"Dasar gila! Cewek gila!"
Ferdy menendang-nendang kursi di hotel yang ia tinggali.
"Kok gue bisa sih kalah sama tuh cewek, di kerjain habis-habis san gue nih"
"Tunggu aja besok gue samperin kekampus nya"
Lalu telpon berdering,,
"Hallo ?"
"Fer loh dimana ?"
"Hotel, kenapa ka ?"
"Gimana sih rencana kita nih kok gagal ?"
"Masalah apa?" Tanya ferdy
"Ih bego' banget sih! Rival & airin "
"Haduh ka, gue capek ngurusin mereka, loh aja sana sendiri gue ada urusan.
Bye!"
"Loh fer ??
Hallo ?"
Telpon di matikan ferdy!
"Kurang ajar si ferdy, ngalah gitu aja" jawab ika.
Ferdy bangun pagi-pagi sekali untuk kekampus monic.
Ferdy celingak-celinguk mencari monica.
Monica memarkirkan motornya.
"Mon, ada yang cari loh tu ?" Ujar seorang wanita
"Gue ? Siapa ?"
"Tuh di depan loh orang nya, ganteng banget mon, pacar loh ya ?"
"Pacar ?"
Monica berjalan kedepan gerbang kampus.
Ferdy melihat monica.
"Nah loh ya ? Mana uang gue ?"
Sambil menarik tangan monic.
"Haduh sakit ? Lepasin"
"Iya mana uang gue ? Balikin nggak ?
Sengaja loh ya cari masalah dengan gue ya"
"Nggak kok! Iya-iya nanti gue balikin tapi hutang dulu ya"
"Hutang ?
Nggak punya uang sok-sok an kebengkel"
"Maaf!" Monic menjawab.
"Maaf! Gampang bener loh bilang"
"Ya udah loh ambil aja motor gue sebagai gantinya"
"Motor loh ? Nggak doyan.Gue mau uang gue kembali.Kasih alamat rumah loh ?"
"Ha ? Alamat rumah"
"Loh jangan GR dulu, biar gampang cari loh"
"Iya-iya bawel banget jadi cowok!"
Sambil memberi kertas berisi alamat rumah monic.
"Nah gitu dong!"
"Dasar kutu kupret!" Jawab monic
****
Monic pulang kerumah dengan wajah muram, melihat mamanya bersama pria hidung belang lain nya.
"Sudah pulang nak ?" Sahut mamanya monic
"Udah tau nanya!" Jawab monic
"Kamu nggak sopan, kenalan dulu sama om bowo!"
Monic memandang laki-laki itu, seperti jijik.
"Ogah!" Jawab monic
"Monic kok kamu kurang ajar sih, ini calon papa kamu loh"
"Serah mama deh! "
Monic naik kelantai dua kekamar nya.
Duduk di balkon memandang keluar.
"Coba gue kayak airin ? Bahagia bener hidupnya punya suami baik, tajir"
Lamunan monic pecah tak kala kaca jendela nya pecah.
Monic turun kelantai bawah.
"Ada apaan sih ?"
"Nah keluar juga loh cewek usil"
"Hmm, kutu kupret ?"
"Baru dua jam yang lalu kita ketemu udah kangen aja loh sama gue ?"
"Kangen, GR banget sih loh"
"Terus ngapain kesini ?"
"Minta hutang!" Jawab ferdy
"Nggak ada!
Loh udah mecahin jendela kamar gue dan hutang lunas"
"Gue bilang nggak, nyolot sih loh ?" Jawab ferdy
"Udah gue mau masuk" lalu ferdy menarik monic
"Eh apaan sih loh,
Apaan sih pegang-pegang ? Naksir loh ya"
"Ih sok cantik!" Jawab ferdy.
Lalu keluar mama monic!
"Ada apa nih ribut-ribut ?Loh ada tamu ya ?Temen nya monic ?
Ajak masuk dong mon ?"
Ferdy masuk kedalam rumah monic.
"Namanya siapa ?"
"Ferdy tante! "
"Temen kampus ya ?"
"Oh bukan tante"
"Terus ??? Oh tante tau pacar ya"
Monic melotot! "Pacar ?"
"Bukan!" Monic dan ferdy menjawab berbarengan.
"Loh kompak bener sih ?"
Monic dan ferdy saling pandang.
"Ya udah-ya udah lanjutin ngobrol nya tante mau nemenin om bowo dulu"
"Apaan loh lihat-lihat ?" Tanya monic
"Loh yang lihat ? Baper loh kan sama gue"
"idih baper ? Laper kali ah"
"Loh mau kemana ?" Tanya ferdy
"Masak mie"jawab monic.
"Kenapa loh mau gue buatin juga ?"
"Nggak!" Jawab ferdy.
"Loh orang kaya kan pasti nggak suka makan mie instan"
"Emang loh nggak punya makanan lain apa ?"
"Mana ada bro!" Jawab monic
"Miris amat hidup loh" sahut ferdy.
"Biarin, yang penting nggak nyusahin orang"
"Itu bokap loh ya ?" Sambil menunjuk om bowo di ruang keluarga.
"Bukan! Pacar nyokap gue"
"Widih, nyokap loh keren juga selera nya boss besar"
"Iya boss hidung belang!" Tegas monic berkata.
"Hidung belang ?"
"nyokap gue ni wanita malam setelah cerai dari bokap gue"
"Wanita malam ?" Tanya ferdy
"Iya, kenapa loh jijik dengan gue ?"
Ferdy tersentuh hatinya melihat hidup monic begitu pilu.
"Terus loh kuliah duit dari mana ?"
"Kerja lah" jawab monic.
"Kerja dimana ?"
"Dulu sih gue jual koran, kadang-kadang bantuin jual nasi uduk, ngojek juga"
"Wow! Salut gue sama loh" Ferdy terkagum dengan monic.
"Sekarang gue udah kerja di restoran nya airin"
"Loh mau kerja sama gue ?"
"Maksud loh ?" Monic memandang tajam ferdy
"Jangan berprasangka buruk dulu"
"Gue punya perusahaan , gue lagi butuh sekretaris"
"Loh punya perusahaan ? Tajir bener sih loh"
"Loh mau kerja sama gue ?"
Ferdy mengajungkan jari kelingking nya.
Lalu di balas oleh monic,
"Oke gue mau!"
****
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA SEPUPU ✓ ( END)
Romance#1 ceritaku Ngebayangin punya sepupu tampan terus loh dibuat baper sebaper-bapernya ? . . . namun di balik itu semua kenyataan merujuk ke hubungan lebih serius ? Lalu beberapa dari orang lain menentang hubungan itu ? . . . silahkan baca jangan lup...
