Ini kisah dua remaja yang tumbuh secara bersama dilingkungan yang sama.
Jesslyn Guan Reiner, biasa di panggil jejes. gadis imut dan super aktif ini tumbuh secara bersama dengan seorang Albert Jordan althara, pria tampan dan populer dikalangan kaum h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°Saat senyuman berubah jadi kagum, saat gelak tawa berubah menjadi sayang, dan saat persahabatan berubah jadi cinta°
—MY ENEMY—
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesuai janji, Albert dan kawan-kawan kini sudah berada di sebuah kafetaria yang tak terlalu jauh dari sekolah. Mereka baru saja memesan minuman yang sekarang berada di depan mereka masing-masing, mereka duduk pada meja bagian pojok jendela yang mengarah pada jalanan luar.
Entah kenapa keadaan kafe menjadi lumayan ramai ketika keempat cowok tampan itu berada di kafe tersebut. Apa mereka mampir hanya untuk mempertontonkan keempat pria tampan itu? atau hanya ingin sekedar meminum kopi di kafe tersebut? But i'dont know. Yang jelas juga keadaan diluar memang sangat mendung dan hawanya lumayan dingin, mungkin mereka ingin menghangatkan tubuh mereka dengan meminum kopi hangat disini. LMAOOO.
Sedari tadi mereka asik mengobrol dan mengeluarkan lelucon masing-masing, namun yang paling banyak mengeluarkan lelucon tak berguna itu Alvin dia terus saja berbicara tak ada rem.
"Jadi artis enak gak si Ren?" tanya Alvin tiba-tiba karena kehabisan bahan omongan, Reno menaikan sebelah alisnya.
"Ribet keknya," ujarnya lagi memicingkan matanya mengoreksi sekujur tubuh Reno, ia terlihat jengah karena topi dan kacamata selalu menyangkut pada bagian tubuh Reno yang hanya untuk merahasiakan identitas pria itu setiap ingin keluar di lingkungan bebas.
"Iya Ribet." balasnya mendengus kasar.
"Kasian mana masih muda..." cibirnya melirik Reno pada ekor matanya.
"Bacot mana udah rentan!" cibirnya dan berbalik melirik Alvin yang berada di sampingnya. Alvan dan Albert menyimak saja sedari tadi, biar saja semisal terjadi baku hantam mereka berdua enggan melerainya HAHA.
"Ren." panggil Alvan.
"Hmm."
"Sebenarnya gue pengen banget masuk Tv, tapi ya itu—" Reno menautkan alisnya karena Alvan menggantungkan ucapannya.