18

192 29 16
                                    

62xxxxx

|Kim Woojin

Kim Woojin. Teman sekaligus korban dari dendam seorang Bangchan. Teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, tapi dengan bodohnya ia celakai karena rasa iri yang telah mengendalikannya.

Woo..jin?|
Haha, jangan boong deh|
Woojin yang gue kenal ga mungkin ngelakuin hal separah ini|

|Aku ga ngebohong
|Ini aku Kim Woojin~
|Sudah lama ya kita ga chatan kayak gini lagi, ckck

Kedua mata Bangchan membulat sempurna. Woojin? Yakin? Tapi kenapa? Tak pernah sedikit pun terpikirkan bahwa bot itu adalah teman masa lalunya.

Tak bisa dibohongi bahwa ada perasaan lega dan rindu di hati Bangchan, karena kini ia tau jika temannya itu tidak apa-apa. Tapi masalahnya, kenapa harus dengan cara ini?


Jadi selama ini yang buat Jisung dan Felix meninggal, yang buat Changbin jatuh dari lantai 3 dan yang memberi pertanyaan kepada kita semua itu elu?|

|Yup!
|Lebih tepatnya sih bersama temanku juga

Ha?|
Teman?|

|Aduh aduh aduh, kamu ga peka banget sih
|Aku ga bakal bisa ngelakuin semua ini sendiri
|Harus ada yang mata-matain kalian juga

Jadi?..|
Temanmu itu adalah salah satu dari kami?|

|Kalo iya, kenapa?

Anjing|

|Hahaha

Tapi kenapa kalian ngelakuin ini ke kita?|

|Kenapa?
|Kamu masih nanya kenapa?
|Ya dendam lah

Tapi lu dendamnya ke gue doang, kan?|
Kenapa yang lain ikut jadi sasaran?|

|Awalnya emang ke kamu doang, tapi ternyata temanku juga punya dendam kepada salah satu dari kalian
|Ya udah deh biar rame sekalian aja semuanya
|Lagipula temanku itu punya jiwa psikopat dan butuh disalurkan, hehe

Fuck|

|Kenapa? Mau marah?
|Semua ini berawal dari kesalahanmu lho

Tapi lo udah merenggut nyawa orang yang ga bersalah, Jin|
Felix sama Jisung meninggal, dan Changbin lumpuh|
Semua itu parah banget, Jin|
Kenapa ga langsung ke gue aja? Kalau emang pingin bunuh, ya bunuh gue aja langsung|

|Ga rame kalau kamu langsung mati
|Mereka jadi ga tau kebangsatanmu itu, dong

Ya udah kalau gitu, tapi gue minta sesuatu boleh?|
Tolong lu dan temanmu itu berhenti|
Permainannya cukup sampai sini aja, jangan dilanjut|
Aku mohon|

|Maaf, ga semudah itu
|Ah sudah ya, aku sibuk

Aku mohon.. Please..|
Kasian Hyunjin, Minho, Seungmin, Changbin dan Jeongin, mental mereka pasti keganggu|
Entah lah siapa temanmu itu|

|Ga bisa.
|Mau bagaimanapun, permohonanmu ga akan bisa kami terima
|Sekian
|Oh iya, sebentar lagi akan ada kejutan untukmu, mohon ditunggu ya ;)

Kejutan?|

62xxxxx blocked you

Bgsd diblock|


"Hhh, kejutan apaan lagi?!" Gertak Bangchan frustasi.

Belum selesai ia bertanya, Woojin, selaku bot tersebut, mem-block dirinya. Perasaan bersalah, bingung, rindu dan senang, semuanya berkecamuk menjadi satu dan menjadi suatu kepaduan yang membuat rasa yang dinamakan frustasi tumbuh.

Yaampun bahasanya. Bangga sendiri w.

"Kejutan apa sih? Gantung mulu ah." Bangchan mengerang frustasi.

Tapi tak lama kemudian terdengar suara keramaian dari luar rumah. Bangchan memberengut heran, ada apa? Kok ramai?

Tunggu sebentar.. Suara itu bukan hanya sekedar suara yang ramai tapi.. Oh tidak, suara sirine mobil polisi?! Mereka ada perlu apa ke rumah Bangchan?!

Buru-buru Bangchan beranjak dari kasurnya, lalu berlari rusuh keluar kamar. Saat sudah sampai bawah, terdengar jelas ada yang menggedor pintunya keras. Diiringi dengan suara yang bak menyuruhnya untuk timbul.

Dengan rasa takut dan khawatir parah, Bangchan membuka pintu gemetaran.

Klek~

Ia membuka pintu lalu terpampanglah dua polisi yang sedang menunggu kehadirannya. Kedua polisi itu memiliki badan yang bagus dan juga tinggi, Bangchan dibuat ciut oleh keduanya.

"Ya? Ada apa ya bapak ke rumah saya?" Tanya Bangchan gugup.

"Kau kini tertangkap, sekarang ikut kami ke kantor polisi agar kami mengetahui lebih tentang dirimu."

Bangchan membelalak tak percaya. Kenapa bisa semendadak ini? Jangan-jangan ini kejutan yang dimaksud oleh Woojin?

"Memang saya salah sapa ya, pak?"

"Kau masuk ke dalam catatan kriminal karena telah membunuh seseorang dua tahun lalu dengan cara merusak mobilnya sehingga terjadi kecelakaan maut."

"Hah? Tunggu, apa? Maaf, tapi dia tidak meninggal pak."

"Tidak, kami mempunyai bukti," salah satu dari mereka berdua mengeluarkan ponsel dan menyetel suatu rekaman suara.

Bangchan mendengar baik-baik rekaman tadi dan rekaman itu ternyata ucapannya tadi malam?!! Penjelasannya yang menjelaskan tentang perbuatannya kepada Woojin.

Bangchan mendengarkan dengan seksama tapi di akhir rekaman, tubuhnya seketika melemas.

Mengapa? Karena di akhir terdengar sebuah kalimat, yaitu, "Dan aku telah membunuhnya." Oh tidak, ini pemfitnahan. Perasaan ia tidak pernah berbicara seperti itu. Tapi suara itu benar-benar suara milik seorang Bangchan.

Tubuhnya masih lemas, pandangannya kabur dan kupingnya mendadak tuli. Saking lemasnya ia sampai tak sadar bahwa salah satu polisi itu memborgol kedua tangannya.

Setelah diborgol, Bangchan dipaksa untuk berjalan maju menuju mobil polisi. Bangchan masih linglung, namun sadar jika di jauh sana ada mobil yang berhenti. Ia menatap mobil itu sendu.

Setelahnya ia masuk ke dalam mobil polisi dengan satu polisi tetap di sampingnya. Sungguh itu bukan dia yang mengatakannya. Tapi siapa?

Lalu, siapa juga yang merekam dirinya semalam?

TBC

Aku udh ngasih clue lho, coba inget-inget.

Updatean terakhirku sebelum aku hiatus smpe waktu yg tak bisa ditentukan. Maaf ya guys.. :(

Truth or Dare || Stray KidsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang