Bagian Tujuh | Dari Masa Ke Masa

1.2K 199 8
                                        

"Boku wa kono machi de donna ashita o sagaseba ii no?"

—Satou Mafuyu

"Sa, gimme ur toss!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sa, gimme ur toss!"

"Okay!"

Senyum Saka mengembang seiring irisnya yang menajam, sambil berusaha memperkirakan titik paling nyaman yang Gala punya untuk memukul bola. Sementara itu Gala berlari dari sudut yang berlawanan. Setelah titik itu ia temukan, berbarengan dengan Gala yang telah berlari dengan second tempo, ia mendorong bola tersebut untuk kemudian dipukul oleh Gala.

Setelah itu mereka sama-sama membagi tawa. Saka dan Gala berjalan saling mendekat, kemudian melakukan tos lima gerakan yang biasa dilakukan oleh keduanya.

"Umpan lo emang yang terbaik, Sa!" Gala merangkul pundak Saka. Saka sama sekali tidak menolaknya. Mereka berjalan ke bibir lapangan, kemudian merbahkan diri di sana.

Sinar di atas sana sangat silau, membuat sakit kelereng siapapun yang berani menantang. Mereka berdua telentang dengan mata yang menyipit, menghalau sinar matahari supaya tidak masuk ke dalam retina. Gala mengangkat telapak tangan, membentuk gerakan seolah ingin meraih udara. Sedangkan dua detik kemudian, Saka memejam. Ia menggunakan lengan sebelah kanan untuk menutupi wajahnya.

"Gue pengen begini selamanya, Sa," ujar Gala. Ia menatap cahaya matahari melalui sela-sela jari.

"Hm?" Saka bergumam. Cukup pelan, tapi masih mampu Gala dengar—karena di antara mereka hampir tidak ada jarak yang membentang.

"Gue pengen jadi atlet voli. Tapi gue nggak mau jadi spiker kalau setter-nya bukan elo. Gue nggak mau mukul umpan selain dari lo. Jadi, lebih baik kayak gini. Gue lebih milih selamanya sama lo, daripada jadi atlet voli tapi nggak bareng-bareng sama lo."

"Tapi gue nggak bisa janji bakal terus main voli, Gal."

"Loh, kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa. Cuma...gue nggak mau asal kasih janji. Gue takut nggak bisa nepatin. Kan kita nggak tahu kedepannya bakal kayak gimana. Jadi..ya...gitu. Lo nggak marah kan Gal?"

"Gal?"

Saka reflek membuka mata dan menyingkirkan lengannya kala kalimat yang ia udarakan hanya dibalas keheningan. Kemudian tubuhnya membeku total kala ia menyadari bahwa tidak ada Gala di sampingnya. Ia edarkan pandangan dengan brutal ke seluruh area yang masih mampu ia rekam, tapi sosok Gala tetap tak bisa ia temukan.

Gala menghilang.

Satu fakta itu membuat detak jantungnya mendadak bertalu-talu. Keringat dingin mengucur deras dari pelipis pemuda itu. Wajahnya mendadak pasi. Ia berdiri, memacu langkah kaki untuk berlari ke sana sini, tapi sosok Gala tetap tak menunjukkan batang hidungnya sama sekali.

Behind Your Back[√] [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang