'thirteen'

10.2K 577 27
                                        

Setelah terbangun tengah malam akibat mimpi buruknya, sabrina tak bisa untuk terlelap lagi jadi ia memutuskan untuk turun mencari makanan, ia sedikit lapar karena tidak makan malam

Menuruni tangga dalam keadaan pencahayaan yang temaram menyebabkannya harus melangkah dengan hati hati

Sabrina membuka lemari es lalu mengambil kemasan botol kecil, meminumnya sembari menutup pintu lemari es dengan siku. Ia meneguk sampai tandas isinya lalu meremukkannya dan membuangnya ketempat sampah

Berjalan menuju laci atas khusus makanan instan, membawa dua mie instan dan meletakannya di meja panty, saat hendak mengambil panci ia di kagetkan dengan orang yang berdiri di belakangnya, mengambil mie instan dan menaruhnya di tempat semula, laci yang ada pas di atas kepalanya, bila di lihat lihat sabrina seperti tengah di peluk dari belakang sekarang

Sabrina hendak berbalik, bermaksud melihat siapa yang tengah berdiri di belakangnya tapi belum sempat berbalik tubuhnya lebih dulu di rengkuh dari belakang, bila di tanya mengapa ia tidak panik karena orang asing yang ada di belakangnya, karena ia hapal aromanya, pemuda yang tadi datang ke kamarnya, pemuda asing yang memperlakukannya dengan lembut

"Tidak baik memakan makanan instan" ucapnya dengan suara parau, suara khas bangun tidur. Pemuda itu menyembunyikan wajahnya di lekuk leher sabrina menghirup sebanyak_ banyaknya aroma sabrina dengan rakus

"Siapa?" Tanya sabrina, tapi kemudian ia menggeleng

"Mmm... tidak..tidak..tidak.. biar ku tebak pasti kak Abian kan?" Tebak sabrina sembari tersenyum senang saat merasakan pemuda yang tengah memeluknya itu langsung menganggkat wajahnya dan melihat sabrina

"Kau mengetahuinya? Bagaimana bisa?" Tanya Abian sembari melihat sabrina dengan heran

"Hanya menebak?" Jawab sabrina tidak yakin

Abian tersenyum dan merengkuh lebih erat tubuh ramping sang adik dan menenggelamkan kembali wajahnya pada ceruk leher sabrina

"Kak lepas!" Titah sabrina

"Hah?" Kaget abian dengan nada bicara sabrina

"Bina lapar kak, bina belum makan" rengek sabrina

Abian terkekeh geli, melepaskan dekapannya lalu membalik tubuh sabrina agar menghadapnya, mengecup kening sabrina

"Mau makan apa biar kaka yang buatin, makanan instan gak baik buat kesehatan, apalagi buat orang yang lagi sakit" tutur abian sembari terkekeh geli melihat muka cemberut sang adik yang menggemaskan

"Apa aja deh bina udah lapar banget"

"Siap tuan putri, lebih baik sekarang tuan putri duduk dan menyaksikan chef kerajaan memasak oke?" Terang abian sembari menuntun sabrina duduk di meja pentry yang menghadap langsung pada tempat memasak

Sabrina menurut, memperhatkan kaka nya memasak ternyata tidak buruk juga, kakanya nampak seksi menganakan apron warna biru gelap di tubuh tinggi tegapnya

Setelah menunggu sekitar setengah jam makanan pun jadi, nasi goreng dengan irisan sosis yang banyak siap di santap, tapi darimana sang kaka tau makanan favoritnya, ah sudahlah itu tidak penting yang penting sekarang adalah mengisi perutnya yang sedari tadi telah berbunyi

"Silakan tuan putri makanan sepesial untuk orang sepesial"

"Terima kasih" ucap sabrina sembari tersenyum senang, lalu dengan segera ia memakan makannannya dengan lahap

Abian tersenyum senang melihat sang adik menyukai masakannya, ia duduk di hadapan sabrina sembari menopang dagu dengan tatapan yang tak lepas dari sabrina

FAMILY PROTECTION Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang