Part 6

17 2 0
                                        

Setelah pamit kepada teman temannya, nara langsung keluar kantor dan menuju mobilnya. Tiba tiba dia merasakan kepalanya sangat sakit dan itu hanya terjadi sebentar saja. Nara selalu membawa minum kemanapun, begitu sampai mobil nara langsung minum agar kepalanya tidak sakit lagi mengingat dia harus membawa mobil sendiri.

***

Didepan sekolah kwon jung hwa kondisinya sudah ramai kendaraan. Banyak ibu ibu yang mengrumpi entah apa yang di bahas nara tidak ingin tau. Nara memilih keluar dari mobil agar jung hwa mengetahui jika dia yang menjemputnya. Ketika nara keluar dari mobil seketika segrombolan ibu ibu yang tadi ramai langsung terdiam dan mengamati nara. Nara yang merasa jadi pusat perhatian mau tidak mau menghampiri ibu ibu itu dan menyapa dengan canggung.

"annyeonghaseo" salamnya dengan membungkuk dan tersenyum canggung.

 Nara belum pernah merasa diintimidasi oleh tatapan ibu ibu seperti ini. Semua ibu ibu itu bahkan menatapnya dari ujung rambut sampe ujung kaki, nara merasa seperti ada yang salah dengan dandanannya hari ini.

"Annyeong, maaf saya seperti tidak asing dengan anda. Anda siapa ya?" tanya salah satu ibu ibu itu sedangkan yang lainnya masih tetap menatapnya dengan tatapan yang sulit di terjemahkan.

"ah... Saya choi nara" ucap nara canggung dengan menyentuh tengkuknya. Nara merasa jika sebenarnya ibu ibu itu sudah tau siapa dirinya tetapi mereka hanya ingin memastikan. 

"choi nara? Istri choi seungcheol? Pengusaha muda yang sukses itu?" tanya salah satu ibu ibu yang lain dan sekarang malah memegang tangan nara.

"ah.... Iya" jawab nara sedikit gugup. Dia tidak menyangka akan di kenal dengan mudah.

"astaga... Ternyata bener. Wah cantik sekali, kalian pasangan yang cocok" ucap ibu ibu itu. Mereka berbicara secara bersamaan membuat nara bingung. Nara hanya menangkap beberapa kata dari semua kalimat ibu ibu rumpi itu.

Nara tidak menyangka jika menjadi istri pengusaha muda yang sukses akan di kenal banyak kalangan. Choi seungcheol memang pengusaha muda yang sangat sukses, banyak orang yang mengenalnya. Tapi nara tidak menyangka jika dia juga akan mudah di kenal bahkan menjadi pusat perhatian. Nara dan seungcheol sendiri cukup sederhana berharap tidak akan mengundang perhatian orang banyak namun tetap saja seungcheol dan nara dapat di kenal dengan mudah.

"apakah anak anda yang bersekolah disini?" tanya salah satu ibu ibu rumpi.

"bukan, anak saya masih kecil. Saya disini untuk menjemput keponakan saya" jawab nara sopan. Nara bersyukur bahwa ibu ibu rumpi itu tidak lagi bertanya secara bersamaan. Mereka hanya menatap nara dan nara mulai terbiasa dengan segala tatapan penasaran yang mengarah padanya. Nara lebih beruntung lagi karena kwon jung hwa sudah keluar dari kelasnya dan berlari kearahnya.

"onty nara..." teriak anak laki laki itu.

"jangan lari nanti jatuh. Gimana sekolahnya?" tanya nara setelah jung hwa memeluknya.

"seru. Kok onty yang jemput? Mama mana?"

 Kok onty yang jemput? Mama mana?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beautiful SmileTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang