part 1 (pertemuan)

1.3K 27 1
                                        

   Berdering lagi telpon di saat jam istirahat airin,
uh nomor telpon baru tanpa nama lagi kah, airin pun bergumam, siapa penggangu itu ?
Uh airin mengangkat telpon nya dengan nada tinggi.

"HALOOOO ???"

Terdengar suara laki-laki muda dewasa, hai dia memanggil begitu lembut, tampak airin bingung.

"Siapa ini ?" Jawab airin

"Airin apa kau tak mengenal suaraku ?" Laki-laki itu terus bertanya kepada airin.
Airin terus kebingungan "haruskah aku perduli dengan suaramu? "
Airin tampak kesal.

"Airin pasti kau sudah besar ya ? Sudah kerja, kuliah, atau masih sekolah"

Airin begitu tau namanya disebut, mulai panik
"mungkinkah
kamu fans rahasia ku?" tegas airin menjawab

Laki-laki itu tertawa! 
"airin tidak kah kau merindukan aku?
Aku rival ? Begitu lupa kau dengan suara ku."

Airin dengan mata melotot bertanya pada diri sendiri ?
"Rival ?"

"Airin aku dikotamu sekarang, aku punya waktu untuk main kerumahmu, nanti kubawakan cokelat favorit mu" ujar rival

Airin tersadar " rivaldo ? Sepupu ku my rival " begitu airin menyapa nya.
"My rival is my best cousin."

"Airin kau ingat aku ?" jawab rival.

"tentu!" airin menjawab manja.
"My rival." Airin tersenyum.

              ***

Sore itu sepulang sekolah airin di jemput dengan mobil sedan hitam, sungguh hal yang baru dia sadari bahwa rival telah tumbuh menjadi seorang staff kantor mapan.

"Kamu nggak berubah ya masih aja pendek" begitu rival meledek airin.

Wajah airin masam, "oh kamu meledek saya ? "
Tangan rival mendarat di pipi airin, mencubit nya begitu keras,
"Kamu tetap sama seperti dulu selalu menggemaskan." Ujar rival.

Airin begitu dekat dengan rival kakak sepupunya, semenjak ayah airin meninggal dia menggangap rival adalah kakak & ayah buat nya.

Menggurutu airin
" kok cubit sih ? Sakit kak."

"Gitu aja sakit sih rin, manja bener, apa kabar mama ?" Tanya rival.

"Mama?
Mama sering sakit kak, begitu pula hatiku kak". celoteh airin.

Membuat rival kaget,
"udah gede ya adik aku, udah tau sakit hati.
Udah pacaran nih ya?"

Airin wajah nya memerah, sungguh ia begitu manja dengan sepupunya itu.

"Aku udah gede kak.
Udah mau tamat sekolah,
Kakak juga udah berguyur tua,
Ciee" celetuk airin
"Calon hot daddy nih" goda airin kembali.

Airin terus meledek rival, tak terasa mereka sampai di depan rumah airin.

"Sudah 25 tahun nggak main kesini,
Begitu banyak kenangan" rival terlihat melow.

"Cup...cup...cup..
Jangan nangis, nggak enak dilihat orang dewasa nangis sama anak kecil."

Celoteh airin kian membara," kok usil sih sama kakak".
Begitu rival akan mencubit wajah airin , airin mengelak membuat suasana di sore hati itu terlihat gembira.

***

"Masuk kak "airin mengajak rival kedalam rumah nya.

"Ma,mama, ada kak rival "Airin teriak.
Mama airin dengan pakaian daster nya keluar rumah, mama airin kaget,

"rival ?
Udah dewasa tampan pula.
Kemana rambut gondrong nya?
Rambut pirang nya ?"

Rival tampak malu,
"Rambut nya udah di museum ma"
Lagi-lagi airin meledek rival.

"Dulu sih orang hongkong ma sekarang baru orang indonesia ma." Celetuk airin

Airin terus meledek rival, membuat rival membungkam mulut airin dengan tangan nya.
Sambil membisikkan di telinga airin.

"Awas loh ya, gue cubit ya!"

Sambil memandang tajam ke mata airin,
rival menaikan alis nya.
Pertanda perang dimulai.

****

CINTA SEPUPU ✓ ( END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang