Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

historia adicional

5.3K 510 83
                                        

Jumat, 28 februari 2020

Iqbaal, bunda rike, serta teh ody sudah berada di kediaman rumah milik (namakamu) dibilangan jakarta selatan, sejak kejadian di bali malam itu iqbaal langsung kembali ke jakarta atas obrolannya dengan ravil yang meminta iqbaal memberi waktu (namakamu).

"Maaf ya rike atas perilaku anak aku, iqbaal jadi sakit gini" Ucap ibu dina kepada bunda rike "Gapapa bukan salah (namakamu) kok din memang si iqbaal selalu drop kalau banyak pikiran" .

"(Namakamu) nya mana tante?" Tanya teh ody melirik ke semua penjuru rumah ini. "Ada di kamar subuh tadi baru sampe jakarta" teh ody hanya menganggukan kepala.

"Saya kaget awalnya (namakamu) minta batalin pernikahan ini via telfon, untung aja saya gaada riwayat jantung. Memang anak itu kalau udah kelewat kesel suka mutusin masalah gapake akal sehat rike" Jelas ibu dina menggelengkan kepala, mengingat tengah malam anak gadisnya menangis via telfon.

"Iqbaal sih ga cerita masalah itu, saya juga denger dari dinda soalnya iqbaal lebih terbuka masalah ini ke dinda ga ke saya takutnya nambahin pikiran eh malah jadi kepikiran nya sekarang" Iqbaal yang sedari tadi menyenderkan kepalanya pada teh ody hanya menatap datar.

"Iqbaal kalo masih pusing tidur di kamar tante boleh baal, apa mau tante siapin kamar tamu tempat kamu biasa nginep hehehe" ibu dina sebenarnya tidak tega melihat iqbaal yang seperti ini "Gapapa kok iqbaal disini aja"

"Bibi koper aku dima-" (Namakamu) yang sedang turun dari tangga dengan langkah pelan masih menggunakan baju tidur dan sedang mengucek kedua matanya kaget ketika melihat di ruang tamu sudah ada iqbaal, bunda rike, teh ody dan juga ibunya.

"Eh ada tamu" (namakamu) menyegir dan menghentikan langkahnya menatap ibunya "bibi mana bu?" tanya (namakamu)

"Di dapur, kenapa?" jawab bu dina kepada anak gadisnya "Koper aku dimana ya? masih di mobil atau dimana?" (namakamu) merapihkan rambutnya yang masih berantakan khas orang bangun tidur.

"Nanti ibu tanyain, kamu mandi dulu nanti kesini ya" (namakamu) menganggukan kepala nya "Salamannya nanti ya bunda , ibu hamil aku mau mandi dulu" teh ody dan bunda rike tertawa dan menganggukan kepalanya, (namakamu) kembali lagi masuk kedalam kamar.

"Yah kasian le ga di tegor!" Ucap teh ody meledek iqbaal yang sejak tadi menunduk tak memperhatikan (namakamu) "Teteh?!" Ujar bunda rike kepada teh ody dan memberikan tatapan tajam agar teh ody tidak menggoda iqbaal.

Bi tina datang membawakan minuman untuk bunda rike, iqbaal dan juga teh ody "Makasih ya jadi ngerepotin gini" ucap bunda rike "Gapapa lah rike, maaf banget cuma bisa nyediain ini" Ucap bu dina.

"Bi tadi (namakamu) nyariin koper, tolong dibawa naik ke kamar nya ya bi. tolong bilangin jangan lama lama juga mandi nya" Ucap Bu dina kepada art nya itu, dan mendapat anggukan.

(Namakamu) yang sedang berada di kamar mandi itu, dengan segera gimana pun caranya dia mandi agar tidak lama karna tidak enak dengan keluarga mantan kekasihny itu sudah menunggu. Alhasil dirinya hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja lalu mengganti pakaian casualnya "Non kata nyonya jangan lama mandinya" Teriak bi tina dari luar kamar mandi "Iyaa bi" (namakamu) keluar dengan menepuk menepuk wajahnya yang masih basah.

"Loh tumben non udah kelar mandinya"

"Kata ibu kan gaboleh lama bi"

"Koper aku tolong di benahin lagi ya bi, ada oleh oleh buat bibi di dalem" (namakamu) memakai liptint , dan segera turun kebawah.

ESPERANZA | ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang