eight👣

11.6K 600 12
                                        

Terdapat banyak kasih sayang di luar sana tapi percayalah ada yang paling nyata dari semuanya

Sabriana.A.M.A.


Pagi hari saat bina bangun ia mendapati dirinya sendiri sang abang telah pergi lama, terbukti dari tempatnya berbaring sudah tak hangat lagi dan entah mengapa ia jadi kesal sendiri, ia bangun kesiangan dan saat bangun sang abang sudah tidak ada

Ia menggulung rambutnya secara asal, mencuci muka gosok gigi dan langsung turun ia tidak berniat untuk mandi tapi percayalah ia nampak cantik dengan rambut di cepol asal

Ia menuruni tangga dengan muka cemberut entah kenapa pagi ini ia benar benar kesal tanpa alasan yang jelas

"Pagi" sapanya setelah sampai meja makan ia tidak memperhatikan sekitar ia hanya fotus untuk segera duduk dan mengadu pada sang abang

"Mengapa muka mu di tekuk sayang?" Usapan lembut di keningku yang mengkerut aku dapatkan saat telah berada di dekat bang A

Bina mendongkakkan kepalanya menatap septian lekat masih dengan muka cemberutnya

"Bina kesel!"

Bina merasakan tubuhnya melayang ketika ia sadar apa yang terjadi ternyata ia sudah ada di pangkuan septian dengan muka saling berhadapan

"Kenapa queennya abang kesel hemm?"

Septian kembali bertanya dengan senyum tipis menghiasi wajahnya yang rupawan tangan nya terangkat untuk mengelus pipi bina lembut

" bina sebel kak bina bangun kesiangan pas bangun abang juga udah gak ada, kenapa abang gak bangunin bina?"

Bina mengadu dengan muka cemberut lucu bahkan matanya sudah berkaca kaca

Septian tersenyum, mengeratkan dekapannya pada sang adik. Sepertinya sang adik tak menyadari bahwa banyak orang yang hadir di ruang makan ini

"Abang gak tega bangunin princess yang lagi tidur pules" ucapnya

"Ko gitu kan bina pengen mandi, siap siap, terus turun bareng abang" adunya dengan terisak kecil kenapa ia merasa bahwa ia cengeng sekarang

"Maaf ya abang kan gak tau"

"Gak mau bina masih kesel sama bang A!"

"Abang kasih hadiah deh tapi udahan yah marahannya?"
Rayu septian

"Abang mau nyogok bina? Maaf ya bina gak mempan di sogok sogok gitu!"
Bina melipat tanganya di dada sembari memalingkan mukanya

"Yakin gak mau? Tadinya mau abang kasih cake keju loh, padahal abang kan gak maksud buat nyogok"

Bina menelan ludah dengan sesah payah mendengan kata cake keju ia menggigit bibir nya gelisah sepertinya ia harus menyerah ia tidak bisa menolak godaan cake keju

"Yaudah!" Ketus bina

"Yaudah?" Septian merenggut bingung sembari menahan senyum gelinya adik nya ternyata mudah di bujuk

"Yaudah kalo bukan nyogok bina mau tapi dengan satu syarat!" Ucapnya dengan tengsin

"Bina mau cake nya beli bareng abang terus jalan jalan deh yah yah yah?"

Dengan semangat bina menyatakan syaratnya, matanya yang bulat berbinar binar indah tak lupa dengan senyum yang dapat menghangat kan hati siapapun yang melihatnya

"Boleh" septian mengagguk setuju dengan senyum yang terpatri di wajahnya

"Ekhem ekhem"

Suara deheman mengalihkan perhatian bina, bina melihat sekeliling ternyata banyak orang di meja makan

Dengan buru buru ia mengubur kepalanya di dada bidang sang kaka

Septian tersenyum lalu mengelus lembut surai coklat sabrina dengan sayang

"Gak papa itukan kaka kaka sabrina juga jadi gak usah malu"

Sabrina mengintip malu malu dari dada sang abang lalu menatap sang abang dengan ragu septian mengangguk meyakinkan

Sabrina turun dari pangkuan septian lalu berdiri menghadap orang orang yang baru pertama kali di lihatnya ini tiga pemuda dan pasangan paruhbaya ia memiringkan kepalanya lucu menengok pada papa dan mama nya yang tersenyum geli atas tingkahnya 'aduh sabrina jadi malu deh kalo gini'

Sabrina buru buru menengakkan tubuhnya lalu sedikit membungkuk

"Maaf atas ketidak sopanan bina bina sangat menyesalinya bina pastikan tidak akan terulang lagi"

"Hey hey gak papa ko sayang bukan masalah" pemuda yag sepertinya seumuran ka ziel angkat bicara

"Sepertinya kita harus melakukan perkenalanya?" Tanya nya

"Ah maafkan bina, bina akan memperkenalkan diri nama saya sabrina athena minerva salam kenal"

Bina menoleh ke arah septian yang tengah menatap nya tajam, bina menaikan alisnya bingung

"Atmaja sayang" peringat septian

"Ah ya sabrina athena minerva atmaja"

Semua yang ada di meja makan kecuali septian terkekeh geli'lucu pikir mereka'

"Cute" ucap salah satu pemuda sembari tersenyum lembut

"Hah?" Bingung sabrina mengerjapkan matanya lucu

Pemuda tersebut berdiri dari duduknya memutar berjalan kearah sabrina berdiri, sabrina hanya mengerutkan dahi dengan bingung

Di bawanya sabrina kepada dekapan hangat sang pemuda

"Welcome back home sayang"






FAMILY PROTECTION Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang