● Chapter 14. Antara yang tersulit

63 44 16
                                    

"E N J O Y R E A D I N G"

" Setiap apa yang kita impikan
Tak semua menjadi kenyataan
Hiduplah dalam kebenaran,
Kenyataan, akan lebih jujur dari penantian"

~Sufian Suhaimi~

||

*Dhara pov

Dengan tergesa-gesa aku dan vanya membawa tumpukan berkas-berkas laporan hasil tugas siswa kepada pak hardi (wali kelas kami). Sebagai seorang ketua kelas dan seorang sekertaris, begitulah tugas kami setiap minggunya. Rela memakan waktu istirahat demi menunaikan tugas. Melelahkan memang, tapi itulah tanggung jawab kami.

"Permisi pak maaf ganggu, ini berkas-berkas laporan hasil tugas kimia kemarin" ucap ku memberi penjelasan pada pak hardi

"Oke, kalian boleh istirahat sekarang" jawab pak hardi seraya membuka lembaran berkas.

"Baik, terima kasih pak. Kami permisi"

Jantung ku selalu berdegup cepat setiap berhadapan dengan pak hardi, guru kimia sekaligus wali kelas ku yang terkenal sangat killer di sekolah ini. sikap nya yang tegas dan jarang senyum membuatnya di segani banyak siswa siswi SMA ini. Yang membuatnya sangat ditakuti murid-murid disini adalah hukuman yang ia berikan. Pak hardi tidak akan segan menghukum muridnya dengan kejam tanpa pandang bulu. Karna itu aku dan vanya selalu takut jika tidak segera melaksanakan tugas yang ia berikan. Huhh merepotkan.

~Di koridor

"Hhh..dasar aki-aki tua bangka, suka nya ngerepotin mulu! Cepet pensiun kek pak"
Gerutu vanya

"Hushh kamu ngomong nya va, kalau kedengeran kan bahaya.. udah yuk mending ke kantin, nanti keburu lewat jam nya" ajak ku pada vanya yang masih cemberut

~Di Kantin

Dhara
"Oh iya ngomong-ngomong si ervan mana? tumben gak nimbrung? Masih marah ya?"
Tanya ku seraya mengaduk sambal pada kuah bakso.

Vanya

"Hmm..mungkin, soalnya dia masih cemburu banget sama axel" vanya
Dhara

"Kok gitu sihh, Oh iya va jangan cemburu yaa soal ervan." Ucap ku merasa tidak enak pada vanya.
Vanya

"Yaelah santai...gue juga udah gak berharap sama dia. Lagi juga gue udah tau kok kalau dia tuh gak bakal suka sama gue karna dia cuman suka sama lo" jawab vanya datar.

Aku hanya membalas ucapan vanya dengan senyum kecil.

Vanya
"Btw lo masih suka di kekang sama axel? "
Tanya vanya menukar topik pembicaraan

Dhara
"Yah..gitu deh, sekarang aja aku lagi diem-diem makan sama kamu va. Kalau sampai ketauan mah...selesai sudah"

Vanya
"Iya juga ya. Hmm..tapi, emang nya lo gak kesel di kekang terus sama dia?"

Dhara
"Kalau kesel sih yaa..kesel, tapi mau gimana lagi daripada di ancem terus"

ANANDHARA [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang