Seorang wanita berambut silver dengan topi juga kacamata hitam yang menggantung indah dipangkal hidung mancungnya nampak berjalan dengan raut wajah tenang dikerumunan ramai
Memasuki restoran makanan paling ujung dan paling kumuh dari semua deretan restoran mewah yang ada
Menelisik keadaan sekitar yang sepi ia hanya dapat melihat seorang pria bertopi lebar yang tengah mengepulkan asap nikotin dari rokok yang diapit dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, duduk dikursi usang dipojok ruangan ditemani pemuda yang sepertinya keturunan chinese karena matanya yang sipit dan tampak dari kulitnya yang putih pucat
Sembari berjalan mendekati pria tersebut ia sempat menoleh pada pekerja yang berdiri dibelakang mini bar bergaya klasik tengah menuangkan minuman pada gelas tinggi
Melepas topinya lalu meletakannya dengan kasar pada meja dihadapan dua pria tersebut sembari mendudukan dirinya dengan sembrono pada kursi didepan pria paruh baya
"Kalian menyebalkan!!"
Sentakkan kasar dari gadis berambut silver itu disambut acuh oleh pria paruh baya sedangkan pemuda yang nampak imut itu menundukkan kepalanya dengan menyedihkan
"Aku hilang ingatan kalian malah acuh" omelan gadis itu masih tetap berlanjut meski tau ia tak akan mendapat respon dari pria paruh baya didepannya
"Dimana harry?" Pertanyaan dari pria paruh baya yang masih nampak gagah itu tentu menyulut emosi sang gadis
"Kau itu benar benar!!" Gadis tersebut menunjuk pria paruh baya itu dengan napas yang terengah engah
Menggeram kesal gadis tersebut menatap pria tersebut dengan tajam lalu mengedikan bahunya dengan acuh
"Aku tidak tau"
Pria tersebut menatap sang gadis seolah gadis tersebut seorang idiot
Mengghela nafas dengan kasar pria tersebut menurunkan topinya dan terpampanglah wajah yang terdapat bekas luka memanjang dari dahi kiri melewati pangkal hidung sampai pipi kanan
Gadis tersebut mulai serius ketika melihat luka tersebut pasalnya pria dihadapannya tidak pernah membuka topinya, bila sudah dibuka berarti ini adalah hal yang serius
Ia selalu perpikir ketika melihat luka itu
Pria dihadapannya adalah seorang pensiunan tentara intel yang hebat jadi sepertinya orang yang melukainya bukanlah orang sembarangan
"Sabrina, dimana harry?" Sekali lagi pria tersebut bertanya sembari membuang puntung rokoknya kelantai yang kusam lalu menginjaknya
"Dia akan datang sebentar lagi"
Bebarengan dengan itu pintu masuk terbuka dan terpampanglah harry yang nampak kusut dengan muka yang ditekuk
Melihat nona dan tuannya nampak tengah serius ia memghampiri mereka dengan cepat sembari melirik kearah pemuda imut yang tengah santai menyantap makanan
Mendudukan dirinya dekat sabrina lalu menatap tuannya
"Harry kau sudah mengurusnya?"
Pertanyaan sabrina membuatnya mendelik kesal
"Kau mengorbankanku nona, kau tau aku dicaci maki oleh tuan muda dan mendapatkan tatapan tajam dari tuan septian mengetahui kau akan menginap ditempat temanmu yang tidak aku ketahui"
"Aku bahkan mendapatkan bogeman mentah dari tuan septian degan peringatan jika tidak mengantarkan nona kerumah sampai malam aku akan habis nona" dengan menyedihkan harry menatap sabrina dengan tatapan penuh keluhan
KAMU SEDANG MEMBACA
FAMILY PROTECTION
Teen FictionJUDUL AWAL TE ECONTRE (Aku Menemukanmu) Ketika takdir memainkan perannya,kita haya bisa mengikuti alurnya. Sejauh mana kita berandai selama bukan takdirnya kita hanya bisa pasrah dan berusaha semampukita. Hidup nya penuh dengan luka sebelum ia bert...
