--Dreamcatcher--
Song by: Gfriend
—
By: Jihana_
•••
Dreamcatcher...
Yang katanya bisa menangkap mimpi,
Yang katanya bisa menangkal mimpi buruk yang mendekatinya,
Yang katanya bisa membuat mimpi indah bila menggunakannya.
"TaDaa!"
Gadis berkulit putih itu membeku seketika usai melihat benda yang dibawa oleh teman sekelasnya yang menjabat sebagai sekretaris kelas.
Gubraak!
Entah apa yang sedang dipikirkannya hingga membuatnya lunglai berdiri dan akhirnya terjatuh di dekat tempat duduknya, rambut panjang yang terurai seketika menutupi wajahnya.
"Daun Stevya lo nggak kenapa-kenapa kan?!" Suara menggelegar yang tak lain adalah ketua kelasnya begitu jelas di telinganya, ia mengangkat kepalanya dan mendapati Vito yang sudah berdiri di depannya entah sejak kapan, mungkin sejak ia menimbulkan suara yang cukup keras akibat kursi-meja bergeseran sebelum akhirnya ia mendarat
di lantai.
"Gue nggak papa," singkat Stevy sembari beranjak dari tempatnya, "lo bisa lihat sendiri kan kalo gue masih sanggup berdiri." Gadis itu merapikan rambutnya yang terkesan awut-awutan dan mencoba mensterilkan pemikirannya, hanya dreamcatcher aku tidak masalah.
Ekor matanya masih dapat menangkap dreamcather ungu berlonceng kecil yang sedang dibangga-banggakan oleh teman sekelasnya–Ameta Frisca yang menjadi sekretaris di kelasnya. "Ini bisa ngusir mimpi buruk dan mimpinya bakal indah kalo pakai ini." Dengar, Stevy bisa mendengarnya bagaimana temannya itu membanggakan benda yang dibawanya.
"Sekarang orang emang seenak jidat buat narik kesimpulan." Vito berbicara santai, pandangannya tertuju ke sekumpulan temannya di depan kelas yang sama dengan pandangan gadis yang bersebelahan dengannya.
Stevy justru menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya, sesekali ia menaikkan alis matanya sembari mengerutkan keningnya.
"Maksud lo apa? Kenapa lo ngomong gitu?"
Vito memang bukan anak yang bisa membaca pikiran orang lain tapi, suatu perkara dapat dimengertinya cukup dengan gerak-gerik yang tidak seperti biasanya terlebih lagi pada Stevy yang sekarang ini.
Vito berpikir bahwa gadis yang berdiri di sebelahnya takut benda gantung, tidak suka sesuatu yang berhubungan dengan dreamcather.
"Lo takut benda gantung?" tanya Vito, telunjuknya mengarah langsung ke kerumunan yang ada di depannya, yang salah satunya membawa sebuah dreamcather.
Stevy menggeleng cepat.
"Hm.. lo nggak suka benda gantung?" tanya Vito sembari mengangkat alisnya. Stevy kembali menggelengkan kepalanya.
"Lo kaget karena, saking sukanya sama benda gantung?" Vito kembali bertanya kepadanya, telunjuknya masih mengarah ke kerumunan yang ada di depannya. Lagi-lagi Stevy menggeleng membuat Vito nyaris kehabisan akalnya.
Lo malah bikin gue naik darah!
Melihat kondisi Vito yang tampaknya sedang menahan emosi, Stevy mengulas senyum lantas menceritakan alasannya sebelum laki-laki itu benar-benar meledak.
"Gue nggak takut sama dreamcather kok cuma trauma dikit gara-gara benda itu. Dreamcather gue punya tapi, pahitnya pas gue tahu bahwa dreamcather itu sama aja gantiin sahabat gue yang entah kemana. Kalo gue lihat dreamcather rasanya gue nggak bisa bangun dari mimpi yang isinya sahabat gue sendiri, gue nggak rela dia pergi kalo emang beneran itu dia gue nggak sanggup bangun meskipun, mimpi buruk. Kasian sahabat gue, masa diganti sama dreamcather sialan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Write Your Sing || ANG'S SONGFICT EVENT
RandomSuka musik? Suka dengerin lagu? Atau jangan jangan kalian suka aku... weits maksudnya suka songfict? Wah sini merapat, Member ANG udah bikin songfict yang bakal bikin mood kalian naik turun kayak roller coaster hehe.. yuk intips, siapa tahu langsung...
