24 || Keysa nggak sanggup

4.4K 180 2
                                        

******
Seperti biasa, jangan lupa tekan tanda Vote dulu untuk mendukung cerita ini;))😁

*****

     Keysa berjalan menjauhi perpustakaan, ia menundukan kepalanya, mengabaikan begitu saja sapaan dari orang-orang yang mengenal Keysa. Mood nya sedang tidak searah dengan dirinya sekarang.

Ini sudah genap 4 hari ia berpura-pura mendiami haikal seperti ini, sesungguhnya ia tidak kuat. Keysa ingin sekali menegur serta bertanya banyak hal pada haikal.
Sudah 4 hari tidak ada perubahan dari sikap haikal, ia masih tidak peduli dengan Keysa. Percuma Keysa menahan untuk berpura-pura mendiami haikal seperti ini, Jika nyatanya tidak membuahkan hasil. Lebih baik Keysa teruskan saja perjuangannya.

Ya! Keysa harus menyudahi drama yang membuatnya sengsara ini, dan kembali mengejar dan memperjuangkan haikal.

Keysa bergegas menuju kelas, ia ingin menghampiri pria itu dan mengatakan yang sebenarnya pada pria itu.
Untungnya, saat Keysa tiba di kelas, kelas masih sepi. Sudah bisa di tebak bahwa yang lain masih istirahat dan jajan di kantin.
Senyum Keysa mengembang kala ia menemukan pria yang ia cari. Haikal sedang asyik dengan kebiasaannya yaitu mendengarkan lagu lewat ponselnya. Keysa menghampiri haikal, haikal masih tak menyadari kedatangan Keysa.

Keysa mengambil posisi duduk tepat disebelah kursi kosong haikal. "haikal?" Panggil Keysa.

Haikal membuka matanya, ia masih bersikap biasa tidak terkejut kemudian menatap Keysa dengan sorot mata dingin dan intens.

"Mau apa?" Tanya haikal menatap Keysa dingin.

"Haikal, sebelumnya gue cuma mau bilang sama lo, kalo beberapa hari ini..." Keysa menggantungkan ucapannya, ia melirik haikal sekilas, nampak haikal seakan tak mendengarkan ucapannya karena headset yang masih menempel di telinganya.
Keysa mendengus kesal karena diabaikan oleh haikal.

"Kal, lo denger gue nggak si?" tanys Keysa kesal.

"Denger."

"Denger kok dari tadi diem aja!"

"Telinga gue ada dua, dan keduanya masih berfungsi." Ujar haikal seraya menatap Keysa dingin.

"Soal beberapa hari yang lalu, waktu gue Ngejauhin lo, sebenernya, itu cuma pura-pura doang" lanjut Keysa menjelaskan, gadis itu melirik kearah haikal, Keysa ingin melihat bagaimana reaksi pria itu saat dirinya menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Haikal menatap gadis di sampingnya ini, kemudian menaikan sebelah alisnya.

"terus urusannya sama gue apa?" Tanya haikal dingin.

Seketika Keysa diam, seakan mulutnya terkunci oleh respon haikal.

"Gue cuma ngasih tau aja. lo jangan salah Faham, gue masih suka kok sama lo, gue juga nggak berniat sama sekali buat ngejauh dari lo atau ngabain lo, justru gue Slalu mau deket sama lo" ujar Keysa dengan nada berbicara meyakinkan haikal.

"Oh, tapi gue nggak peduli." Saut haikal tak berselera, Haikal kembali, memalingkan pandangannya kearah ponselnya.

"Kalo lo mundur beneran juga nggak masalah, itu jauh lebih bagus." Ujar haikal menekankan omongannya di kalimat akhir.

SLS [1] My ice boy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang