DUA jam lebih bina tertidur di ruangan atau lebih tepatnya kamar barunya, kamar yang begitu mewah dengan nuansa girly, awalnya sempat ragu ini adalah kamar nya kamar yang seluas ruang tamu panti ini terlalu mewah untuk orang sepertinya yang sudah terbiasa hidup susah, dengan kasur super empuk baju berjejer rapih di walkin closet, jendela besar yang mengarah ke jalan kecil dan taman kecil yang sering di lalui kendaraan yang akan keluar masuk rumah ini, memang gerbang cukup jauh dari rumah atau lebih tepat nya mansion ini.
Tok tok tok
Pintu di ketuk lalu dibuka dari luar
"Udah bangun sayang? Kaka kira kamu belum bangun"
Kaka kedua ku azriel bertanya sembari menghampiriku yang tengah duduk di atas ranjang dengan penampilan yang luar biasa brantakan rambut acak acakan, muka kucel baju yang kusut
Kak ziel menghampiriku lalu merapikan rambutku menyelipkan beberapa helai ke belakang daun telinga.
Di lihat lihat dari dekat seperti ini kaka ku ini tampan, sangat tampan dengan rambut acak acakan baju kaos abu polos dan celana rumahan selutut, kesannya tentang kaka nya yang ke dua ini sangat berbeda dari yang ia lihat pertama kali, yang terlihat sekarang ia lebih mudah untuk di dekati berbeda dengan tadi yang terlihat tak tersentuh dan dingin
"Kaka ngerapihin rambutku tapi rambut kaka sendiri berantakan"
Aku berbicara sembari tanpa sadar tangan ku melayang mencoba merapihkan rambut coklat gelap kak zriel yang berantakan
Bina merasakan ka zriel tersentak sebelah tangannya mengepal sedangkan tangan yang satunya yang tengah merapikan rambutku terhenti ia menatap kosong beberapa detik sebelum tersadar kembali, aku menghentikan keinginanku untuk melanjutkan merapikan rambut kak zriel
"Maaf"
Lirih ku sembari menunduk, seharusnya aku tidak melakukan itu dasar bina ceroboh bagai mana kalau nanti kak zriel malah tidak menyukaiku atau lebih parah membenciku, aku benar benar tidak sadar tadi
"Kenapa minta maaf hem? Bina ngakngelakuin kesalahan kok, tadi kaka cuma kaget aja kaka kira bina masih takut sama kaka, kaka gak keberatan bina ngerapihin rambut kaka kan bina adik nya kaka"
Jelasnya sembari mengelus rambut bina sayang tidak lupa memberi kan kecupan di pucuk kepalanya
"Gak papa bina rapihin? kaka gak akan marah? Kaka gak marah kalo bina manja sama kaka? Atau kalo bina minta sesuatu sama kaka?"
"Gak akan sayang bina boleh lakuin apa aja, minta apa aja sama kaka, malah kaka seneng kalo bina mau manja sama kaka, kaka udah nunggu kamu lama banget kayak nya kaka bakal jadi orang terbahagia kalo bina mau manja sama kaka"
"Beneran? Kalo gitu boleh sekarang bina minta sesuatu?"
Bina bertanya dengan semangat binar bahagia di mata indah nya sungguh menyenagkan untuk di saksikan
"Boleh princes mau minta apa?"
"Boleh minta peluk ?"
Bina meminta dengan mata bulatnya yang berbinar ah ini sungguh pmandangan yang siapanpun yang menyaksikannya tak mampu untuk menolak, ah sungguh menggemaskan
"Ko malah bengong sih gak boleh ya?"
Bina menunduk sedih binar di matanya seketika lenyap tanpa sisa
"Eh siapa yang bilang gak boleh sama adik kesayangan kaka sini mana orangnya biar kaka hajar dia"
Azriel memasang muka garang yang malah terlihat lucu sekarang
"Ih kaka ngelucuya? Ko garing sih" bina terkikik geli melihat kelakuan kakanya
"Masasih? lucu ah, atau mau yang lebih lucu lagi?"
Azriel bertanya sembari menatapnya dengan seringaiannya hati bina mulai was was
"Ini ni yang lucu mah"
Azriel mengelitik bina membuat bina tertawa terpingkal pingkal sembari memohon ampun
"Ampun hosh kak hosh ampun kaka lucu hosh kok iya lucu"
"Gimana lucukan kan ?"
Azriel menyudahi kegiatannya mengelitik bina ia kasihan melihat adiknya, sampai sampai ia lihat bina tertawa sapai menangis tidak tega juga dia jadinya, tapi melihat senyum adik nya membuat dia juga bahagia ini yang dia harapkan adiknya kembali dan bercanda tawa seperti ini. Mimpi nya terkabul
"Udah dong kan bina minta peluk ko malah di gelitikin sih!"
Bina memberengut lucu
"Ulululu adiknya kaka pengen di peluk yah mana sini, sini kaka peluk"
Azriel memeluk adiknya dengan erat menghirup aroma khas adiknya aroma coklat dan entah apa ia tak tau yang jelas ia menyukai nya
Bina tersenyum lebar di pelukan kaka nya itu ah ia benar benar menyukai pelukan kaka keduanya ini
"Bina suka pelukan kaka, nyaman banget" bina berbisik dalam pelukan zriel tapi masih bisa di dengar oleh zriel, mendengar adiknya menyukai pelukannya zriel mengeratkan pelukannya
"Kalo gitu nanti kaka sering sering peluk bina yah gak papa?"
"Gak papa malah bina seneng kaka mau peluk bina"
Bina mendongkakkan kepalanya di pelukan kakanya agar ia bisa melihat wajah kakanya, menunjukan cengiran khasnya yang terlihat menggemaskan
"Adiknya siapa sih ko imut banget" zriel menggoyang goyang kan bina yang ada di pelukannya membuat bina tertawa akan tingkah kakanya
Sedangkan di pintu yang tidak tertutup sepasang mata menyaksikan adegan itu dengan rahang mengeras lalu meninggalkan tempat itu dengan tangan terkepal erat
Kalo suka jangan lupa vote dan coment oke:)
Cerita pertama
Mohon di maklum:D
KAMU SEDANG MEMBACA
FAMILY PROTECTION
Roman pour AdolescentsJUDUL AWAL TE ECONTRE (Aku Menemukanmu) Ketika takdir memainkan perannya,kita haya bisa mengikuti alurnya. Sejauh mana kita berandai selama bukan takdirnya kita hanya bisa pasrah dan berusaha semampukita. Hidup nya penuh dengan luka sebelum ia bert...
