21. Marburg Virus

1.7K 248 16
                                        


Jangan lupa vote and comment.












Anna membuka matanya saat suara gaduh dan derap langkah kaki terdengar dari telinganya. Keributan itu terdengar begitu jelas baginya. Ia menatap Jaehyun sekilas kemudian beralih menatap keluar selnya. Ia yakin tadi masih melihat beberapa anggota militan berdiri tegak berjaga di depannya namun sesaat setelah ia mengedipkan mata, para pria itu sudah tergeletak dengan simbahan darah.

"Dokter, kau tak apa?" Anna masih mengerjap bingung saat tiba-tiba wajah kapten Hae In ada di depan matanya.

"Kapten!"

"Pelankan suaramu. Bangunkan Professor Jaehyun. Kita akan keluar tiga menit lagi. Tempat ini sudah jadi sasaran operasi militer PBB." Anna mengangguk kemudian memanggil pelan agar pria itu terbangun dari tidurnya. Jaehyun bukanlah orang yang sulit dibangunkan dari tidurnya hingga ia dapat terbangun hanya dengan suara panggilan kecil.

"Ada apa?"

"Kapten Hae In bilang kita akan segera dievakuasi." Jaehyun bergerak untuk melihat kapten Hae In yang tengah menggerakkan beberapa pasukan untuk membuka beberapa sel lain.

"Kapten!" Panggilan Jaehyun membuat kapten Hae In kembali ke depan sel mereka sembari membawa sebuah kunci sel bersamanya.

"Ada apa Professor?"

"Tolong berikan kami tumpangan yang berbeda, atau jika memungkinkan isolasi kami di sini!" Kapten Hae In mengernyit tak percaya dengan apa yang dikatakan Jaehyun.

"Ini bukan tempat yang aman untuk kalian. Ini kawasan pemberontak."

"Jika begitu, aku mohon bawa kami langsung ke klinik dan lakukan isolasi di sana."

"Kuharap kau mau menjelaskan alasanmu, Professor."

"Kau lihat orang itu? Dia mengalami gejala infeksi sebuah virus. Kita harus melakukan karantina. Karena aku dan dokter Anna berada satu sel dengan dia, kemungkinan besar kami juga bisa terinfeksi." Kapten Hae In cukup terkejut dengan pernyataan itu. Ia berpikir sebentar kemudian mengobrol dengan salah satu pasukannya.

"Baiklah, kalian akan dibawa dengan sebuah truck khusus. Aku sendiri yang akan menyetir truck itu dan kalian bertiga akan diisolasi di klinik setelahnya."

"Terimakasih kapten."

"Dokter Anna."

"Ya?"

"Berjanji padaku untuk selalu berada dalam keadaan baik-baik saja." Anna sedikit bingung dengan maksud kalimat itu tapi ia hanya mengangguk saja sebagai respon.

"Ck, kalian pikir kalian Kang Moyeon dan Yoo Sijin." Itu adalah sebuah bentuk ungkapan kekesalan dari Jaehyun yang tak suka dengan adegan romansa antara Anna dan Kapten Hae In.

"Ck, diamlah, masih baik sekarang kita tertolong!"

"Sekarang kita keluar, truck kita sudah disiapkan."

"Kapten, jagalah jarak dengan kami. Kuharap kau tak mau terjangkit virus jika orang itu benar sakit karena virus mematikan bukan?" Kapten Hae In meneguk ludahnya karena perkataan Jaehyun. Ia melirik orang itu sekilas kemudian berjalan lebih dulu untuk keluar.

Pain || JJH  (DITERBITKAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang