BAB 8

554 90 0
                                        

"Aku melangkah dan kau berlari
Aku berusaha menggapai namun kau tak pernah berbalik"

-Zean

Kanaya Melihat telapak tangan kanan Olivia bergerak ke arah wajahnya. ia menunggu momen tepat untuk menahan tangan kanan Olivia sebelum menyentuh wajahnya.

Dirinya cukup yakin tangannya itu cukup kuat menahan tangan Olivia. Ia menatap tangan itu sudah mendekat sehingga kini tangan kanaya terangkat untuk menahannya namun sebelum tangan kanaya menyentuh tangan Olivia. Terlihat sebuah tangan kekar di depan matanya tengah menahan tangan Olivia.

Dia adalah Zean senior sekaligus Wakil ketua dari Artrible membuat kanaya menurunkan kembali tangannya.

Zean menatap kanaya lalu memberi isyarat agar dirinya cepat pergi dari sini.

Kanaya yang melihat itu segera pergi menaiki tangga untuk menuju kelasnya XI MIPA 1.

"kenapasih Zean nyuruh dia pergi" Ucap Olivia melihat kepergian Kanaya. Ia sangat kesal karena gagal memberi pelajaran terhadap Kanaya.

"ikut gue"ucap Zean lalu menarik tangan Olivia menjauh dari arah tangga.

"dia tu udah kurang ajar banget Zean"

"Dia kalau nggak Ditekan bakalan terus ngelunjak"

"Lo kok belain dia sih" omel Olivia sepanjang jalan menuju tempat di mana Zean mengajaknya.

Zean menepuk nepuk kursi panjang kayu itu untuk menyuruh Olivia duduk di sampingnya.

Olivia memutar kedua bola matanya malas dan menghentakkan kakinya.

"Kenapa lagi? "tanya Zean ketika Olvia sudah duduk disampingnya.

"Si kanaya itu Bilangin gue tadi malam kalau temen temen gue Cuman mau duit gue"Ucap Olivia mengingat kejadian tadi malam.

"hem"

"terus Gue Benci sama Kanaya karena udah deket deket sama Elang"

"Zean... "Panggil Olivia lalu menatap Zean yang sedari menatapnya.

Pandangan mereka terkunci Olivia melunak setiap kali Hanyut dalam tatapan dingin milik Zean.

Zean yang dipanggil oleh Olivia kini Menaikkan satu alisnya seolah berkata Apa?

"Lo tauka Zean gue udah ngejer Elang waktu kita masih Smp. Lo taukan seberapa Kuatnya gue buat dapatin Elang"

Jeda sepersekian detik Olivia menghembuskan nafasnya Gusar.

"dan kenyataan Kanaya berhasil Buat dapatin Elang. Gue ngerasa nggak adil tau nggak" ucap Olivia dengan air mata yang menetes.

"gue dari dulu udah start Tapi kenapa kanaya bisa sampai Ke finish duluan? Hidup itu nggak adil kan Zean"Ucap Olivia dengan parau lalu mengusap air matanya kasar.

Hening menyelimuti mereka, hembusan angin terdengar membelai Rumput gajah di taman belakang sekolah.

"kita tidak punya hak untuk memaksa orang lain bisa suka sama kita Liv" Ucap Zean membuat Olivia memasang wajah tak terima.

Belum sempat Olivia berbicara kini Zean kembali berkata.

"sama halnya saat Elang nolak lo berkali kali Saat dia cuman bilang sayang ke lo hanya sebatas Adik. apa lo bisa terima? "tanya Zean lalu memperhatikan wajah olivia.

"nggaklah. Gila aja gue nyerah gitu aja" ucap olivia lalu tangannya di depan dadanya dan bersandar pada kursi itu.

"nah Elang juga nggak bisa nerima kalau lo terus maksa Dia buat jadi milik lo"

KANALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang