20. Someone Like You

40 8 8
                                        

--Someone Like You--
Song by: Adele

By: mustakjiddan
Genre: Comedy

•••

Hingga detik ini, aku masih berharap kabar pernikahan Sehun sebagai hoaks dan Lusi yang mengatakan hal itu padaku harus dilaporkan ke pihak berwajib dengan tuduhan menyebarkan berita bohong atau melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Minggu lalu, selepas maghrib, ketika bulan sabit bersembunyi di balik speaker masjid, Lusi datang ke rumahku sambil senyum-senyum tidak jelas. Aku tebak ia hanya akan menumpang makan saja, maklumlah anak kos di akhir bulan. Tetapi ternyata dugaanku benar.

"Sudah makan?" tanya Lusi sambil cengar-cengir.

"Sudah!" Tentu saja aku bohong.

Urusan perut, Lusi terlalu pandai buat dibohongi. "Anda yakin?"
Aku mengangguk mantap.

"Kamu tidak akan berubah pikiran?"
Aku menggeleng kuat-kuat.

Lusi memasang wajah innosence. Itu adalah ekspresi dia paling menyebalkan selama tiga puluh tahun terakhir, padahal usianya baru dua puluh satu tahun.

"Padahal aku mau menawarkan rendang, semur daging, pecel lele, kebab, bakso, es krim, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu per satu karena itu hanya akan membuat produksi air liurmu melimpah ruah!" Setiap kali menyebut nama makanan, Lusi menghitung jari sambil mengingat-ingat. Jelas sekali ia telah berbohong.

"Sesuai namamu, itu semua hanya ha-lusi-nasi!" semprotku, lengkap dengan air liur yang bermuncratan tak tentu arah.

"Serius!" Lusi tidak terima. "Semua itu ada di prasmanan nikahan!"

"Kamu mau nikah?" Aku tertawa meledek.

"Aku udah nikah." Lusi mengerjap. "Kan aku istrinya Lee Min Ho."

Perutku mual. "Huekk!"

Lusi mendelik. "Biasa aja kali!"

"Maaf, mau bilang hoaks jadinya huekk, hehehe!"

Lusi mencibir, tapi buru-buru wajahnya tersenyum meledek. "Kamu nggak pengen tau siapa yang mau menikah?"

"Bodo amat!" Aku cuek. Mengupil lebih asyik ketimbang mendengarkan kabar dari Lusi. "Yang pasti bukan kamu."

Mendadak wajah Lusi menunjukkan sikap simpati, lebih tepatnya kasihan. "Sehun mau menikah!"

"Hahahaha!" Perutku seperti digelitik. "Sama Markonah apa sama Maemunah?"

Lusi semakin menunjukkan rasa iba padaku. "Serius, Sehun mau menikah. Kamu yang sabar ya?"

Aku bimbang mau mempercayai ucapan Lusi atau tidak, yang pasti perasaanku mendadak tidak nyaman.

"Sehun Korea apa kolera?" tanyaku, mencoba bercanda, menghibur hati yang pelan-pelan mulai terasa nyeri.

"Kamu selalu begitu sama Sehun!" Lusi mendesah kesal. "Kamu tidak pernah menganggap Sehun sebagai pejuang yang layak kamu pertimbangkan. Kamu hanya menganggapnya sebagai bucin cupu. Padahal aku yakin, saat ini hatimu mulai terluka. Itu pantas kamu dapatkan setelah menyia-nyiakan cowok yang telah menjadikanmu siang-malamnya."

Ucapan Lusi menohok hatiku. Lukanya menjadi semakin lebar dan perih.

"Kamu masih nggak percaya kan?"

Aku diam. Di sudut hati paling dalam aku berharap Lusi sedang ngeprank. Tapi itu tidak mungkin, selera humor dia rendah dan ilmu per-ngeprank-an dia masih cetek.

Write Your Sing || ANG'S SONGFICT EVENTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang