MasyaAllah
Gue bengong seketika setelah pria muda itu mengucapkan salam.
"Astaga ini jam berapa," gue melirik sekilas kearah jarum jam. Jam menunjukkan pukul 08.15, gue bergegas menuju gedung fakultas gue.
Sesampai digedung, gue mengintip dari jendela luar kelas "aduh, Pak Digo udah masuk lagi hfftt bismillah." Gue mengetuk pintu kelas dan mengucapkan salam.
Tukk tukk
"Assalamu'alaikum, p-pak m-maaf saya telat," Gue menundukan kepala tanda gue bersalah karena datang tidak tepat waktu. "Duduk," perintahnya. Aah, Pak Digo begitu dingin.
Yap.
Dosen ter-dingin yang pernah gue kenal saat ini. Pak Digo gue akuin memang tampan, mahasiswi disini memang banyak yang menyukainya, beliau juga begitu pintar dalam menjelaskan materi akutansi, tapi sayangnya dia tidak mudah untuk tersenyum bahkan disapa.
Dulu waktu gue menyapa Pak Digo, gue mengira beliau akan membalas sapaan gue ternyata enggak. Beliau hanya menaikan satu alis sebelah kiri saja.
Yea so cool.
Applause for him.
•••
Gue membuka tas dan mengeluarkan buku tulis. "Avin," panggilnya. "E-eh iya pak?" Tanya gue kebingungan.
"Sebutkan 3 saja syarat kualitas informasi akutansi,"
"Yang pertama understand ability atau dapat dimengerti, yang kedua relevan, dan ketiga adalah materiality atau cukup berarti."
"Baik, beri dia tepuk tangan."
Satu ruangan bertepuk tangan untuk gue karena gue bisa menjawab pertanyaan dari Pak Digo tersebut. Gue nggak belajar pun akhirnya bisa menjawab quiz, berarti gue nggak sia-sia ngga belajar semalem, haha.
Tak lama kemudian, quiz pun berakhir. Kami diberi waktu istirahat selama 15 menit lalu kembali belajar. "Kel, kantin yu" ajak gue ke Kelly yang duduknya berada diseberang kanan gue "Ayo, Bentar Vin" gue menunggu Kelly yang tengah menali tali sepatu nya itu. Lalu kami pergi ke kantin.
Saat dikantin, gue bertemu pria muda yang menyenggol gue saat itu. Pria itu sedang berkumpul dengan teman solidnya mungkin.
Gue dan Kelly memesan minuman ice bland bubble rasa vanilla. Gue dan Kelly memang pecinta vanilla, jadi disetiap minuman yang ada vanilla nya pasti The First gue pesen vanilla tanpa melirik yang lainnya.Setelah memesan, gue dan kelly berniat kembali kedalam kelas. Sebelum itu gue mendengar pria itu berbisik-bisik dengan teman solidnya, ntah membicarakan soal apa gue tidak tau.
Dalam perjalanan ke kelas, gue merasa ada yang berlarian dibelakang gue. Tiba-tiba orang itu nyamperin gue dengan menepuk pundak kiri gue. Gue menoleh dan ternyata itu adalah
Pria itu.
Gue menatapnya dengan jutek. Gue melihat raut wajahnya yang tampaknya gerogi saat berada didepan gue. Gue akhirnya memberanikan diri untuk bertanya padanya "ada yang penting?"
"A-ah e-enggak, a-anu c-cuma mau minta nomor WA lo boleh gak?" Gugupnya.
"Ada yang penting?"
"Tidak"
"Yasudah"
"T-tapi nomor lo?"
"Nomor gue mahal."
Gue pergi meninggalkan pria itu. Gue sedang malas meladeni laki-laki, entah mengapa hari ini gue lagi malas saja untuk berbicara dengan yang bukan muhrim.

KAMU SEDANG MEMBACA
AVIN [[Slow Update]]
Teen FictionAvin, mahasiswi berusia 21 tahun yang duduk dibangku kuliah fakultas akutansi memiliki keunikan tersendiri pada dirinya. Ia terjebak didalam suatu masalah yang sangat rumit, sehingga ia sering bolos kuliah. Alvin, mahasiswa berusia 23 tahun yang sed...