*******
"Mungkin harus sampai disini saja, kau bersamanya, dan aku bersama dengan lukaku dan perasaan untukmu yang sampai kapanpun akan Slalu aku simpan."
-Amanda Keysa Ainsley
*******
Pria dingin itu tengah asyik dengan kebiasaannya, yaitu memainkan game online diponselnya.
Pikiran dan dirinya sedang tidak searah sekarang.
Didalam kelas hanya ada dirinya saja seorang. Ia sedang malas sekarang untuk ketempatan tongkrongan biasa dirinya membolos.
Haikal berulang kali menghela nafas, pikirannya sedang tidak manusiawi.
Tanpa diduga-duga, masuklah seorang gadis cantik kedalam kelas seorang diri.
Betapa terkejutnya Keysa saat melihat haikal sendiri didalam kelas.
Gadis itu mengatur raut wajahnya kemudian melanjutkan langkahnya masuk kedalam kelas dengan ekspresi dan sikap sebiasa mungkin.
Tujuannya ke kelas adalah ia ingin mengambil novel yang berada didalam tasnya, dengan segera Keysa mengambil novel tersebut.
Haikal menyadari ada Keysa dikelas, dengan langkah yang tergesa-gesa gadis itu segera keluar dari kelas, namun langkahnya terhenti saat dirinya dipanggil oleh seseorang.
"Tunggu!" Cegah haikal.
Keysa menghentikan langkahnya, haikal menghampiri Keysa yang nampak tidak menoleh kearahnya, dengan posisi Keysa membelakangi haikal.
"Udah puas? Jadi penganggu di hidup gue? Dan udah puas ngancurin pertemanan gue?" Ujar haikal dingin.
Keysa sedikit terkejut mendengarnya,
"Jawab gue!" Bentak haikal.
Keysa Membalikan tubuhnya menatap haikal, ia memberanikan dirinya menatap iris coklat legam dingin milik mata haikal.
"Gu-gue nggak pernah bermaksud ngancurin pertemanan lo dan ngenganggu hidup lo." Saut Keysa gemetar.
"Terus kalo menurut lo nggak gitu, selama ini apa?! Hah!" Caci haikal mendekatkan dirinya pada wajah Keysa.
Gadis itu menundukan kepalanya takut.
"Keysa! Guna nya lo Slalu ngejar gue itu apa sih? Padahal lo udah tau jelas kalo gue itu Slalu nolak lo! Apa karena gue ganteng? Apa karena gue populer? Atau apa emang lo murahan?!"
Keysa memejamkan matanya yang sudah penuh dengan air mata tersebut. Dirinya seperti dihempaskan begitu saja kelaut.
"Gue nggak pernah semarah atau sekasar ini Key."
"Dan gue juga nggak pernah secinta dan segila ini memperjuangkan cowok." Sargah Keysa.
Keysa kembali menatap mata haikal yang terpancar aura kebencian itu. Mata gadis itu kini telah mengeluarkan butiran bening yang membasahi kedua pipinya.
"Kal..."
"Asal lo tau. Gue Slalu ngejar lo dan Slalu kuat jika dapet perlakuan kasar apapun dari lo itu karena gue tulus sama lo. Lo nggak bisa ngerasain itu sedikit aja?"
"Gue Slalu tahan rasa sakit hati di setiap perkataan kasar yang Slalu lo lontarin ke gue. Gue Slalu sabar ngandepin sikap lo yang Slalu ngabain gue. Apa itu kurang buat nyadarin lo kalo cinta gue itu nggak main-main?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
SLS [1] My ice boy
Teen Fiction[SELESAI] Akan ku sejajarkan langkah ku dan langkahnya. Akan ku kejar dirinya hingga dapat. Dan akan ku cairkan hatinya yang sedingin kutub utara. --------- --------- Dia dingin, melebihi benua artantika. Kisah tentang perjuangan seorang Keysa Ai...
![SLS [1] My ice boy](https://img.wattpad.com/cover/214006333-64-k769212.jpg)