Keesokan harinya semua perserta sedang berkumpul di aula melihat hasil seleksi kemarin.
Saat ini cika sedang bersama nabila dan tria teman satu kamar nya mereka sedang melihat hasil seleksi kemarin.
Dan hasilnya cika dan nabila lolos sedangkan tria tidak. Hati cika sangat senang mendengar kabar ini akhirnya cita cita nya terwujud. Walaupun belum sepenuh nya ini masih awal dan belum bisa merasakan namanya pertempuran sesungguhnya tapi ini awal yang baik.
Disisi lain juga cika merasa sedih karena tria tidak lolos dan harus berpisah secepat ini karena mereka baru saja saling mengenal tapi takdir berkata lain mereka harus berpisah sekarang.
Saat sedang duduk bersama nabila tiba tiba vero mengahmpirinya.
" gimana lolos nggak?" Tanya vero dengan antusias
" alhamdulillah lolos kak, kakak gimana?" Tanyanya balik
Lalu vero menarik tangan cika menjauh dari sana dan izin ke nabila terlebih dahulu.
" bil aku izin ajak cika dulu sebentar ya?" Ucap vero dan mendapat anggukan dari nabila
Vero membawanya ke taman biasa mereka duduk bersama. Cika pun heran alasan vero membawanya ke sini padahal tinggal jawab saja.
Dan tak sabar lagi dengan jawaban dari vero cika kembali bertanya.
" gimana lolos nggak kak?" Tanya nya antusias
" aku nggak lolos, maaf yah" balas nya dengan memegang erat tangan cika , vero tau pasti cika akan sedih mendengar nya.
Mendengar jawaban nya seketika rasa senangnya karena dirinya lolos berubah menjadi sedih karena mendengar jawaban itu. Seketika tubuhnya melemas dan tanpa ia sadari air mata nya lolos membasahi pipi.
Dengan cepat vero langsung memeluk cika kedalam pelukannya ia tau pasti cika kaget dengan ini. Cika terus menangis di pelukan vero ia merasa sedih akan di tinggal temannya itu.
" udah nggak usah nangis dong" ucap vero sambil melepaskan pelukan nya
" terus di sini aku sama siapa hiks hiks " balasnya dengan masih menangis
" kan ada nabila, nggak usah takut. Ya" balas vero sambil mengusap rambut wanita yang sudah dianggap adik nya sendiri
" tapii .."
" kamu nggak boleh nyerah dong cita cita kamu kan akan terwujud kamu mau ngecewain ayah kamu"
Cika pun menjawabnya dengan gelengan dan memeluk kembali vero
" kakak pulang nya kapan, aku ikut anterin yah" bujuk cika dengan memelas
" nanti malem. ini mau packing, oke kamu boleh ikut tapi di temenin yah sama nabila jadi kamu pulang nya nggak sendirian " ultimatum vero ke cika dan cika pun mengangguk
Lalu mereka kembali ke kamar karena vero harus packing packing.
Malamnya cika mengantarkan vero ke bandara ditemani nabila setelah itu cika bersama nabila langsung balik ke mes untuk istirahat.
Sampailah mereka di mes saat mereka mau ke kamar mereka berpas pas an dengan el dan devan.
" eh ada kak el sama kak devan" ucap nabila
" eh ada nabila sama cika habis kemana " balas devan
" habis ke bandara kak nganterin kak vero " balas nabila
Devan menyadari sikap cika yang hanya diam sedari tadi langsung menegurnya
" cika nggak papa kan?" Tanya Devan memastikan
" nggak papa kak" balas cika dengan nabila
" biasa kak habis di tinggal pacar" celetuk nabila
Mendengar apa yang diucapkan nabila , cika langsung memberikan hadiah cubitan dan tatapan tajam alhasil nabila menyengir sambil mengacungkan dua jari nya membentuk huruf V.
" becanda kak nggak serius kok" ucap nabila
Lalu mereka berpamitan ke devan dan el untuk kembali ke kamar dan mereka menjawab nya dengan anggukan di sertai senyuman.
Di sisi lain
Devan dan el sedang bersantai di balkon menikmati udara malam jakarta, mereka sedang asik bermain gitar diselingi canda tawa.
" el menurut loe cika sama vero beneran pacaran nggak sih" tanya Devan tiba tiba dan membuat senyum el memudar
" hah pacaran?" Tanya fikri yang tiba tiba datang
" ngagetin aja loe, dateng pakai salam lagi" balas devan dan fikri menyengir kuda
" nggak tau" singkat el lalu menatap ke depan lagi
" tapi kata si nabila cuman bercanda tapi kok kayak orang pacaran yah?" Ucap devan sambil mengetuk ketuk jari nya di dagu
" nah maka dari itu gue curiga deh, masa cuman temen doang. Ya nggak el?" Tanya fikri dengan menaik turun kan alis
Sedangkan yang ditanya hanya diam melamun entah apa yang dipikirkan. Merasa geram akhirnya fikri berteriak.
" DANIELL" teriak fikri
El pun tersadar dengan teriakan fikri" eh kenapa?"
Dengan berdecak fikri megulangi lagi " ya nggak kalau mereka pacaran beneran?"
" nggak tau" jawab nya singkat
Mendengar jawaban el membuat fikri dan devan berdecak dan menghembuskan nafas kasar, rasanya percuma mengajak ngobrol panjang lebar.
Untung temen kalau nggak udah di buli habis habisan 😂✌️hehehe
" lupaian deh " pasrah devan dan el terkekeh pelan
" emang gue nggak tau, udah sini makanan nya gue laper" balas makanan yang ada di tangan fikri
Akhirnya mereka memutuskan untuk makan bersama di balkon.
Oke sekian dulu jangan lupa vote and coment 👇👍
Terimakasih yang sudah membaca🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
voli in love
Ficción GeneralGadis tomboy pendiam yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan nya demi meraih cita cita nya kelak.
