"Namaku candrawinata, panggil aku candra. Tidak boleh cacan, rara, wiwi, nana, ataupun tata!" ucap candra padaku sambil menyalami tanganku dan mengambil kursi untuk duduk disebelahku, dan akupun membalas salaman itu.
"Ya! Lo kan temen SD gw!" akupun memukul tangan candra, mengesalkan memang dia. Padahal dulu satu SD masa tidak ingat bahkan satu kelas, padahal aku saja ingat sekali kalau dia itu jahillll sekali padaku.
"Ehehehe oh iya gw lupa nu, panuuu.. Ekekeke," tawanya sambil mengejekku dengan memanggil panu (ejekan) padahal namaku nasiela dianuansa! Dasar manusia kurang danc*w.
"Shut diem ga lo! Brisik banget sih, kenapa gw harus sekelas lagi sih sama elu." ucapku sambil membenarkan duduk menghadap papan tulis.
"Sistem sekolah yang nentuin, atau mungkin takdir yang nentuin hahaha." ucap Candra sambil tertawa kencang. Ih mengesalkan sekali dia.
(Padahal jika dulu aku selalu membalas ucapan doamu itu, pasti semua akan berbeda dengan sekarang ya. Aku menyesal selalu membentakmu can.)
Lalu ia pun kembali ke tempat duduknya untuk selalu menebar tawanya dengan teman sebangkunya, rey. (Mereka berdua itu selalu saja gila, ah aku merindukan momen itu.)
-0-0-
"Siel, kantin yu." ajak nabila dan akupun bergegas berjalan kearahnya.
Sreg.
"Sama gw aja siel." tiba-tiba genggaman candra mendarat di gelangan tanganku.
"Ih apasih lo rese banget, gw gamau candrawinataaaaaa!" teriakku dan memaksa melepaskan genggamannya.
"Can kalo suka bilang dong, jangan maksa." sindir nabila tetapi matanya kearah rey yang berdiri di belakang candra.
"Idih sorry gw gasuka panu ye." ketidakpedean yang dikeluarkan candra itu selalu membuatku rindu.
(Saat semuanya memandang candra tampan menyebalkan, bagiku dia itu menyenangkan.)
-0-0-
"Siel, siel, cantikkk... Liat matematika dong. Please..." ucap candra memelas saat aku sedang asik mengerjakan tugas sambil mendengarkan lagu dengan nabila teman sebangku ku.
"Apasih ganggu aja, gw lagi ngerjain. Sono ngerjain, punya otak gadipake!" bentakku padanya.
"Lo jahat banget sih sama gw padahal tadi gw udah ngatain lo cakep. Yaudah gw tarik lagi deh, jadi panu jelek." ucapnya sambil berdiri mengembalikan kursi siswa lain.
"Emang lo cakep?!" jawabku.
"Eh sorry, gw cakepnya ga tertandingi ya sama shawn mendes yang pemain bola itu." ucapnya yang membuat anak-anak yang lain tertawa.
"Gobl*k mana ada pemain bola shawn mendes, pemain bola tuh chef juna." celetuk gilang, KM kelas.
"Lo juga Beg*, nama dia udah chef lu katain pemain bola hahahahah." teriak carrien dari arah pintu.
(Ya begitulah narsisnya sang candrawinata, selalu mengundang tawa.)
-0-0-
Saat bel pulang aku selalu gercep untuk pulang terlebih dahulu, terlebih tak ada yang menjemputku jadi aku selalu naik ojek ataupun taxi dari sekolah megah ini.
Saat sudah sampai rumah aku hanya rebahan, makan, minum, nonton drakor, ke wc, dan ya begitu saja kegiatanku. Maklum jomblo jadi ga ada aktivitas with boyfriend hehe.
Tiba-tiba handphone ku berbunyi, eit siapa ya. Tumbenan ada notif.
Candrawinata: Hello Sielanuansa
NasielaDN: nama gw Nasiela Dianuansa!
Candrawinata: ehehehe besok nonton kuy
NasielaDN: sorry gw sibuk.
Read.
(Sorry can, dulu gw selalu nolak ajakan lo. Kalo gw tau itu ajakan terakhir lo, gw gamungkin buat nolak itu semua, sorry candrawinata.)
KAMU SEDANG MEMBACA
Candrawinata [COMPLETED]
Cerita PendekCerita ini diambil dari kisah seseorang yang ditinggalkan kekasihnya, bukan ditinggal menikah ataukah selingkuh. tapi sang wanita tegar ini ditinggal sang kekasih untuk selama-lamanya. Dan hanya batu nisan yang menghiasi jutaan kerinduan. Penasaran...
![Candrawinata [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/219425606-64-k37588.jpg)