ten👣

11.7K 611 38
                                        

Ini tentang dia
Tetapi bukan tentang rindu
Atau cerita masalalau

Sabrina.A.M.A

Setelah makan siang putra dan putri atmaja tengah berkumpul di ruang keluarga, seperti biasa sabrina tengah di samping septian dengan tangan septian melingkar di pinggang ramping sabrina

Memang septian lebih memilih makan siang di rumah dan tidak berniat kembali lagi kekantor ia tidak bisa tenang bila berjauhan dengan bina ia memilih membawa pekerjaannya ke rumah oh ayolah lagi pula ini akhir pekan siapa yang ingin bekerja di akhir pekan kalo tak ada hal pentingpun tadi ia tak akan kekantor, lebih baik ia bermanja manja dengan gueennya di rumah

"Jalan jalan yu? sekalian ngenalin daerah sekitar ke princess "

Ervan memberi usul sebenarnya itu hanya alasan ia hanya ingin memamerkan adik cantiknya pada orang orang kalo di jelasinmah mau sombong gitu karena punya adik cewek, cantik pula

"Boleh tuh biar princess bisa lepas juga dari jerat iblis"

Sinis zriel sembari melirik kearah septian, yang di sindirpun tetap anteng memainkan jari jari lentik sabrina ia hanya mengaggap perkataan zriel angin lalu

"Boleh! ke mall yu? sekalian beli perlengkapan sekolah princess"

Sabrina yang tadi nya anteng memainkan rambut andreas yang tengah berbaring di sampingnya dengan satu tangan langsung menatap leo bingung, mata andreas yang tadinya terpejam menikmati elusan sang adik di kepalanya membuka matanya saat merasakan elusan sang adik berhenti

"Kenapa?" Tanya andreas

"Bina sekolah?" Tanya bina dengan senyum lebar

"Iya dong bareng kaka tentunya" balas leo

"Wah asik dong! bareng ka ervan juga?"

"Iya dong!" Bala ervan

"Wah!! Bang Asep yuk ke mall yuk bina mau beli perlengkapan sekolah ya!? Ya!? Ya? "

Bina langsung menoleh kepada septian meminta persetujuan,
Sedangkan yang lain mengangga mendengar bina memanggil septian dengan Asep, ingin rasanya mereka tertawa terbahak bahak tetapi mereka mengurungkannya ketika tatapan tajam septian mengarah pada mereka

"Boleh.." ijin septian

"Eh tapi binakan gak punya uang bina belum punya kerjaan gimana dong ya?"

Bina berbicara kepada dirinya sendiri dengan suara pelan nyaris berbisik, septian yang duduk menempel pada sabrinapun mendengarnya hatinya sakit seperti ada yang meremas, dadanya sesak memikirkan queenya harus kerja banting tulang hanya untuk makan

"Queen?" Septian merangkum wajah sabrina dengan lembut, semua orang tertegun

"Kamu punya orang tua, punya abang, punya kaka kaka yang bisa kasih apapun buat bina, jangan anggap kita orang lain sayang, kita keluargamu"

Septian mengangkat bina kepangkuannya mengambil dompet dari saku jasnya lalu mengambil Kartu Kredit dari dompetnya bukan sembarang kartu tapi Black Card

"Ini buat bina, ini dari kaka belum dari papa dan papi, jangan kerja lagi ya sayang? Kamu udah bilang sama abang untuk gak terluka ingat?"

Sabrina mengagguk sembari menunduk

"Maaf bina cuma belum biasa aja" jawab nya

"It's oke sayang" balas septian sembari memeluk sabrina dengan erat

"Jadi gak ke mall nya?" Sabrina bertanya dengan ragu

Septian dan yang lainnya ter kekeh mendengarnya

FAMILY PROTECTION Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang