part 32 ( tentuin sendiri)

75 2 0
                                        

"Pokok nya mama nggak mau tau lagi ya, kamu harus hemat uang jajan kamu"

"Iya ma! Suka-suka mama aja"

"Kamu ya dibilangin melawan terus"
Plak tamparan keras ke wajah gadis itu.

"Mama nih apaan sih. Mama shopping mulu, aku disuruh hemat, mama kan kerja masa perhitungan sama anak sendiri"

"Diam kamu monica!"

"Mama yang diam! Mama berenti ya ngejer-ngejer suami orang, buat aku malu"

"Kamu malu ? Kamu nggak perlu tinggal disini lagi aja"

"Mama usir aku ?"

"Iya pergi sana! "
Monica langsung membawa tas kuliah nya dan menaiki motornya.
Monica yang kesal dengan mamanya berusaha tenang, dan memberhentikan motornya.
Terdengar suara perut monica.

"Duh gue laper nih!" Monica menggerutu.
Monica masuk ke resto dan mulai memesan makanan.

"Selamat datang di A&R CAFE! Mau pesan apa ?" Tanya salah satu pelayan.

"Pesen steak aja mbak dan orange juice!"

"Mari ditunggu pesanan nya"
Monica duduk di meja pojok.
Lalu teringat dengan perkataan pelayan tadi.

"A&R cafe ? Kayak kenal ?
Oh astaga ini kan cafe nya airin"

Lalu keluar rival dari ruangan nya bersama airin.
"Sayang aku berangkat kebandung dulu ya, kamu baik-baik disini.
Ada apa- apa telpon"

"Iya kak! Kaka juga hati-hati disana jangan ribut sama ferdy"

"Aku mau ikut tapi ?"

"Udah nggak usah , jaga nih restoran dan kamu kan harus kuliah"

"Nah itu kan airin ?
Busyettt, suami nya ganteng bener.
Nasib si airin bagus banget sih"

"Airin?? Airin ??" Ujar monica

Airin menoleh! "Monic?" Monic mendekat!

"Udah lama mon ?" Tanya airin

"Nggak barusan kok!"

"Kak ini temen kampus aku, monica namanya"
Rival tersenyum ke monic, membuat monic baper! Jantung monic dag dig dug! Tampan nya! Monic terbius dengan rival. Batin nya menjerit.
Rival berangkat menuju bandara.

"Suami loh mau kemana rin ?"

"Ke rumah ortunya, ortunya sakit"

"Oh! "

"Loh lagi makan mon ?"

"Iya rin!"

"ya udah lanjutin deh mon!
Gue keruangan dulu ya.
Entar udah selesai kita ngobrol di ruangan gue"
Monica menghabiskan makanan nya lalu duduk di ruangan airin.

"Loh keren banget sih rin ?
Suami kaya, tampan, rumah mewah"

"Ah loh mon, gue biasa aja"

"Nggak kayak gue! Punya nyokap wanita malam"

"Ha ? Nyokap loh ?"

"Gue minta rahasia in ya rin. Gue malu"

"Iya mon! Santai aja"

"Gue di usir sama nyokap gue!"

"Kenapa ?"

"Gue nggak ngerti sama nyokap gue rin, dia bener nggak peduli sama gue"

"Terus loh tinggal dimana ?"

"Nggak tau rin"

"Loh tinggal dirumah gue aja, suami gue kan lagi nggak ada dirumah"

"Emang nggak ngerepotin ?"

"Santai aja mon sama gue!"

"Makasih loh ya rin, kebaikan loh bakal gue inget"

****

Rival masuk kerumah ibunya, melihat ferdy duduk di ruang tamu.

"Udah datang loh ?"

"Iya!" Rival menjawab jutek.

"Dari mana aja loh ? Susah banget di hubungin. Loh pindah ?"

"Iya! "

"Kemana?"

"Bukan urusan loh!" Ujar rival

"Loh nyolot banget sih"

"Kenapa emang ?" Rival mulai kesal.

"Loh tau ibu' tu sakit."

"Gue tahu" jawab rival. "Ini gue mau jengguk, bukan urusan gue ketemu loh"

"Mana airin ?" Tanya ferdy

"Nggak ikut jawab rival"

"Kenapa ?"

"Bukan urusan loh jawab rival.
Udah gue mau ketemu ibu!"
Ferdy menelpon ika untuk datang kesini sebelum rival pulang lagi.
Sontak ika yang mendengar kabar langsung happy.

"Ka, loh beresin si rival, jangan sampek dia pulang kerumahnya"

"Beres jawab ika! Dia masih dirumah loh kan ?"

"Iya, pas dia pulang, loh cegat dia"

"Ok!" Ika mengakhiri telpon nya.
Ika menunggu di pinggiran jalan deket rumah ferdy.

"Mau kemana loh ?"

"Pulang" jawab rival.

"Pulang-pulang aja, seenak nya aja"

"Terus kenapa ? Ada masalah buat loh"

"Eh nggak usah nyolot ya"

"Loh yang nyolot!" Rival menjawab nya dengan emosi.
"Udah gue mau pulang"
Mudah-mudahan ika udah di jalan untuk cegat rival. Batin ferdy berkata.

*****

Rival berjalan menunggu di pinggir jalan untuk naik taksi.
Dari kejauhan ika menghampiri,

"Hay val?"

"Loh ?" Rival berusaha menghindar

Namun ika mengejar, "mau kemana val ?"

"Ngapain loh ikutin gue ?"

"Val acara kita belum selesai loh ?"

"Acara apaan ?"

"Loh bilang mau nemenin gue ?"

"Ogah!" Rival memalingkan kan wajah nya.

"Kok gitu sih val ?"

"Emang nya penting buat gue ?"

"Val, bentar aja please!!" Sambil menarik pergelangan rival.

"Lepasin! Loh jadi perempuan nggak ada harga dirinya tau nggak ?"

"Biarin, bukan nya loh suka kan dulu sama gue"

"Itu dulu ka! Sekarang nggak!"

"Val,,, kalau loh nggak mau gue bakal teriak jambret mau loh ?"

"Loh gila ya ?"

"Ya udah gue teriak nih,, jammb,,,?"

"Eeeh, iya-iya ? Mau apa loh ?"

"Temenin gue minum bentar ?"

"Ok cuma bentar ya ?"

"Ok val!" Mereka minum di cafe dan berangkat naik taksi.

****

CINTA SEPUPU ✓ ( END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang