******
Keysa sibuk sendiri di dalam kelasnya, pikirannya tidak fokus pada pelajaran yang sedang di terangkan oleh guru di depan, pikiran Keysa saat ini adalah haikal, Haikal, dan Haikal.
Kringgg!!!!
Bell istirahat kedua pun berbunyi, tanpa lama lagi, Keysa segera keluar kelas sendiri, menuju ruang BK
"Mau kemana tuh anak?" Tanya nashwa yang melihat gelagat Keysa bergegas keluar kelas.
"Nggak tau, paling kebelet kali mau ke toilet" Saut aulia mengedikan bahunya.
Keysa berlarian kecil menuju ke ruang BK, tepat di mana haikal sedang di hukum oleh guru bk itu.
Sesampai nya ia di ruang BK, yang tertutup pintu berwarna hitam itu, namun masih dapat terlihat oleh Keysa dari luar.
Ia melihat di dalam sana ada Haikal, dan beberapa orang lain nya tengah di sidang oleh guru BK.
Keysa dapat melihat jelas wajah Haikal yang nampak memerah di bagian pipinya, Haikal menundukkan kepalanya.
PLAK!!
Satu tamparan lagi mendarat mulus di pipi putih Haikal.
ia memejamkan matanya saat melihat tamparan dari guru BK itu mengenai pipi Haikal.
Seketika hatinya terasa perih bagai teriris pisau.
ia tidak berani melihat lagi, Keysa segera balik ke kelas nya.
Matanya sudah memerah menahan air matanya, entah kenapa ia dapat merasakan apa yang di rasakan Haikal tadi, Keysa memegangi pipinya seakan bahwa dia yang sudah mendapat tamparan dari guru BK itu.
"Abis dari mana Lo?" Tanya nashwa saat keysa tiba dikelas dengan ekspresi lusuh.
"To-toilet," dusta Keysa kikuk.
"Si Haikal udah keluar dari BK?" Tanya Aulia.
"Gue nggak tau," saut Keysa menundukan kepalanya.
"Lagian tuh anak, dari kelas 10, nggak pernah kapok! Masih aja begitu!" Cibir Aulia greget.
"Eh noh, mereka udah keluar dari ruang BK!" Maura Menunjuk ke arah segerombolan siswa laki-laki yang baru keluar dari ruang BK.
"Ko muka mereka merah-merah gitu si, kayanya abis di pakein blashon aja deh" ucap Merly dengan polosnya.
Seketika semua menatap tajam ke arah merly, Merly hanya menyengir tak berdosa.
"Haikal mukanya merah banget itu...apa mereka abis di tamparin?" Ucap maureen heran.
Haikal dan ketiga teman nya lewat di depan kelas Keysa, tapi kali ini Haikal dan Keysa tidak eyes to eyes kembali, Haikal masih memandang lurus jalan di depannya.
"Haikal" panggil Keysa seraya mengembangkan senyum simpul kearah laki-laki tersebut.
Haikal melirik sekilas Keysa, gadis itu mengembangkan senyuman kecil pada Haikal, namun detik berikutnya Haikal membuang muka nya ke arah lain, dan melanjutkan langkah nya menuju kelas nya.
Senyum Keysa perlahan memudar, saat mendapat respon seperti itu dari Haikal.
"Sabar" ucap Aulia menepuk bahu Keysa.
*****
Sepulang sekolah, gadis itu merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu saat ia sudah pulang sekolah, membuka ponsel nya dan membuka aplikasi WhatsApp nya.
Keysa memanyunkan bibirnya, saat pesan semalam yang ia kirim untuk Haikal hanya di read oleh Haikal.
ia melihat sw sw teman-temannya, sampai Keysa terkejut kala mendapatkan Haikal membuat snap WhatsApp! Untuk pertama kalinya! Tanpa lama lagi Keysa segera membuka dan melihat sw laki-laki itu.
Ketauan, di kejar polisi sampe kejar-kejaran.
Keysa cukup terkejut membacanya, kemudian ia berkomentar pada sw yang dibuat Haikal.
"Kok bisa? Polisi nya beneran? Emang Lo tadi ada di mana?"
Chat dari Keysa langsung ceklis dua berwana abu-abu.
Keysa melihat last seen Haikal, Haikal sedang online saat ini.
ia kemudian menunggu balasan chat dari Haikal, berharap Haikal akan membalasnya kali ini, Keysa terus setia memegangi ponselnya, walau kantuk terasa saat ini dan lelah hari ini pun menghampirinya, namun Ia tak kentar, ia masih ingin menunggu Haikal membalas pesan dari nya.
Tanpa Keysa sadari, ia sudah terjun ke dua mimpi dalam keadaan ponsel yang masih menyala dan masih di tempat roomchat dirinya dengan Haikal.
*****
"Lo kenapa bisa masuk ruang BK lagi?" Cicit fahri Bertanya.
"Ketauan," saut Haikal singkat, tanpa menoleh pada lawan bicaranya.
"Ketauan ngapain? Bolos?" Timpal fahri.
Haikal melirik Fahri dari ekor matanya, kemudian bersaut.
"Bukan urusan Lo ri!" sargah Haikal.
"Urusan gue lah, Lo temen gue" balas Fahri.
"Lo nggak ngaca?" Tanya Haikal menatap dingin Fahri.
"Lo sama gue nggak jauh beda." Sambung haikal bergegas pergi dari tempat bascamp mereka.
"Gue beda dari lo, gue masih jaga batasan gue sebagai pelajar, sedangkan lo kelewatan Batas kal" ucap Fahri Gamblang.
"Terserah lo." Saut haikal lalu pergi begitu saja meninggalkan teman-temannya menggunakan motor sport nya.
"Lah tuh anak mau kemana? Baru aja gue beliin dia teh jus ni" ucap igem yang tiba-tiba datang membawa 4 bungkus es teh jus.
"Udah Mening buat gue aja sini!" seru Ardi, seraya mengambil es yang semula milik haikal.
"Gem, Mening lo kasih tau bokap nya lagi aja tuh si haikal," tutur Ardi Memberi saran.
"Kasian ke haikal nya gue, kadang sering banget gue ngedenger dia ribut sama bokap nya" jawab igem seraya menyedot es ditangannya.
"Kapan berubah nya si tuh anak." Lirih Fahri jenuh.
*****
Keysa sedang berada di dalam kamarnya yang bernuansa serba unicorn itu. Kamarnya serba-serbi kuda poni, tidak akan bisa ditebak jika itu adalah kamar milik gadis berusia 17 tahun.
Tatapannya masih saja terarah pada ponsel nya. sama seperti kemarin, Ia masih mengharapkan balas chat dari haikal.
"Haikal sesibuk itu kah sampe chat gue satu pun nggak ada yang di bales..." lirih Keysa sedih.
Keysa merenung, ia memeluk salah satu koleksi boneka unicorn kesayangannya itu yang ia beri nama Jennie.
"Kenapa perasaan gue jadi begini? Apa iya gue beneran jatuh cinta sama haikal?"
*******
Bersambung....
KAMU SEDANG MEMBACA
SLS [1] My ice boy
Roman pour Adolescents[SELESAI] Akan ku sejajarkan langkah ku dan langkahnya. Akan ku kejar dirinya hingga dapat. Dan akan ku cairkan hatinya yang sedingin kutub utara. --------- --------- Dia dingin, melebihi benua artantika. Kisah tentang perjuangan seorang Keysa Ai...
![SLS [1] My ice boy](https://img.wattpad.com/cover/214006333-64-k769212.jpg)