Happy Reading❤❤******************************
Aidan dan Leandra melakukan perjalanan kembali ke rumah sakit dalam diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Leandra juga tak berniat untuk memulai, ia menunggu. Sekilas Leandra menatap Aidan, yang merasa diperhatikan menolehkan wajahnya membuat Leandra salah tingkah.
"Ada apa?" tanya Aidan yang menahan tawa yang siap meluncur.
"Aaa tadi ada..eh tidak ada." ucap Leandra menatap kaca mobil.
"Ku kira kamu merindukanku." ucap Aidan menatap Leandra dengan senyumannya.
Leandra menolehkan pandangannya, tapi justru ia melihat Aidan yang sudah memasang wajah datarnya.
Hanya empat kata. Tapi begitu besar maknanya. Kalimat yang Leandra tunggu akhirnya dia katakan.
Leandra menahan senyum bahagianya.Aidan dan Leandra sampai di rumah sakit pukul delapan malam. Mereka segera menuju ke ruang inap Anindira.
Mendengar pintu terbuka, membuat kedua orang tua yang tengah bermesraan mendengus kesal."Kalian ganggu banget si?" tukas Putera.
Nandira hanya tersenyum malu.
"Ayah sama mama yang ngga tahu tempat. Ngga elit banget si, masa romantisan gini di rumah sakit. Ck. Kalau lupa Anindira tuh masih kecil, baru menetas dia. Gimana kalau dia tiba-tiba bangun? Terus liat kedua orang tuanya gini?"
Mendengar perkataan anaknya, membuat Nandira memukul pelan lengan kekar anaknya itu. Dengan wajah memerah yang menahan malu.
"Ai, kamu jangan kaya gitu. Liat mama kan jadi malu," ucap Leandra sambil menahan tawa.
*************************
Aidan menatap adiknya yang terbaring di ranjang rumah sakit itu. Ia merasa gagal sebagai seorang kakak yang seharusnya mampu menjadi pelindung adik perempuannya.
Aidan menggenggam jemari mungil milik adiknya yang sampai saat ini belum tersadar.
Aidan mencium kening adiknya, kemudian berbisik, " Bangun dong cil. Kamu ngga kasihan sama kakakmu ini?"
"Dia akan tersadar sebentar lagi. Aku yakin itu. Kamu sarapan dulu ya?" ucap Leandra.
"Aku tidak ingin makan."
"Aku tau rasanya perasaan kamu. Tapi kamu juga harus jaga kesehatan, Ai. Emangnya kamu mau sakit? Yang ada adikmu sudah sembuh dan kamu malah sakit."
"Aku bilang tidak ya tidak. Jangan pernah memaksaku." ujar Aidan penuh penekanan.
"Ya sudah kalau begitu. Aku pergi keluar sebentar."
Leandra melangkahkan kakinya menuju kantin rumah sakit. Ia akan membeli makanan untuk dirinya.
Bruk
Seseorang menabrak bahu Leandra. Pria tampan dengan setelan jas yang sempurna. Dengan tubuh menjulang tinggi, wajah di atas rata-rata dan kedua bola mata hitamnya yang mampu mengintimidasi siapa pun.
"Eh maaf, saya tidak sengaja."ucap pria itu dengan seringaian yang tak begitu jelas.
"Ya tak apa-apa."
"Baiklah saya pergi dulu."
Leandra menatap kepergian pria itu, dia mengarah ke ruangan di mana Anindira di rawat.
'Ah ya mungkin dia saudara jauh' pikir Leandra.
*************************
Leandra kembali dengan membawa bungkusan berisi makanan. Ia sengaja membelikan Aidan makanan, siapa tahu dia lapar.
Leandra menatap Aidan yang masih setia berada di samping adiknya."Ai?"
Aidan menoleh, " ada apa?"
"Sebaiknya kamu makan dulu."
Aidan bosan mendengar Leandra mengulang permintaanya itu. Membuatnya mau tak mau memakan makanan yang di bawa gadis itu.
Aidan mengalihkan pandangannya pada jemari mungil adiknya yang mulai bergerak. Ia beranjak, menghampiri adiknya."Ayo sadarlah anak manis," titahnya.
Tak lama Anindira membuka matanya, menatap sekelilingnya dengan pandangan buram.
"Kamu sudah bangun? Ada yang sakit? Kakak panggil dokter ya?"
"Tidak perlu kak. Aku baik-baik saja."
Leandra menghampiri Anindira dengan membawa segelas air, "Kamu minum dulu ya?"
Aidan membantu adiknya duduk.
Mata Anindira mencari keberadaan orang tuanya.Aidan yang menyadari pandangan itu berujar, "Sebentar lagi mama sama ayah bakalan sampai. Kamu istirahat saja ya. Biar kakak panggil dokter buat periksa keadaan kamu."
Anindira menjawabnya dengan anggukan.
Ia menatap kakaknya yang baru saja keluar. Matanya beralih menatap Leandra."Kak Lea? Maafin Kak Aidan ya? Aku yakin dia bersikap dingin sama kakak pasti ada alasannya kok,"
Kalimat yang meluncur dari mulut Anindira membuat Leandra menatap teduh gadis kecil itu. Rupanya dia juga merasakan apa yang di rasakannya.
**************************
Pagi ini Leandra tampak sibuk membantu mamanya berkemas. Ya karena hari ini Anindira akan pulang ke rumahnya, setelah merengek pada sang dokter dan mengajukan alasan-alasan yang cukup masuk akal.
"Yeay, akhirnya aku bisa pulang." teriak Anindira.
"Kamu ini, walaupun boleh pulang tapi kamu juga harus istirahat dan tidak boleh pergi ke mana pun." Ucap Leandra menasehati.
"Yah kenapa?" teriaknya lagi.
"Ya karena kamu masih sakit sayang. Jangan teriak-teriak ini rumah sakit bukan hutan. Atau kamu mau mama kirim kamu ke hutan biar kamu dirawat sama tarzan karena kamu suka teriak?"gerutu Nandira.
"Ya deh ma, khilaf."pasrahnya.
Mereka menunggu Aidan yang berjanji akan menjemput mereka, karena Putera ada urusan di luar kota.
"Lama banget si." ucap Anindira setelah netranya menangkap bayangan kakaknya.
"Macet." balasnya singkat.
"Ya sudah, ayo kita pulang." Nandira menengahi.
....
"Mama aku ingin bicara," ucap Aidan menatap Nandira yang tengah duduk di sofa.
"Tinggal bicara saja, nak."
"Tidak di sini, ma."
Nandira menatap putra sulungnya kemudian menganggukkan kepalanya.
Saat ini mereka berada di taman belakang rumahnya.
"Jadi kamu mau membicarakan tentang apa sayang?" tanya Nandira.
" Aku ingin mengakhiri semuanya." tukas Aidan.
" Kamu yakin? "
" Iya aku sangat yakin."
Nandira menghela napas kasar, " Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu. Mama akan terus mendukungmu. Akhiri semuanya besok. Besok adalah waktu yang tepat bukan? "
" Aku juga sudah memiliki rencana yang matang, Ma. "
" Bagus. Kita tunggu besok."

KAMU SEDANG MEMBACA
Leandra
Teen FictionLeandra Nadine seorang gadis piatu, yang kini tinggal bersama dengan ayah dan kakak perempuannya. Gadis sederhana yang selalu di fitnah dan disiksa kakak perempuannya. Pertemuannya dengan seorang Aidan Andros Ararya, membuat kehidupannya sedikit le...