°Bab 7° (Memperkenalkan Raffa)

17 5 0
                                        

(Di sekolah)

Seperti biasa aku datang ke sekolah bersama abangku, tapi kali ini aku datang lebih awal karena ada yang ingin di bicarakan bersama anggota osis dan ada pergantian osis.

Aku terpilih karena Bu Wati yang memilih ku, mau tidak mau aku ikut. Kebetulan Lala juga terpilih.

Pergantian osis ini di adakan besok pagi pukul 07.00, dan hari ini calon anggota osis berdiskusi dengan osis lama.

Setelah berbincang beberapa menit semua pun setuju atas saran yang di berikan ketua osis, dan selesai calon osis berdiskusi dengan anggota osis lama mereka pun kembali ke kelasnya masing-masing.

Guru kami pun satu-persatu memasuki kelasnya dan dengan segera mengajar siswa/i yang berada di kelas.

"Materi kita sampai di sini ya, jangan lupa untuk mengulang pelajarannya lagi".

"Baik bu". Bu Nana pun selesai mengajar karena bel istirahat tiba.

Fani dan Siska pun belum bisa hadir hari ini, kata bu Nana si masih sakit. Jadi, aku dan Lala hanya berdua menuju kantin.

Hampir lupa kalo aku mempunyai janji terhadap Lala, dengan segera aku mencari-cari orang itu di kantin tentang keberadaannya.

"Lo nyari siapa si na? Kaya orang linglung gitu"

"Kan gue punya janji sama lo yang tentang kemarin itu la". Sambil menjelaskan kepada Lala dan kebetulan orang itu berada di kantin tepat di meja sebelah pinggir, lala hanya mengangguk-angguk pertanda mengerti.

"Nahh la itu di meja pinggir di sana". Sambil menunjuk ke arah orang itu tapi ternyata dia melihat ku sedang menunjuknya.

"Ohh jadi dia yang namanya Raffa". Aku hanya mengangguk-angguk.

"Tapi gawat la dia ngeliat gue, pura-pura gak tau la, pura-pura gak tau". Lala dan aku pun pura-pura membeli makanan.

Dan ternyata dia sudah di belakang aku dan Lala.

"Habis dah kita naa.. Lagi si lu pake nunjuk-nunjuk". Ujar Lala sambil berbisik, aku hanya diam tidak tau harus gimana lagi.

"Hemm... Hemm... (Batuk yang di sengaja), kenapa kamu nunjuk saya?!". Ujar Raffa dengan nada yang histeris.

"Ihh apaan si lo fa, ngomongnya biasa aja kali gak usah gitu sama cewe". Temannya yang bernama Bayu itu memberitahu Raffa.

"Hahah.. Gue bercanda doang, kenapa si emangnya nunjuk-nunjuk?"

"E-emm.. A-anu fa". Aku ragu untuk menjelaskannya jadi berbicara dengan terbata-bata. "Lala ingin tau lo, jadi gue nyari lo dan gue tunjuk lo nya".

"Ohh kirain saya punya salah jadi di tunjuk-tunjuk"

"E-mm.. Ma-ma'af"

"Iyaa gapapa ko, kalo gak ada apa-apa gue balik ke kelas dulu ya". Aku dan Lala pun mengangguk pertanda iya

Setelah itu aku berjalan bersama Lala sambil mengobrol menuju kelas.

"Ohh jadi itu na yang namanya Raffa, hmm.. Lumayan na, cocok sama lo"

"Hah?! Apaan si la lo ngada-ngada aja deh, lagi pula mana mau dia sama gue mungkin dia udah punya cewe. Udah lah lupain sekarang kita mikirin buat besok acara nih la, sebenarnya si gue gak mau ikut tapi karna Bu Wati milih gue jadi terpaksa"

"Gue deg-deg an nih, kenapa harus besok ya"

"Yaudah lah biarin aja, kita jalanin bareng-bareng la"

Setelah sampai di kelas kami pun belajar seperti biasanya, hari ini guru hadir semua jadi gak ada jamkos untuk kelas kami.

***

Jangan lupa baca bagian berikutnya ya^•^
Stay di cerita qu saja^~^
Semoga qaliyann suqa^,^

Jika qaliyann punya saran atau ide gimana kelanjutan ceritanya ini, boleh chat aqu:)

Jangan lupa terus dukung aqu dengan cara memberi vomment*•*
Terimakasih terutama untuk pembaca setia>•<
Dan terimakasih yang sudah menyumbangkan vomment nya>,<

Terimakasih!!!:p

&quot;Dua Hati&quot;Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang