13 || Patah hati pertama

4.4K 178 6
                                        

*******

"Keysa!" Panggil Fahri masih berusaha mengejar Keysa yang sudah berlari meninggalkannya.

Keysa dengan beraninya, memanjat pagar belakang sekolah itu kembali dengan gampangnya, seakan ia sudah terbiasa memanjat pagar itu.

Air mata Keysa terus menetes, walau raut wajah Keysa nampak biasa saja, bahkan di bilang saat ini sedang datar, namun air matanya slalu mengalir dari kedua kelopak mata itu.

"Keysa tunggu!" Cegah Fahri masih berusaha mengejar Keysa yang sudah berlarian itu.

Keysa masih tak menggubris panggilan dari Fahri, ia terus berlari. pandanganya terus lurus ke arah depan.
Sampai akhirnya Keysa tiba di kantin sekolah yang sudah ramai akan para siswa ini.

"Itu Keysa bukan?" tutur Maureen saat melihat Keysa lewat begitu saja di depan kantin.

Mata yang lain pun langsung menangkap sumber yang di maksud oleh Maureen, Keysa.

"Eh iya, itu dia anaknya." Timpal Aulia.

"Key! Keysaa!" Panggil aulia melambaikan tangan ke arah Keysa.

Keysa menghentikan langkahnya, kala panggilan dari suara yang tak asing baginya memanggilnya, Keysa menengok ke arah sumber suara. Tepat di sana terdapat teman-teman Keysa. Dan ada juga igem beserta Ardi di sana.

"Kesini" titah Aulia.

Untuk kali ini, Keysa tak mengabaikan panggilan itu, ia menghampiri teman-temannya yang sudah memanggilnya itu.

Mata Keysa masih berair, bahkan wajah Keysa pun memerah akibat menangis tadi. Keysa segera duduk di kursi kantin bergabung bersama teman-temannya yang lain.

"Lo kemana aj-"

tanpa aba-aba, Keysa segera memeluk tubuh Aulia, lalu menangis sejadi-jadinya di pelukan Aulia.

Yang lain pun terkejut dengan tingkah Keysa yang saat ini sedang menangis itu, semua terkejut. Terkecuali igem, yang masih asik menyantap batagornya itu.

"Eh Lo kenapa? Key? Kenapa si Lo?" Bingung Aulia.

Keysa tak menjawab, masih menangis di pelukan Aulia.

"Lo kenapa anjir?" Cecar nashwa heran.

Keysa melepas pelukannya, memberanikan diri menatap teman-temannya.

"Lo kenapa?" Tanya Ardi Ikut membuat suara.

Berasa sekelilingnya ada yang aneh, akhirnya igem pun ikut-ikutan bertanya.

"Kenapa si Lo, otan?" Tanya igem sok serius.

Keysa melirik tajam ke arah igem,
Kemudian menangis kembali.

"Yah! Yah! nangis lagi, elo si gem!!" Cibir sheryl sambil menggelepak kepala igem.

"Aduh.."

"Gue kenapa emangnya?" Tanya igem polos.

"Gara-gara Lo nanya ke Keysa, dia jadi nangis lagi kan" saut Aulia.

"Tau! Ini semua gara-gara igem!" Cicit nashwa ketus.

"Ya Allah teman-teman. dari tadi kan gue cuma makan batagor" jawab igem sambil menunjuk sepiring batagor yang sudah ludes itu.

"Ya bener! ini semua emang gara-gara Lo gem!" timpal Ardi mendukung

"Ko jadi salahin gue si, emang gue kenapa?" ucap igem bingung.

"Lo makan batagor punya gue!" sargah Ardi sinis.

"Ya elah di, itung-itungan amat si Lo sama gue" lirih igem.

Ardi pun hanya menahan tawanya, kala ia berhasil meledek igem.

SLS [1] My ice boy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang