Semuanya berakhir dengan jelas.
Aku dengan jalan cerita yang kupilih, dan kamu dengan kisah yang kau lukiskan.🧷
Jingga Point Of View-
"Jingga!"
Aku terkejut ketika seseorang perempuan memanggil namaku dengan keras, aku menoleh dan mendapati seorang perempuan dengan gaun hijau yang cantik.
"Mbak sarah!"
Aku mendekatinya dan memeluk sosok itu dengan erat. Iya dia Mbak Sarah, seorang perempuan yang sangat amat dicintai Mas Arya.
"Kamu tambah cantik aja deh!"
Mbak Sarah melepaskan pelukannya kemudian mencubit pipiku pelan. Perempuan tinggi yang terlihat sangat anggun menggunakan gaun hijau tua yang terlihat sangat pas di tubuhnya.
"Yang cantik banget hari ini ya Mbak Sarah lah! Selamat ya mbak, semoga bareng-bareng sama Mas Arya terus!"
Aku tertawa pelan dan mencubit pinggang ramping Mbak Sarah, kemudian kulihat seorang laki-laki yang terlihat sangat amat tampan menggunakan jas hijau senada.
"Selamat mas! Langgeng ya sama Mbak Sarah!"
Aku mengulurkan tanganku mengajak Mas Arya untuk tos, laki-laki itu membalas kepalan tanganku dan sedetik kemudian mengusap kepalaku pelan. Hal yang sangat sering dilakukannya beberapa tahun yang lalu sebelum ia pindah ke Bandung.
Mas Arya beralih menatap Mas Biru, mengajaknya berjabat tangan dan tos.
Sedangkan aku sibuk menatap Mbak Sarah dan kecantikannya yang terasa sangat kuat malam ini.
"Mbak Sarah cantik banget nggak tau lagi"
"Halah, bahas aku mulu. Kamu kapan mau nikah sama Mas Biru?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancarona-
FanfictionIni perihal cerita kita. Berlatarkan indahnya kota. Pan·ca·ro·na kl n bermacam-macam warna