Epilog

940 118 10
                                        


Bertahun-tahun telah dilewati oleh Kang Minhee selama ditahanan. Dia kerap dikunjungi Wonjin dan Jungmo, juga Allen.

Bahkan mereka sempat tidak pulang karena mengobrol larut malam dengan Minhee. Semua itu diizinkan oleh ayah Allen, Johnny.

"Jangan menyerah. Lo dapat melewati 2 tahun lagi" ucap Wonjin menyemangati dengan menepuk bahu Minhee.

Minhee mengangguk kecil. Dia terduduk di dalam sel, sedangkan mereka bertiga diluar sel.

"Oh iya. Papa gue udah setuju soal itu"

"Apa mereka mau nerima gue?" tanya Minhee.

"Kenapa tidak. Ternyata mama gue juga udah diberi amanat dari nyokap lo" jawab Wonjin.

"Apa selama ini tidurmu benar-benar nyenyak?"

"Tidak. Banyak nyamuk dan kedinginan" jawab Minhee seadanya.

"Allen, apa tidak bisa diberi selimut atau baju tebal begitu?"

"Lo gila? Tentu saja tidak. Lo mau semua tahanan disini ngeroyok gue"

Wonjin terkekeh kecil saat Allen menjawab dengan nada kesal. Jungmo yang sedari tari menyimak sambil tersenyum kearah Minhee.

Pasti jika jadi Minhee akan terasa sangat berat. Apalagi senyum yang ditampilkan Minhee benar-benar sangat tulus tanpa dipaksakan.

"Lo bener-bener kuat ya, Min. Mungkin gue akan selalu ngeluh dengan kondisi lo saat ini. Lo bener-bener laki-laki yang paling kuat. Gue bangga sama lo" tutur Jungmo.

Wonjin dan Allen setuju dengan Jungmo. Minhee juga berfikir, kenapa dirinya sangat kuat selama ini. Alasannya karena mereka bertiga dan Tuhan.















Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.














2 years later

Tahun-tahun yang dinanti oleh Minhee tentunya. Dia akan segera keluar dari balik jeruji besi itu.

Sebelum dia menemui ketiga sahabatnya. Dia terlebih dulu menghampiri geraja yang tak jauh dari kantor polisi. Berdoa dan berterimakasih kepada Tuhan.

Sedangkan diruang tunggu kantor polisi mereka bertiga menunggu Minhee sambil bermain ponsel.

Minhee berjalan sambil memakai jaket denimnya. Tersenyum ramah kepada Lee Taeyong yang selama ini memudahkan dan membantunya dalam sel tahanan.

"Terimakasih paman" ucap Minhee.

"Ya. Jangan panggil aku paman" tolak Taeyong.

Johnny dan Jaehyun terkekeh kecil. Mereka berdua sering mendengar perdebatan kecil Minhee dengan Taeyong.

"Aku tau kamu sudah berubah Minhee. Ilmuwan itu juga telah menerima Hemintro Toxin mu. Dan mulai besok dia meminta kamu datang menemui Professor Gye Cheol Kwon di laboratorium" ucap Taeyong memegang pundak Minhee.

Death ExperimentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang