******
——
——
Pria dingin itu terus mengumpat berkali-kali, Ia meruntuki sendiri motornya yang mati disaat yang tidak tepat. Padahal sebentar lagi bell masuk akan berbunyi, jarak dari tempat motornya mogok dan sekolah pun lumayan jauh.
Haikal terus mengotak-atik mesin motornya yang saat ini sedang mati. Hembusan nafas jenuh dari pria itu Slalu ia hembuskan.
Cuaca saat ini juga sedang tidak mendukung, langit nampak gelap bertanda akan segera turun hujan. Haikal terus mengumpat, kenapa disaat ini tidak ada satupun teman sekolahnya yang lewat.
Sungguh sial.
"Semoga aja ada orang lewat dan bantu gue." Ucap haikal berharap.
Sepertinya, harapan haikal segera terkabul. Seketika lewatlah mobil berwarna merah Dihadapannya. Mobil itu berhenti.
Kemudian senyum haikal mengembang, akhirnya ada juga orang yang ingin membantunya.
Dari dalam mobil, keluarlah gadis cantik berseragam sama seperti yang dikenakan haikal. Gadis itu menghampiri haikal.
Haikal membulatkan matanya terkejut saat ia mengetahui siapa gadis bermobil yang saat ini berhenti dihadapan nya itu. Dia Keysa.
Keysa menghampiri haikal yang saat ini sedang terpelanga menatapnya.
"Ekhem." Keysa berdehem untuk menyadarkan haikal. Haikal mengedipkan matanya berkali-kali kemudian tersadar.
"Motor lo kenapa?" Tanya Keysa dengan nada datar. Tidak seperti biasanya ia berbicara dengan haikal.
"Mogok." Saut haikal.
"Oh..yaudah bawa kebengkel aja, gue duluan."
Setelah mengatakan hal itu, Keysa segera melengaskan langkahnya menuju mobilnya kembali.
Haikal tak percaya dengan respon dari gadis itu. Ia berpikir bahwa Keysa akan membantunya, atau sekadar mengajaknya untuk menuju sekolah bareng. Namun itu sama sekali diluar ekspetasinya.
Mobil Keysa berjalan dengan kencang. Meninggalkan haikal beserta motor mogoknya begitu saja.
"Shit!" Umpat haikal.
Keysa benar-benar meninggalkan haikal begitu saja. Tanpa berniat membantunya.
Di satu sisi, gadis didalam mobil berwarna merah tersebut sedang berusaha keras menahan rasa iba dan pedulinya pada haikal. Sejujurnya, Keysa tak tega meninggalkan haikal begitu saja bersama motor mogoknya.
Tapi mau bagaimana lagi? Itu memang sudah jadi pilihan Keysa.
"Lo harus bisa key! Ini kemauan haikal untuk lo pergi dan nggak ganggu hidup dia lagi." Ujar Keysa pada dirinya sendiri.
Keysa terus memikirkan dan cemas pada haikal, namun sebisa mungkin ia mengabaikan begitu saja semua rasa itu.
Kembali pada pria dingin ini.
Haikal bingung, ia harus apa dan bagaimana sekarang?
Tiiin! Tiin!
Sepertinya haikal diberi kesempatan dan pertolongan lagi sekarang. Dihadapan haikal terdapat mobil putih yang berhenti.
Dari dalam mobil keluarlah wanita cantik bertubuh indah, Deevita.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLS [1] My ice boy
Teen Fiction[SELESAI] Akan ku sejajarkan langkah ku dan langkahnya. Akan ku kejar dirinya hingga dapat. Dan akan ku cairkan hatinya yang sedingin kutub utara. --------- --------- Dia dingin, melebihi benua artantika. Kisah tentang perjuangan seorang Keysa Ai...
![SLS [1] My ice boy](https://img.wattpad.com/cover/214006333-64-k769212.jpg)