part 45

81 4 0
                                        

"Ah aku nggak mau selain rawon! "
Airin masih saja berbaring di kamar nya.

"Kak rival nggak boleh pulang kalau nggak bawak rawon. Paham kak ?"

"Iya aku usah in lah, aku cari jual rawon di mana ? Jangan marah-marah ntar dedek bayinya ikut marah juga"

"Ya mangkanya bawa in rawon kak ?"

"Iya aku bawa in setelah pulang dari resto"

"Nggak perlu nunggu pulang, bisa kan di anterin pakek go send. Nungguin kakak lama tau nggak pulang nya ?"

"Iya, nanti dikirim lah. Udah aku berangkat kerja dulu. "

"Iya" jawab airin.
Airin teringat akan monica,
Coba tanya sama monica di mana jual rawon ? Dia kan orang bali asli pasti tau jual nya dimana.
Ferdy duduk dengan wajah muram nya, menikmati makanan sendirian.

"Dasar cewek aneh! Di kasih makanan enak nggak mau. Dasar cewek aneh!"
Satu panggilan masuk , ferdy melihat handphone nya tapi tak ada notifikasi panggilan,
Lalu melihat handphone tergeletak di atas meja dekat minuman.

"Handphone si monic ? Ketinggalan lagi, dasar ceroboh. "
Loh ada panggilan dari airin.

" Hallo " ?

"Iya hallo?" Jawab ferdy.

"Mon, loh tau nggak di mana jual rawon ? Aku lagi ngidam nih.
Aku dari kemarin nyari nggak ada disini mon"
Ferdy hanya diam tak menjawab.

"Mon ? Hallo ? Loh sibuk ya mon ?"

"Hmm, ya ? " Ferdy menjawab.

"Ini siapa ?" Airin bertanya kembali.
Kok suara pria.

"Ferdy! "

"Ferdy ? Loh kok hp nya monic di kamu"

"Tadi hp nya ketinggalan. Ntar aku sampein deh ke monica"

"Jadi kalian beneran udah jadian ya fer ?"

"Hah ? Kata siapa rin ?"

"Kata monica! " Airin berbohong, sengaja menjodohkan mereka.

"Gila ! Udah bilang jadian aja"

"Fer, loh jagain monic ya, dia emang gitu suka ngambek kan, tapi sebenarnya baik"

"Oh iya rin!  By the way, loh pengen makan rawon ? Ntar gue kirim deh dari sini"

"Serius fer ?"

"Iya gampang kok! Ntar lusa deh udah sampek."

"Makasih ya fer! See you fer."

"Ok! See you!"

***

Monica duduk di kursi kerja nya, ferdy ada di ruangan nya , menyuruh satu staff nya masuk ke ruangan.

"Nanti kamu bisa paketin rawon buat teman aku"

"Bisa pak! Saya tau tempat rawon yang enak. Ini buat siapa pak ?"

"Teman dekat saya"

"Perempuan ?"

"Iya perempuan dekat. Dia sedang ingin makan rawon"

"Oh baik pak! Saya tunggu alamat nya."
Monica celingak-celinguk melihat ke ruangan ferdy.

"Siapa sih ? Kok kayak ada hal.penting di bahas"
Monica mendekatkan telinga nya ke pintu ruangan ferdy.

"Pak ferdy mau pesan berapa banyak rawon nya ? "

"Saya minta 6 porsi. Langsung di paketin. Karena aku nggak mau dia menunggu"

"Paket ? Monica mengecilkan suaranya.
Untuk siapa ya ?"

"Bisa tulis nama nya pak sama alamat nya saya langsung mau kirim"
Ferdy menulis alamat nya, ketika si staff akan menyebut nama si penerima ferdy melarang nya.

"Ssssttttt!! Jangan di sebut nama nya, ikutin aja sesuai petunjuk. Jangan ada yang tau saya kirim paket ini, terutama sekretaris saya"

"Oh baik pak! Ini sungguh teman dekat bapak"

"Iya ini teman wanita terdekat saya"

"Monica kebingungan , kenapa saya nggak boleh tau ? Teman wanita dekat ? Hmm"
Lalu si staff pun menarik pintu ruangan ferdy karena akan keluar, tapi monica masih berdiri di depan pintu..
Dan si staff pun terkejut!!!

"Uwahhh! Loh ibu' monica ada apa ?"

Ferdy melihat ke arah pintu.
"Owhh! Stalkers ? "Ferdy bertanya.
Monica yang gagap ketakutan,
Hmmm anu pak,. Anu, ada dokumen perlu tanda tangan pak ferdy.
Monica masuk keruangan ferdy.
Dan mulai membuka dokumen nya.
Ferdy menatap monica,

"Udah selesai pak ferdy ?"

"Kamu kasih saya dokumen lama ?"

"Hah ? Monica membuka dokumen itu."

"Kamu kenapa sih mon ? Kamu nguping omongan aku ya ?"

"Nggak! "Jawab monica.

"Nggak usah ngeles deh. Kamu pasti nguntit aku iya kan ?"

"Buat apa coba ?"

"Nih handphone loh ? "

"Hah , kok sama pak ferdy ?"

"Iya ketinggalan tadi. .dasar ceroboh!" Sahut ferdy.

"Oh , terimakasih pak! Saya permisi mau pulang pak"

Rian telah menunggu di parkiran.
"Hay mon ? Yuk pulang."

"Oke!" Monica naik ke motor rian.
Ferdy melihat dari dalam mobil dengan wajah geram , lalu menyusul mereka sampai kedepan kontrakan.

"Oh jadi ni kontrakan monica! "
Monica turun dari atas motor sambil melambaikan tangan nya ke rian,

"Dah! "Monica berkata.
Makasih rian.

Ferdy terlihat kesal dengan monica yang tersenyum dengan rian lalu turun dari mobil.
Ketika monica akan menutup pintu rumah nya, ferdy menghalangi.

"Pak ferdy ?"

"Kemasin pakaian mu, ikut aku."

"Apa ? Ada apa pak."

"Sudah kemasin saja. Aku tunggu di mobil"
Monica membawa koper nya masuk kedalam mobil ferdy.

"Pak, aku baru saja membayar kontrakan ini sebulan full.
Kenapa aku harus pindah lagi."

"Kau akan ikut tinggal dirumah ku ?"

"Apa ? Aku wanita disuruh tinggal dengan laki-laki."

"Diamm!!! Aku punya rumah tapi tak pernah ku urus"
Mereka tiba dirumah ferdy.

"Ini rumah pak ferdy ?"

Rumah yang terdiri dari dua lantai, satu kolam renang, dan di lengkapi barang-barang mewah.

"Kamu akan tinggal disini, jawab ferdy.
Jadi berentilah untuk menginap di kontrakan nya rian"

Monica melihat bagian-bagian rumah ferdy.

"Ini bagus banget loh pak rumah nya.
Kenapa nggak dirawat ?"

"Entahlah! Saya kurang tertarik"

"Besok asisten rumah tangga akan kesini untuk nemenin kamu"

"Wah ? Buat nemenin aku"

"Iya, jadi nggak usah pikirin lagi uang sewa. Disini gratis, tapi ada satu hal ?"

"Hal apa ?" Tanya monica.
Ferdy melihat monica sambil tersenyum.

***

Jangan lupa koment guys!
Dan vote.

Makasih loh!!

CINTA SEPUPU ✓ ( END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang