******
PLAK!
Satu tamparan lagi berhasil mendarat mulut di pipi haikal. Haikal mencengkeram celananya kuat, menahan sakit di pipi sebelah kirinya, namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain hanya diam dan menunduk.
"Ini tas kamu kan?" Tanya kepala sekolah itu masih dengan nada marah.
Haikal memanggukan kepalanya perlahan dan ragu,
"Kamu datang ke kelas tidak membawa tas! Dan di dalam tas kamu ada satu bungkus rokok." hardik kepsek tersebut.
"Kamu merokok saat kamu bolos! Saya sudah mengetahui itu. Sudah saya kasih tau berapa kali haikal! Bahkan saya sudah memberikan kamu surat peringatan untuk kedua kalinya. Tapi kamu masih aja nggak berubah."
"Kamu masih suka membolos! Kamu merokok! Apa itu yang dinamakan seorang pelajar?"
"Pihak sekolah sudah jengah dengan perilaku kamu selama kamu bersekolah disini. Harus dengan cara apa kami memberitahu mu?!"
Haikal tak bergeming, haikal masih terdiam sambil mendengarkan celotehan amarah dari kepsekdi hadapannya ini.
"Apa kamu mau di keluarkan dari sekolah??" Ancamnya.
"Jangan pak." Saut haikal menatap kepsek di depannya ini.
"Kalau kamu nggak mau di keluarin dari sekolah, rubah sikap kamu."
"Maaf pak, kasih saya kesempatan."
Kepsek tersebut menghela nafas panjang, mengontrol nafas dan emosinya yang masih memuncak.
"Oke, saya akan memberi kamu kesempatan. Jika kamu masih melanggar. Saya nggak akan segan-segan mengeluarkan kamu dari sekolah ini. Kamu Faham?" Ancam mutlak kepsek itu.
"Baik pak" saut Haikal masih menundukan kepalanya.
"Sekarang kamu boleh keluar dari ruangan saya." Titah kepsek itu.
"Permisi, pak."
Setelah itu Haikal segera keluar dari ruangan kepala sekolah menuju kelasnya kembali.
Banyak tatatapan-tatapan kagum dan panggilan dari para perempuan yang menyukai Haikal. Namun masih seperti biasa, haikal mengabaikan itu semua bagaikan angin lewat.
Sesampainya dikelas, Haikal langsung di interogasi oleh beberapa temannya, begitu pun dengan Keysa yang segera menghampiri Haikal dan bertanya.
"Haikal, lo kenapa lagi? Lo nggak di apa-apain kan?" Tanya Keysa cemas.
Haikal menatap Keysa dingin,"nggak." Saut Haikal.
"Emang lo kenapa lagi? sampe-sampe dipanggil gitu?" Tanya Keysa.
"Bukan urusan Lo!" Sargah Haikal Berjalan mengabaikan Keysa menuju bangkunya.
"Apapun yang berkaitan sama lo, itu jadi urusan gue Haikal." Saut Keysa tegas.
Haikal menghela nafas jenuh, Menghentikan langkahnya kemudian menatap jenuh keysa.
"Terserah."
Setelah acara singkat mereka, kemudian datanglah guru mata pelajaran selanjutnya dikelas 12.E
Pelajaran pun kembali berlanjut.
******
"Haikal!Haikal!"
Keysa terus mengejar haikal, Keysa terus mensejajarkan langkah kakinya dengan Haikal.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLS [1] My ice boy
Teen Fiction[SELESAI] Akan ku sejajarkan langkah ku dan langkahnya. Akan ku kejar dirinya hingga dapat. Dan akan ku cairkan hatinya yang sedingin kutub utara. --------- --------- Dia dingin, melebihi benua artantika. Kisah tentang perjuangan seorang Keysa Ai...
![SLS [1] My ice boy](https://img.wattpad.com/cover/214006333-64-k769212.jpg)