Airin datang dengan kantong belanjaan nya, merapikan suatu dan memasuk kan kedalam lemari es.
Berusaha duduk di kursi, begitu kelelahan.
Rival sedang merapikan ruang tamu dan membersihkan beberapa ruangan.
Rival tau jika airin sudah pulang,Lalu rival berjalan kedapur.
"Sayang kamu tadi belanja apa ?"
Rival memegang berbagai peralatan kebersihan melihat airin didapur kelelahan.duduk dikursi.
rival mencoba melihat wajah airin,
"Kamu capek ya sayang ?"
Rival menyisiri rambut airin,
"Kamu cantik banget jika lagi tidur kayak ini"Rival berbisik kecil.
Airin bangun dari tidur nya.
"Eh sayang? Kok kamu ada disini?
Kamu mau makan nggak?"
"Nggak?" Jawab rival.
"Aku cuma mau lihat kamu.
Karena kamu berhasil membuat aku selalu merindu"
Airin menggerutkan dahinya seketika,
"Duh kenapa nih ? Kok tiba-tiba romantis kayak gini."
"Sini deh sayang, kita mesra-mesra dulu lah,kita nggak pernah merasakan pacaran."
"Oaalahh, kakak ni meradang, manja bener, semakin di perhatiin romantis ya?"
"Itulah mengapa aku sayang sama kamu" rival mencubit pipi airin
"Sayang nggak kerja ?"
"Kerja" jawab rival
"Nanti kamu ke resto ya Kamu cek keadaan disana.
Kamu nggak perlu kerja, kamu kan buk boss."
"yaudah kerja sana."
"Iya-iya" jawab airin.
***
Di resto airin melihat beberapa laporan penjualanan, lalu pintu diketuk.
"Selamat siang bu'Ada tamu ?
Ingin bertemu ibu".
Airin kelihatan bimbang,
"Suruh masuk aja" jawab airin.
Wanita putih, pendek, berambut lurus masuk dengan baju kerjanya.
"Selamat siang ?" Wanita itu menyapa
"Selamat siang ? Maaf anda siapa?" Tanya airin
"Saya ika, saya temen nya pak rival,Bisa bertemu pak rival ?"
"Suami saya sedang kerja". airin menjawab.
"Suami ? Kok rival nggak beri tahu jika udah menikah?"
Wanita itu merunduk sedih, dalam hati Kok cepet banget dia lupain aku batin ika terus menggerutu.
Wanita ini istrinya, seperti masih kecil sekali, terlihat polos dan kaku.
Mana cocok berdampingan dengan rival.
"Mbak ada kepentingan apa bertemu suami saya ?" Airin bertanya
"Saya ada urusan bisnis, mengenai restoran ini mbak.Tapi saya butuh face to face sama rival"
Airin curiga, kok harus face to face begitu mencurigakan.
Namanya ika? Seperti mengenal sesuatu airin mencoba mengingat.
"Sejak kapan kenal suami saya ?"
Airin terlihat tegas.
"Sejak dulu kala.sejak zaman SMA."
Airin memandang tajam.
"Apakah sedekat itu?"
Ika tersenyum sinis, "bisa dikatakan begitu" ika menjawab.
"Kami dekat, begitu dekat."
"Mantan ?" Airin terlihat tegas!
"Hhaha" ika tertawa.
"Sudah lah mbak airin, itu masa dulu kala.Aku cuma rekan bisnis saja."
Airin terlihat sedih.
"Suami saya sedang kerja jika butuh sekali bertemu, kerumah saja."
Airin terlihat jutek dengan ika.
***
Airin duduk di sofa berhadapan dengan serial TV favoritnya.
Rival pulang kerja di sambut jutek oleh airin.
"Ya udah langsung mandi aja!
Terus makan, aku tidur duluan ya" airin begitu jutek.
Rival menaikkan alis nya sebelah,
"Kok tidur sih ?Ada apa sih ?
Hey ? Sayang kenapa ?"
Airin diam tanpa bicara sedikit pun.
Rival menyusul dari belakang,melihat airin sudah tertidur.Rival bingung ada apa ?Terdengar pintu di ketuk..
Tok...tok..tok..
Rival berusaha membuka kannya, Kaget wanita dihadapan nya.
"Ika ?"
"Selamat malam pak rival ?"Ika menjawab.
"Loh kok kesini ?"
"Tadi aku ke restoran , bapak nggak ada. Kita perlu bicara pak."
Airin membuka matanya, mendengar yang datang, airin mencoba mengintip dari pintu,Begitu mereka rival dan ika tertawa bersama, terdengar di telinga airin.
"Val, kok kamu nikah nggak ngundang ya?"
"Iya ka, aku nggak sempet kabarin."
"Val, apa kamu masih marah sama aku? Gara-gara aku menikah duluan, lalu kamu juga begitu,Maafin aku ya val"
Ika berusaha menyentuh tangan nya rival,airin melihat kejadiaan itu,
Di balik pintu kamarnya, mengintip kecil.Ternyata di benak airin tau ika itu mantan rival, sudah bergejolak rasa airin ingin marah,namun ia tetap cool.Sabar airin,sabar, sabar,airin mencoba menenangkan dirinya.
"Nggak kok ka, aku jujur nggak ada sangkut paut nya sama pernikahan kamu" rival menjawab pertanyaan ika.
"Val, aku nggak lagi sama suami aku ?
Kamu mau kan mulai lagi sama aku,
Aku nggak akan cerita in ini sama siapa pun Termasuk airin.
Rival kaget!
"Cukup ka, kita cuma berbisnis,Nggak lebih"
Airin mendengar, ingin teriak namun mencoba menutup mulut nya,
"Kak rival, berani satu langkah berkhianat, aku nggak akan biarin"
Airin duduk di hadapan cermin,Rival masuk, melihat airin
"Sayang kamu belum tidur ?"
Airin melihat rival dengan tatapan polos.
"Baru bangun sayang ?
Tadi ada berisik-berisik di depan apa ya ?"
"Ooh rekan bisnis sayang"
Airin menatap wajah rival,
"Rekan bisnis apa rekannn bisnis ?" Goda airin
"Rekan bisnis!"Rival menjawab kaku.
"Kok wajah nya merah habis bertemu rekan bisnis ?"
"Masak iya?" Rival memegang kedua pipi nya menatap ke cermin.
"Ya udah aku tidur lagi"
Airin menutup wajah nya dengan selimut.
Rival bingung dengan tingkah laku airin.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPUPU ✓ ( END)
Romance#1 ceritaku Ngebayangin punya sepupu tampan terus loh dibuat baper sebaper-bapernya ? . . . namun di balik itu semua kenyataan merujuk ke hubungan lebih serius ? Lalu beberapa dari orang lain menentang hubungan itu ? . . . silahkan baca jangan lup...
