1.3 ; kenapa baru bilang?

119 18 0
                                    

"Won.... Temenin gue ngantin, please...," bujuk Wonra sembari bergelayutan manja di lengan kekar milik Wonwoo. Sudah seperti koala saja.

Mereka berdua sedang duduk di tangga kecil yang berada di samping panggung utama. Selesai membantu anak perlengkapan mengecek sound system, duo Won ini malah kebingungan mau ngapain lagi dan berakhir nyantuy di tangga.

"Tumben. Biasanya juga bareng deganra."

Wonra langsung menimpali dengan keluhan. "Lagi sibuk semua mereka, tuh. Namanya juga koordinator."

Memang benar. Semua panitia inti sedang sibuk-sibuknya mengurusi tetek bengek festival yang sedang berjalan ini.

Padahal hari ini adalah hari jumat, hari kelima diadakannya festival. Tapi karena hari ini hari jumat, pengunjung dari luar sekolah semakin membludak pula. Tak sembarangan yang bisa mengunjungi festival di sekolah mereka, makanya Yugyeom dan seksi keamanan sangat kewalahan saat memeriksa identitas siswa dari sekolah lain.

"Tapi, gue mau ngecekin stand dulu. Lo mau ikut atau ntar aja ketemuan di kantin?" tanya Wonwoo yang sudah bangkit dari duduknya.

"Mending ikut daripada terdampar gak jelas gini," jawab Wonra seraya berdiri. "Btw, lo itu sebenarnya seksi acara atau seksi lapangan, sih, Won? Bingung gue sama lo."

"Seksi acara yang merangkap jadi seksi lapangan. Kasian, Junhoe gelagapan ngurusinnya," balas Wonwoo.

Wonra manggut-manggut aja. Gadis itu mengikuti langkah besar Wonwoo menuju stand bazaar festival.

"Lo gak bawa buku atau kertas kecil buat nyatat pas keliling apa, Won?" celetuk Wonra.

"Buat apa? Kan, kapasitas otak gue masih muat buat menampung hal kecil kayak gini," jawab Wonwoo sembari melihat-lihat sekitar untuk mengecek keadaan festival.

"Cih, sombong amat."

"Ya daripada otak lo kek cangkang tanpa keong. Kosong," ejek Wonwoo.

"Asem," umpat Wonra. "Suka bener kalau ngomong."

Wonwoo terkekeh dibarengi dengan naiknya salah satu sudut bibirnya. Dia lalu kembali meneruskan langkahnya sembari beriringan dengan Wonra.

"Won."

"Hm?"

"Gue mau curhat sama lo."

"Biasanya juga hobi mencibir gue mulu. Tumbenan mau curhat."

"Ya soalnya cuman lo doang tempat yang tepat buat gue ceritain tentang hal ini."

"Duh, jadi berasa kek guru bk aja dicurhatin," balas Wonwoo. "Yaudah, mau cerita apaan neng galak?"

"Ish. Tapi janji dulu, Won. Awas aja kalau lo sampai ngediemin gue lagi kek dulu."

"Iya, iya. Tentang Yerin, kan?" terka Wonwoo.

Wonra mengangguk. "Lebih tepatnya Yerin dan Jun."

"Udah lama gue pendem sendiri karena bingung mau cerita ke siapa. Tapi pas nyantuy tadi, gue jadi ke ingat. Mending nyeritain ini ke lo aja. Jadi, waktu hari pertama festival diadain, ingat kan lo pas kita habis baikan?"

Wonwoo mengangguk sambil tetap setia mendengarkan tanpa menyela sedikitpun.

"Nah, sorenya di salah satu stand, gue ketemu Joy sama Sejeong. Kayak cewek-cewek biasa, kita antusias karena bisa ketemuan. Lo tau, kan, akhir-akhir ini, tuh, panitia festival tahun lalu lagi bener-bener susah dicari karena kesibukan mereka masing-masing? Kita bertiga cerita-cerita tentang segala hal. Terus, gak sengaja, Sejeong lihat Jun sama Yerin lagi gandengan tangan, padahal pas banget Joy lagi nyeritain tentang pacarnya Yerin," lanjut Wonra.

Hareudang ; [JWW] ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang