Jangan lupa vote and comment.
Mendadak suasana berubah menjadi begitu menegangkan saat ini. Setelah izin dari Jaehyun diberikan Anna langsung menangani pasiennya di ruang praktek dokter gigi. Dia benar-benar akan mengoperasi anak kecil dengan keluhan radang usus buntu di ruang dokter gigi tanpa peralatan operasi dasar bahkan mereka tidak punya peralatan anastesi.
Operasi usus buntu memang bukanlah operasi yang cukup rumit. Bahkan akan menjadi operasi yang cukup sepele jika itu ditangani di Seoul. Pasalnya mereka kali ini bukan melakukan operasi di sebuah klinik yang layak disebut sebagai klinik. Tempat itu terlihat seperti gudang penyimpanan barang dibanding klinik.
Kali ini Anna hanya dibantu oleh Jungkook dan Chaeyeon serta perawat Cho Miyeon. Jaehyun tidak dapat membantu karena pria itu harus bertanggung jawab dan mengurus segala hal yang berbau administrasi dan perizinan di ibu kota. Dia juga harus mengajukan beberapa kekurangan perlengkapan dan fasilitas pada delegasi PBB di Somalia.
"Anna, ingat jika kita hanya menggunakan midazolam 0,4 ml. Artinya kau punya waktu sekitar 25 menit. Kau tentu tahu akibatnya jika kau melewati batas waktu itu?" peringat Jungkook.
"Tutup mulutmu, aku sedang berkonsentrasi." Jungkook memang hobi menyulut emosi gadis itu, tapi dia tak akan melakukannya kali ini. Ia pernah menemani Anna di ruang operasi sebelumnya dan gadis itu benar-benar akan menjadi orang yang berbeda saat bertugas.
lima belas menit sudah waktu bergulir dan tepat saat itu juga Anna sudah berhasil memotong jaringan yang terinfeksi. Saat ini mereka hanya tinggal menjahit luka anak itu. Bakat Anna memang tak perlu diragukan lagi. Sudah terbukti jika dia berhasil melakukan segala tugasnya dengan baik dan dalam kondisi apapun.
"Kau yang akan tangani anak ini setelah ini Jeon, kau harus terus memantaunya. Sekarang pindahkan anak ini ke ruang perawatan!" perintah Anna. Chaeyeon dan Miyeon menurut sedangkan Jungkook masih diam di tempatnya. Setelah dua perawat itu pergi barulah Jungkook mendekati sahabatnya yang tengah menatap peralatan bedah.
"Bernafaslah dengan benar, Anna. Aku tahu kau kesulitan bernafas sejak tadi." Runtuh sudah tembok kekuatan yang dibangun Anna. Kaki-kakinya bahkan melemas hingga dia butuh meja untuk bertumpu. Tangannya gemetar dan keringat dingin membanjiri pelipisnya.
"Astaga, aku berhasil menyelamatkannya, Jeon. Aku berhasil menyelamatkan anak itu!" Selama ini Anna memanglah ahli bedah yang menangani pasien dewasa. Dia belum pernah menangani anak kecil sebelumnya apalagi tanpa peralatan dasar dan tempat yang memadai. Ingatlah kecintaan Anna akan anak kecil. Dia akan merasa sangat bersalah jika melakukan kesalahan pada anak kecil itu.
"Kau suskes, kini kau membuktikan jika kau memang dokter bedah yang sangat kompeten dan tidak terpengaruh sulitnya kondisi."
Pintu tiba-tiba saja terbuka menampilkan para dokter dan perawat yang sejak tadi cemas menanti jalannya operasi. Senyuman secerah matahari terpancar di wajah mereka terkecuali Chaekyung yang hanya menatap Anna dengan tatapan dongkol.
"Kau berhasil dokter Anna!!" ujar Dokter Taeyong yang diangguki dokter dan perawat lainnya.
"Kesayanganku berhasil!!!" pekik Rose sembari berlari dan memeluk gadis itu.
"Cih, hanya operasi usus buntu saja dipuji seperti itu." Jelas bukan siapa yang mengatakan kalimat itu? Jawabannya tentu Yoon Chaekyung.
"Hey, Anna melakukannya di tempat seperti ini dengan tanpa peralatan dasar. Dia melakukannya benar-benar secara manual tanpa bantuan alat apapun. Memangnya kau, melakukan operasi usus buntu dengan berbagai alat canggih saja masih melakukan kesalahan," sindir Rose yang tak terima jika sahabatnya diremehkan. Chaekyung hanya berdecak kesal sebelum akhirnya pergi dari kerumunan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pain || JJH (DITERBITKAN)
Fiksi PenggemarBe wise please while read this story. "Mau seberapa banyak rasa sakitnya? Kau bercanda? Aku dibesarkan dengan rasa sakit." -ATLH "No more, i will be your medicine. I'll give you a true of happiness." -JJH Hanya sebuah kisah Professor Jung Jaehyun y...
