedingin kutub utara. --------- --------- Dia dingin, melebihi benua artantika. Kisah tentang perjuangan seorang Keysa Ai...
![SLS [1] My ice boy](https://img.wattpad.com/cover/214006333-64-k769212.jpg)