"maafin aku" ucapnya dengan memandang wajah nara yang terlelap dan sekali lagi mencium kening istrinya. Sekarang lebih lama dari sebelumnya dan tertidur dengan memeluk nara.
***
Nara bangun sedikit lebih siang dari biasanya, mungkin karena kondisinya juga belum membaik. Seungcheol sendiri bangun seperti biasa dan melihat istrinya masih tertidur memilih untuk membiarkan. Nara langsung menuju ruang makan saat dilihatnya dia bangun sendirian. Nara menemukan suami di dapur dan anaknya di meja makan, bahkan yoora sudah mandi sedangkan seungcheol sibuk memasak. Apa jadinya dapurku ? Batin nara khawatir.
Seungcheol dan jeonghan pernah hampir membakar dapur rumahnya saat nara masih kuliah. Untung saja mamanya mengetahui jadi tidak terjadi kebakaran besar dan tentu mereka berdua diberi omelan yang sangat panjang. Jeonghan bahkan sampai ingat apa saja yang mamanya ucapkan saat mengomel karena mamanya hanya mengulang kalimat yang sama.
Jangan pernah sekalipun menyatukan seungcheol dan jeonghan di dapur jika tidak ingin dapur kalian terbakar. Jangan pernah...
Nara mendekati seungcheol dan berharap dapurnya baik baik saja. Nara kaget karena ternyata dapurnya tidaklah terbakar, hanya sangat berantakan. Nggak papa sih nanti juga bakalan di beresin.
"kamu masak apa kayanya serius banget?" tanya nara sambil memeluk suaminya dari belakang.
"eh kamu udah bangun. Aku buatin bubur nih, kamu duduk dulu sama yoora. Bentar lagi mateng kok"
Nara menghampiri yoora yang dengan nyaman duduk di kursi makannya dan fokus Mengcoret coret buku di depannya dengan pensil warna. Entah maksudnya menggambar atau menulis hanya yoora yang tau. Belakangan memang yoora sangat menyukai pensil dan buku dan itu alasan seungcheol selalu mengunci ruang kerjanya serta selalu memastikan tas kerjanya tidak berada dalam jangkauan yoora. Dia khawatir berkas berkas pentingnya akan di gunakan yoora sebagai media menuangkan ide.Berkas nara sudah pernah menjadi korban, untungnya nara punya salinan dari berkas itu.
Nara duduk di depan yoora, yoora sama sekali tidak peduli dan masih fokus "menggambar". Nara hanya memperhatikan anaknya yang sedang asik sendiri tanpa menyadari kehadiran bundanya.
"eh bunda..." ucap yoora dengan girang. Nara hanya tertawa melihat anaknya sangat senang, seungcheol yang sudah selesai berperang dengan dapur langsung tertawa melihat tingkah anaknya.
"nih... Makan. Pelan pelan sayang kalo makan, masih panas" ucap seungcheol langsung memberikan mangkuk berisi bubur buatannya.
"dan ini buat yoora" seungcheol memberikan buah apel yang sudah di potong kecil kecil untuk yoora.
"hmmm.... Enak, kamu belajar masak sama siapa? Beneran enak lho" celetuk nara senang. Bubur buatan suaminya memang enak, terlebih seungcheol tidak terlalu bisa memasak.
"sama mingyu. Setiap mingyu ada waktu luang, aku minta ajarin masak. Biar kalo kamu sakit kaya gini kan aku bisa buatin makanan" jawabnya dengan menatap sayang istrinya.
"nggak makan?"
"udah tadi sambil nunggu bubur"
Ponsel seungcheol berbunyi menandakan ada telpon masuk.
"woozi? Tumben" gumamnya.
"ne woozi-ya"
"seungcheollie yoora sibuk nggak?"tanya woozi pada seungcheol di telfon.
"ya... Bayi mana ada yang sibuk sih?"
"ah... Boleh ajak yoora?"
"mau lo ajak ke agensi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Smile
Romance"makasih ra udah hadir di hidup jeonghan, aku dan member. Terimakasih sudah memberikan senyum tercantik dan terbaik untuk kami"ucap seungcheol pada dirinya sendiri dengan menatap nara lembut yang sedang berusaha menenangkan jeonghan yang masih menan...
