twenty_three'bule korea'

5K 388 65
                                        

"Heh cina!!" Seruan harry nampak membuat Lee mendelik kesal

"Nama gue itu lee tae oh, dan CATAT gue dari KOREA, gondok lama lama gue dengernya" lee berbicara dengan tidak santai dibarengi penekanan pada kata catat dan Korea, lee itu paling tidak suka sama orang yang manggil dirinya itu cina, enak aja tanah kelahirannya gak diakui

"Widih bule korea udah bisa bahasa gaul nih, bisa loe gue aja bangga, Bina denger baru tau rasa" Sabrina memang tidak menyukai kata lo_gue ia juga tidak tahu kenapa bila ada orang terdekatnya mengucap lo-gue bisa dipastikan mood Sabrina akan buruk dan berimbas pada orang disekitarnya maka mereka mengusahakan untuk tidak menggunakan kata keramat itu didepan sabrina dan itu berlaku untuk orang di sekelilingnya

"Mau apa kesini? Tumben" harry yang mengetahui lee mencoba menghindari topik itu tidak membahas lebih jauh

"Data data mellisa itu loh sama bokapnya"

"Di Rak putih bawah paling kiri" lee menjawab sembari jarinya nampak bergerak lincah di atas keyboard

"Eh kerjaan dari edzar lo kerjain juga?" Tanya harry melirik file bersampul merah gelap yang terbuka tergeletak diatas nakas

"Laga lo ngingetin malah ikut ikutan" lee mendelik sebal tanpa menoleh pada harry yang tengah nyengir bodoh didekat rak

"Bukannya lo gak mau ngerjain itu ya?" Tanya harry penasaran sembari menunjuk file bersampul merah diatas nakas

"Itu bukan file Edzar tuh" jawab lee yang santai tapi tidak dengan jarinya yang mengetik cepat angka angka rumit dihadapannya

"Terus suruhan siapa?"

"Endru Adijaya"

Harry nampak menatap penuh minat pada lee yang tengah menyeringai tengil dengan tangan dan mata yang tetap fokus pada komputernya

_《》_

Hari ini sabrina memutuskan bolos sekolah ia memilih ikut sang abang ke kantor, sebenarnya ini bujukan abang dan kakak kakaknya agar ia bolos saja alasannya sih karena Septian, dan Andreas akan menyusul Abian untuk urusan bisnis, lalu Azriel yang akan menangani perusahaan minyak di Dubai yang katanya mengalami kebocoran, sedangkan ervin yang akan mengurus perpindahannya agar bisa kuliah di Indonesia sekalian membantu kantor pusat, jadi di Mansion cuma ada mama,papa,kak Leo dan kak Ervan saja besok

"Bang masih lama?" Tanya sabrina sembari menguap ia capek karena dari tadia ia dijahili terus oleh kakak kakanya yang sekarang pergi mengurusi tugasnya masing masing atas ancaman sang abang juga papa tercintanya, harusnya mereka sudah pergi dari tadi tapi merekanya yang ngeyel dan malah nongkrong di ruangan Septian alasannya sih gara gara ada sabrina, belum tau aja mereka sabrina bukan pertama kali nyamperin septian kalo tau bisa dipastikan kalau mereka akan marah karena cemburu

Septian mengalihkan pandangannya pada sang adik yang tengah menguap dengan kaki bersila dan rambut acak acakan akibat ulah saudaranya, septian tersenyum kecil menatap sabrina yang tengah mengerjab bingung. Sabrina mengantuk

Beranjak dari kursi kebesarannya septian menutup kaca besar dibelakangnya dengan tirai berwarna abu abu warna yang sama kelamnya dengan ruangannya yang didominasi oleh warna hitam dan abu abu itu, bermaksud menghalau sang mentari yang bersinar semangat menyorot sosok menggemaskan yang tengah bersila disofa ruangannya, menatap sabrina dengan geli ketika sabrina merentangkan tangannya meminta sebuah pelukan, dengan senang hati Septian memberikan pelukan eratnya mengangkatnya kepangkuannya lalu merengkuh tubuh munggil itu sehingga tenggelam dalam pelukannya

Septian suka saat sabrina manja padanya

Setelah dirasa sabrina telah lelap septian mengangkat tubuh mungil itu kekamar pribadinya, setelahnya kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda

FAMILY PROTECTION Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang