--Dollhouse--
Song by: Melanie Martinez
-
By: antareSankey
Genre: Mystery
•••
"Ah, aku pergi dulu, Crybaby. Jaga adikmu, ya!"
Seorang gadis dengan kucir dua beranjak dari posisi yang semula duduk bersila, dengan menggoyangkan kedua lututnya sambil berdiri. Lantas, ratusan remahan keripik kentang itu menggelinding pada permukaan lantai. Ubin oranye bergaris vertikal itu pun kini tampak seperti danau jus jeruk dengan sedikit tambahan keju. Menjijikkan, ya?
Gadis kecil itu menaruh sebuah mainan berbentuk manusia. Ia tidak menyebutnya boneka barbie, melainkan Crybaby. Nama yang menurutnya identik dengan rambut hitam-merah muda itu terdengar imut.
"Ugh, he's smoking cannabis."
Suara itu muncul setelah sosok gadis kecil tadi ditelan daun pintu. Barangkali ia lupa bahwa mainan dapat bicara. Tak percaya?
"Mam, Jason merokok lagi!" teriakannya menggema dalam ruangan serba merah itu. Dalam sebuah rumah mainan, yang ia huni, terdengar suara langkah kaki. "Jason, berhenti merokok atau kupanggang kepalamu untuk makan malam!"
Rambut keriting wanita itu bahkan bergetar akibat teriakannya. Bibir merah tua itu mengerucut ke depan, alis tebalnya menyatu, dan giginya bergemeletuk. "Jason!" teriaknya sekali lagi.
Sepersekian detik kemudian, seorang laki-laki dengan overlay hitam-putihnya itu datang. Ia terengah-engah, mungkin karena ia berlari terlalu kencang. Air mukanya mengeras, yang padahal tak mungkin muncul pada kulit plastiknya. "Aku tidak merokok, Ma."
Tanpa menunggu lama, wanita itu menarik daun telinga Jason. Kemudian, ia membawanya menuju dapur. Mengingat suaminya adalah orang yang tegas, mungkin Jason akan jera.
"Jason, sudah ayah bilang berkali-kali. Hentikan kebiasaan burukmu itu!"
Suara berat itu meninggi. Kesannya seperti dipaksa, tetapi pria itu sungguh-sungguh akan ucapannya.
"Kita sedang bermain peran di sini, jangan sampai ia mengetahui siapa kita sebenarnya!"
Jason memutar kedua bola matanya malas, lantas berdecak. "Mau sampai kapan kita dijadikan marrionette oleh gadis sialan itu? Aku lelah, Ayah. Sungguh lelah!" Lelaki itu akhinya memilih untuk pergi menuju kamarnya. Daripada ia menyulut api pertikaian dengan melanjutkan aksi debatnya itu, mungkin lebih baik ia menghibur dirinya sendiri sebelum gadis kecil itu datang dan memainkannya lagi.
"Jason."
Lelaki itu berpaling pada sumber suara. Setelah mendapati sosok Crybaby di tengah pintu yang terbuka, ia berdecak malas. "Apa?" sinisnya. Ia menyalakan benda kotak di depannya, membayangkan sebuah animasi warna-warni berbau komedi. Walau nyatanya, apa yang kini terlihat pada televisi mainan itu hanyalah sebuah poster kuda poni dengan pengendaranya, Jake.
"Maaf untuk yang tadi. Aku hanya tidak tahan dengan baunya." Crybaby membuka mulut, walau ia tahu bahwa Jason pasti sedang kalap di dalam hatinya. Gadis itu melangkah masuk, lalu memilih duduk di sebelah Jason, kakaknya yang malang.
"Aku ingin balas dendam." Jason yang sedari tadi bungkam akhirnya berbicara, walau suaranya terdengar serak. Ia menoleh pada Crybaby. "Kau tidak lelah dipermainkan terus olehnya?"
"Kau tidak lelah mengeluh terus setiap harinya?" balas gadis itu.
"Kau tidak lelah bermain peran sebagai gadis penurut? Ayolah. Aku tahu kau tidak seperti itu. Jangan mencoba munafik."
Crybaby menggeleng. Senyum pada bibirnya ia tarik miring. Samar-samar, Jason melihat kedua bola mata gadis itu berubah menjadi hitam seutuhnya. Hilang sudah iris biru lautnya. "A-apa yang kau?"
Gadis itu terkekeh. "Don't let them see what goes down in the kitchen."
—
Cekrek!
"Sempurna!"
Pria itu mengembangkan senyumnya, setelah melihat selembar foto keluarga di tangannya. Mereka berempat sebagai keluarga kecil, yang bahagia. "Harus kita pajang di mana ini?" Pria itu bertanya dengan nada sarkas. Crybaby yang memahami maksudnya langsung saja tertawa kecil. "Tombstone should be great."
"Her," tambah Jason.
Wanita itu mengangguk pelan. Sejenak, mereka terdiam. Sunyi meringkuk, menenangkan atmosfer rumah mini mereka.
Places, places, get in your places
Throw on your dress and put on your doll faces
Pada akhirnya, ekspektasi bahwa hidup mereka akan penuh kedamaian sirna. Suara langkah kaki gadis kecil itu semakin nyaring. Hal itu membuat mereka kalang kabut, berusaha mencari dan mengingat posisi masing-masing.
Everyone thinks that we're perfect
Please don't let them look through the curtains
Membeku, mematung, tentu sebagai mainan mereka harus melakukannya. Berusaha tak berbicara maupun bergerak. Terdiam kaku, lantas digerakkan oleh sang empunya. Marrionette.
D-O-L-L-H-O-U-S-E
I see things that nobody else sees
"Hai, Crybaby!" Gadis kecil itu menampakkan deret gigi susunya yang terlihat mengerikan. Bagi Crybaby, khususnya. Gadis itu lantas melepas ikat rambutnya. "Kau tidak mau membantu ibumu memasak?"
Kali ini, Crybaby mengeluarkan tatapan tajamnya. Untung saja, si gadis belum menyadari hal itu. Akan tetapi, Crybaby malah beranjak dari ranjang rendanya, lantas melangkah menuju pinggir bagian rumah sambil menatap gadis itu.
"Ya, tersenyumlah selagi bisa, Angelita."
Gadis kecil, Angelita, itu menguap. Ia tak mendengar apa yang dilontarkan oleh Crybaby. Rasanya ia sungguh mengantuk secara tiba-tiba. Aneh.
"Nikmati tidurmu, selagi kau bermimpi indah."
Oh ya, kedua iris Crybaby berubah menjadi hitam. Saat itulah, di mana Angelita terlelap di atas ubin oranye yang membeku itu. Senyum miring terbit di wajahnya.
"Bukan. Kami bukanlah marrionette-nya, melainkan kau." Crybaby menunjuk ke arah Angelita. Gadis itu lantas mengeluarkan sebilah pisau, yang entah darimana asalnya. Cukup mengilat dan tajam, sebanding dengan pisau dapur.
"Mimpi indah."
Lantas Crybaby jatuh tersungkur, mengapung pada danau penuh minyak. Siapa yang tidak tahu kelemahan mainan plastik? Api. Siapa yang menyulutnya?
"Maaf, Crybaby. Seharusnya itu dialogku."
Angelita, selalu menjadi sang empu dari para marrionette-nya.
•••
Uwu aku suka bunuh bunuh kayak gini. Good job deh Kak Belva. Tambahin aku dalam ceritanya, nanti Angelita mau bunuh crybaby, crybaby mau bunuh aku, tapi aku mau bunuh Angelita. Cerita itu akan melejit♥️🐸
KAMU SEDANG MEMBACA
Write Your Sing || ANG'S SONGFICT EVENT
RandomSuka musik? Suka dengerin lagu? Atau jangan jangan kalian suka aku... weits maksudnya suka songfict? Wah sini merapat, Member ANG udah bikin songfict yang bakal bikin mood kalian naik turun kayak roller coaster hehe.. yuk intips, siapa tahu langsung...
