Part 3

14 2 0
                                        

"nggak di kasih apaan? Es krim?" tanya seokmin polos dengan mulut masih penuh makanan dengan wajah yang benar benar berbinar dan penasaran. Semua yang awalnya menahan tawanya seketika langsung pecah. Semua menertawakan kepolosan seokmin. Entah dia benar benar polos atau memang tidak mengikuti alur pembicaraan karena dia hanya peduli dengan makanan. Walaupun bekerja menjadi dokter tapi tingkahnya membuat siapa saja pasti tidak akan percaya bahwa dia seorang dokter. Tapi jika dia sedang bekerja atau sedang serius maka aura dan mukanya akan berubah. Mukanya akan sangat serius melebihi siapapun dan wajah humorisnya seketika hilang entah kemana.

***

Suasana makan malam yang sangat ramai ini membuat nara melupakan mual di perutnya. Setelah makan malam selesai semua berkumpul diruang tamu kecuali nara, na young dan nari yang harus membereskan semua peralatan. Karena ajumma udah pulang tentu mereka akan membereskannya sendiri, ajumma memang bekerja untuk membantu nara mengerjakan pekerjaan yang tidak dapat dia lakukan. Ketika sedang membereskan semua, joshua mendatangi dapur dan meminta air untuk dia minum.

"oppa kenapa?" tanya na young menyadari wajah kusut joshua.

"bener juga, oppa ada masalah?" tanya nara memberikan gelas kepada joshua, setelah menghabiskan minumnya baru dia menjawab.

"gue putus sama pacar gue. Dia Cuma ngincer harta gue doang, tuh cewek gimana bisa tau sih padahal kan gue udah pake nama pena. Apa dia punya kenalan lain ya di kantor?" jelas joshua. Ya, joshua adalah nama penanya dan jisoo adalah nama aslinya. Di kantornya ada beberapa staff saja yang tau tentang nama penanya tersebut. Joshua adalah penulis novel terkenal yang tidak pernah sekalipun menunjukan dirinya, jadi tidak ada yang tau bahwa joshua dan jisoo adalah orang yang sama.

"oppa cewek kaya gitu mah lepasih aja. Masih banyak cewek cantik kok" jawab nara dengan senyum.

"lo bener, kalo udah selesai langsung keruang tamu ya. Seungcheol mau nunjukin sesuatu katanya"

"iya" jawab nara, nayoung dan nari bersamaan. Setelah selesai membersihkan semuanya, mereka bertiga menuju ruang tamu dimana semua berkumpul.

 Yoora sedang bercanda dengan paman pamannya, jung hwa mengajari dae hyun membaca karena dia sebentar lagi memasuki usia sekolah sedangkan seungcheol,hoshi, vernon dan wonwoo sedang berbicara membahas sesuatu yang mungkin pekerjaan. Tapikan vernon nggak kerja bareng mereka?

"bahas apaan sih kayanya seru banget sampe istrinya sendiri dateng nggak sadar" ucap nari dengan nada ngambek.

"nanti dijelasin kok sama seungcheol hyung" jawab vernon dengan mengacak ngacak rambut nari.

"okey karena semua udah kumpul, gue mau jelasin sekarang" ucap seungcheol membuat semua orang fokus dengannya. Sedangkan ketiga anak kecil duduk bersebelahan dengan ayah mereka masing masing.

"jadi gini... Wonwoo ngembangin teknologi di jam tangan tapi untuk sementara jam tangan anak anak dan belum di pasarkan karena emang belum sempurna masih ada perbaikan. Jadi jam tangan ini ada teknologi yang bisa digunakan kalo lagi terancam, jam ini bisa nunjukin posisi mereka dan memberi pesan darurat ke semua hp kita. Cara kerjanya juga gampang, dae hyunnie sini dulu" ucap seungcheol dengan wibawanya. Tentu jam itu di produksi oleh perusahaannya dan wonwoo yang bertugas mengembangkan teknologi untuk jam tangan itu. Dae hyun menuruti perintah seungcheol.

"sebelum jam ini terpasang di tangan, jam ini nggak akan bisa tersambung dengan ponsel atau alat komunikasi kita tapi setelah jam tangan ini terpasang baru bisa terhubung" jelasnya dengan menunjukan tablet kerjanya dan menunjukan bahwa jam itu benar benar tersambung jika sudah terpakai.

"sebelum jam ini terpasang di tangan, jam ini nggak akan bisa tersambung dengan ponsel atau alat komunikasi kita tapi setelah jam tangan ini terpasang baru bisa terhubung" jelasnya dengan menunjukan tablet kerjanya dan menunjukan bahwa jam itu ben...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beautiful SmileTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang