19 || Get well soon, keysa!

4.3K 174 0
                                        

******

  Ujian kenaikan kelas sudah selesai, saat ini liburan sekolah menyambut hari raya besar lebaran pun tiba.
Banyak para pegawai serta para pelajar yang sudah libur dari kegiatan sehari-hari mereka.

Sudah beberapa minggu gadis ini tak nafsu makan, mual bahkan lemas.
Jika ia di beri nasi maka nasi itu akan di keluarkan kembali olehnya.

Keysa masih bergelung pada kasur dan selimut unicor nya, termometer sudah terpasang di ketiak Keysa dari tadi, mata gadis ini nampak sayu dan memerah, dengan bibir pucat, tidak pink seperti biasa-biasanya.

Sudah 2 minggu ini tubuh Keysa lemas dan muntah-muntah, itu karena selama ia menjalankan puasa ramadhan, Keysa jarang memakan nasi, ketambah lagi asupan nutrisinya selama bulan puasa tidak stabil.
Fisik Keysa memang lemah, ia sangat mudah sakit, bahkan jika terlalu lelah dan terlalu memforsir tenaganya pun Keysa akan sakit.

"Makan dulu ya?" Ujar ismi menghampiri Keysa.

Keysa menggelengkan kepalanya lemas,

"Nanti kalo kamu nggak mau makan, sakitnya nggak sembuh-sembuh" ucap ismi.

"Keysa nggak nafsu makan..." lirih Keysa dengan suara lemahnya, gadis itu sungguh lemas saat ini.

"Makan sedikit aja biar ada tenanganya, Abis itu minum obat"

Keysa tetap menggelengkan kepalanya, perutnya rasanya aneh, tidak ingin menerima masukan nasi.

Ismi menghela nafas jenuh menatap wajah putrinya yang memucat.

"Kalo makannya di suapin sama haikal mau?" Ujar ismi menggoda

Keysa membuka matanya yang semula ia pejamkan, terkejut mendengarnya.

"Mau banget! pasti Keysa lansung sembuh deh nanti.." saut Keysa tersenyum tipis sambil cengengesan.

Ismi menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

"Ayo makan dulu, sedikit aja. 5 suap aja deh" pinta ismi tak menyerah, putrinya itu harus diberi makan.

"Mama suapin ya" sambung ismi mulai mengambil sepiring nasi.

Akhirnya Keysa tak menolak, tubuhnya rasanya lemas sekali, ia juga perlu sedikit energi untuk tubuhnya, Keysa pun makan walau hanya sedikit.

Suapan demi suapan perlahan habis meskipun agak lama, setelah itu Keysa meminum obatnya.

"Udah kamu tidur lagi, cepet sembuh ya" ucap ismi mengelus rambut putrinya.

Ismi keluar dari kamar Keysa membiarkan Keysa Kembali istirahat.
Keysa mengambil ponselnya yang ia taruh di atas nakas samping ranjangnya.
Keysa membuka WhatsApp nya, ia melihat last seen haikal, kontak haikal Slalu Keysa sematkan meskipun haikal tidak pernah membalas pesannya, ngomong ngomong soal chat haikal, selama sebulan penuh ini, selama Keysa mendapat saran dari aulia untuk menjauhi haikal, Keysa sama sekali tidak pernah mengirim pesan untuk haikal, menelfon pun juga Sudah tidak pernah lagi.
Keysa berusaha melakukan itu demi saran sial dari aulia, itu sangat menyiksa Keysa.

selama liburan sekolah Keysa tidak sama sekali menghubungi atau menanyakan kabar haikal, sejujurnya ia sangat merindukan haikal.

"Kangen banget sama haikal..." lirih Keysa

******

Pukul 11 malam Keysa terbangun dari tidurnya, ia merasa haus sekali, namun persediaan air di kamarnya habis, ia ingin memanggil mamahnya namun jarak kamar Keysa dan mamahnya jauh di Banding jarak kamar Keysa ke dapur.

Akhirnya Keysa memilih untuk ke dapur walau tubuhnya masih terasa begitu lemas.
Saat Keysa bangun dan berdiri, ia merasakan pusing yang amat pusing hingga rasanya seluruh benda di sekitarnya berputar, keysa berpegangan pada dinding kamarnya, menuju dapur dengan langkah perlahan.

Keysa menuangkan air ke dalam gelas dengan ekspresi menahan sakit karena pusing, Keysa memegangi kepalanya, tangan satunya memegang gelas.

Saat Keysa hendak berjalan kembali menuju kamarnya, kepala Keysa rasanya begitu sakit sekali dan pusing, seluruh tubuhnya juga terasa kaku dan lemas, ulu ati perut Keysa terasa perih, keringat bercucuran di seluruh tubuh Keysa,
Pandangan sekitar Keysa perlahan menjadi buram, pudar dan berwarna hitam.
Keysa terjatuh dan...

Brakk!

Gelas kaca di genggaman Keysa terjatuh dan pecah hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring sampai membangunkan ismi,
Merasa ada suara dari dapur ismi segera menuju ke arah dapur,

Alangkah terkejutnya ismi ketika ia tiba di dapur, ia menemukan Keysa sudah tergeletak tak sadarkan diri.

"Keysaa!!!"

******

Pria tampan ini sedang uring-uringan karena terbangun dari tidurnya, entah kenapa haikal terbangun tanpa sebab malam ini, haikal tidak bisa kembali tertidur, ia memilih untuk memainkan ponselnya.

Haikal membuka notif WhatsApp nya, kemudian menyerngitkan keningnya sambil tersenyum kecut dan miring.
Ternyata dugaan nya salah, ia pikir ia akan mendapatkan pesan dari gadis itu lagi, namun ini bukan pesan dari Keysa.

Haikal cukup aneh dengan Keysa selama sebulan ini, Tumben sekali gadis itu tidak mengirimnya pesan atau menelponnya seperti malam-malam biasanya.

Ia membuka roomchat dirinya dengan Keysa, haikal tersenyum sinis kala ia membuka roomchat nya dengan Keysa, banyak pesan yang keysa kirim untuk haikal, namun satupun tidak ada yang di balas olehnya.
Hanya pesan terakhir satu bulan yang lalu yang Keysa kirim untuk haikal.

"P"

"Lo udah sampe rumah?"

"Makasih udah anterin gue pulang ya:3"

Hanya itu pesan satu bulan yang lalu yang Keysa kirim untuk haikal, setelah itu Keysa tak memberi pesan apapun lagi pada haikal.

Haikal cukup aneh dengan sikap Keysa saat ini, namun ia mengacuhkannya dan tidak peduli.

"Bagus lah, setidaknya dia udah nggak ngeganggu gue lagi" ucap haikal acuh tak acuh.

Haikal memilih untuk bermain game saja selama ia insom, dan tidak memperdulikan Keysa.

******

Bersambung...

SLS [1] My ice boy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang