" Kalah Menang dalam Pertandingan adalah hal yang wajar, namun Anggota Artrible Hanya punya dua Pilihan
Menang Atau Berhasil"
-Artrible
Langit Telah Berwarna Jingga, Angin Berhembus pelan suasana Di sekolah Menegah Atas Harapan Bangsa mulai sepi.
sebagian besar siswa siswi telah pulang sejak setengah jam yang lalu, namun tidak bagi siswa dan siswi yang memiliki jadwal organisasi.
Terlihat beberapa siswa siswi yang sedang melalukan kegiatannya selepas pulang sekolah.ada yang sedang bermain basket,volly,renang dan tentunya Artrible yang merupakan kumpulan anak anak cerdas.
tidak semua bisa masuk dalam kelompok itu sehingga anak Artrible nampak disegani di sekolah.
Elang dan teman temannya masih setia menunggu di kelas tak ada yang mereka lakukan, mereka asik dengan dunia benda persegi yang berada di gengamannya.
"lang!!" teriak Zean senior sekaligus sahabatnya.
"langgg, udah mau mulaii" teriak Zean lagi di depan pintu kelas 11 ipa 2
"lo nggak mau ketemu kanaya?" tanya Zean, 5 detik berlalu tak ada sahutan dari Elang Yang ada hanya tatapan Dari ketiga Teman lainnya yang seolah tak tahu harus melakukan apa.
"oke byee" ucap Zean yang punggungnya telah menghilang di balik Pintu.
"doo, bilang apa tadi si es?" tanya Elang yang kesadarannya baru terkumpul.
"Makanya Jangan Lihat Tik tok Chika mulu " Ucap Miko Dengan mata yang melirik ke atas.
"Apa Emm? "Tanya Elang lagi
"kanaya"
"dia bilang..." belum sempat Aldo menyelesaikan kalimatnya Elang sudah berlari dengan tas ransel yang ia kenakan di bahu kanannya.
"Kampret emang kalau masalah cewek" ucap Aldo kesal karena Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya
Namun Elang sudah pergi.
"yaaaa kasian si joka" ucap Reno
"apaan tuhchh" ucap Miko dengan nada yang di buat sedikit mendayu layaknya cewek kemayu.
"jomblo karatan" sontak Reno dan Miko tertawa, sedangkan Aldo menaikkan alisnya seolah bertanya di mana letak kelucuannya?
***
Zean berjalan dengan cool di depan koridor lab biologi, dimana ruang Artrible berada di samping lab kimia, Elang yang sudah dekat dengan jarak zean lantas berteriak dengan tidak sopan.
"masss" teriaknya namun Zean tetap berjalan, Elang yang melihatnya nampak kesal dengan Zean yang pura pura tuli.
Elang tahu betul sifat temannya ini yang pendendam. Zean sengaja pura pura tuli karena Elang juga tadi mengabaikan zean.
"mass zean ingat nggak di club semalam lo grepe grepe gue?" teriak Elang dengan lantang membuat beberapa orang mendengar perkataan memalukan itu, sedangkan zean yang mendengarnya berbalik menuju Elang dengan senyum kemenangan sudah tercetak di wajah Elang.
Sebagian Tim basket terdiam lalu Melihat Zean
"jadi bener rumor kalau Zean Homo?"Ucap mereka namun masih terdengar di Indra pendengaran Zean
Plakkkk....
"sopan kah bilang begitu?" tanya zean dengan meniru kalimat yang sedang viral.
Elang yang ditampar memegang pipinya,wajahnya merah padam ia mengepalkan tangannya lalu sebuah tangan kekar menyentuh pundak kanan Elang.
KAMU SEDANG MEMBACA
KANALA
Novela JuvenilKanaya Anggelista sosok gadis yang dingin,pintar,dan cantik hanya saja sifat hangatnya ia berikan kepada Elang Bagaskara laki laki dengan sorot mata tajam,pintar,dingin namun hangat pada kanaya Semua menjadi indah sebelum suatu rahasia terbongkar me...
