*Dhara pov
Malam telah berakhir, sang surya pun telah memancarkan sinar nya. Hawa sejuk dan embun pagi menghiasi telusuk sinar di pepohonan. Pagi ini aku terjaga dari tidurku yang entah sejak kapan ku mulai. Menatap bingung sekeliling ruangan dingin berbau obat obatan. Dengan lemah ku gerakan tubuhku tuk bangun dari ranjang besi ini.
Di samping ranjang ini ku melihat kotak cantik dengan sepucuk surat kecil terletak di atas sebuah rak medis. Tak berfikir lama, aku langsung mengambil dan membukanya. Dalam kotak itu terdapat sebuah buku diary berwarna merah muda. Tak lupa juga aku membaca sepucuk surat yang berada di luar sampul kotak itu.
*isi surat nya :
For Adhara
"Kulit putih, mata indah, dengan pipi merah merona menghiasi wajah cantik mu. Hati ini tak dapat bebohong, saat permata diri telah meluluhkan jiwa yang keras. Kini engkau telah membuatku mengerti apa yang membuatnya susah melupakan. Hari ini ataupun esok, mungkin aku kan terus berbohong. Namun, suatu saat nanti, cepat ataupun lambat engkau akan segera mengetahui kebenarannya."
~ Diary merah mudaAku benar benar tak mengerti apa maksud dari surat ini. Aku juga tidak tahu siapa yang mengirimkan kado dan surat ini. Aku terdiam dan merenungkan isi surat ini, namun aku tak kunjung mengerti dengan maksud dari surat ini.
Lamun ku terhenti saat mendengar seseorang menepuk pundak ku.
"Hei..dhar..Dhara!" (Vanya)
"Aaa....ehh vanya ada apa vany" (ucap ku terkejut menyadari kehadiran vanya disampingku)
"Yeee..ngelamun nih orang..mikirin apaan si lo?" (Tanya vanya)
"Eee..enggak ko aku ga ngelamun, hehe" (jawab dhara gugup)
"Alah alesan! Udah yuk sarapan dulu, di luar lagi pada sarapan noh. Yuuk!"
(Ajak vanya menyudahi pembicaraan singkat ini)"Iya..." (dhara)
Dengan rambut tergerai, aku mengenakan jaket berbulu dan celana joger loreng keluar dari ruang UKS untuk sarapan pagi bersama. Bak putri istana yang berjumpa orang orang desa. Aku berjalan dengan disambut hangat oleh siswa siswi lain di tenda nya masing masing. Aku hanya tersenyum membalas sapaan mereka." kenapa mereka menyambutku seperti itu? Apa karna aku putri dari seorang pemilik yayasan? Hhhh..Teori macam apa itu, orang terpandang sangat dihormati dan orang rendah sangat direndahkan. Aku benar benar tak setuju dengan pemikiran itu. Karna semua manusia itu sama, tak ada yang bisa membedakan hanya karna dilihat dari kalangan orang itu berasal"
Dengan nyawa yang setengah full, aku duduk menyantap makanan yang telah di sediakan.
"Eh gengs, tau gak? Katanya camp hari ini mau dibubarin. Jadi, nanti siang kita pulang" (ujar vanya di sela sela menyantap sarapan nya)
"Serius lo?" (Tanya ervan)
"Iya, tapi gak tau pasti juga sih. Soalnya masih di pertimbangin sama guru guru." (Jawab vanya ragu)
"Yeeuhh itu mah namanya belom pasti!!" (Ervan)
"Ting..ting..ting.." seketika suara itu membuat semua siswa berpaling.
"Selamat pagi anak anak"
(Sapa bu arumi di tengah lingkaran tenda siswa)"Pagi buu"
"Pagi ini ada sedikit informasi yang akan ibu sampaikan. dikarenakan kejadian kemarin, bapak serta ibu guru disini telah sepakat untuk membubarkan camp hari ini. Jadi, setelah sarapan pagi kalian langsung mandi dan membereskan barang barang kalian. Mengerti!"
"Mengerti bu..." jawab murid murid serempak
***
*T E N D A
"Udah beres dhar?" (Tanya vanya)
"Udah nih" (dhara)
"Yaudah yuk langsung aja, yang lain kayanya udah pada di bis. Kita kan naik mobil gue" (vanya)
"Emang nya gak ada apel pulang dulu?" (Tanya dhara)
"Enggak" (jawab vanya)
*Di Mobil
"Mmm..vany, dari abis aku pingsan ko aku gak liat kak axel ya?" (Dhara)
"Gue juga gak liat, dari pas malem kejadian itu tiba tiba dia ngilang gitu aja. Emang ada apa lu nyariin dia?"
(Vanya)"Engga, cuman mau bilang terima kasih aja" (jawab dhara tersenyum)
"Ohh..yaudah besok aja, kan besok sekolah. Btw besok mau gue jemput lagi gak?" (Vanya)
"Yaudah boleh. Makasih vanyaaa"
(Ucap dhara seraya mengelus pundak vanya)"Santai ajaa" (vanya)
*Next Chapter⬇
#gimana lanjut gak? Semoga suka yaa temen temen🤗
jangan bosen bosen buat vote yaa...#Semoga bermanfaat
*SELAMAT MEMBACA*

KAMU SEDANG MEMBACA
ANANDHARA [HIATUS]
Ficțiune adolescenți"Mengapa ini semua terjadi pada saat yang tidak tepat!" Cantik, pintar, baik itulah dhara. Gadis pengidap mood disorder yang selalu memiliki masalah dalam hidupnya. Ketika persahabatan yang tersirat rasa saling mencintai, harus dipisahkan hanya kar...